Kapolres Madiun Kukuhkan Dai Kamtibmas, Sinergi Polri dan Ulama

Berita, Daerah, Jatim279 Dilihat

Madiun, Berita Nusantara 89. Jelang Ramadan, Kapolres Madiun mengadakan kegiatan menjaga dan memelihara keamanan serta ketertiban masyarakat (Harkamtibmas). Lebih jauh, kegiatan silaturahmi bersama tokoh agama dan para dai kamtibmas di wilayah Kabupaten Madiun. Kegitatan bertempat di gedung Bhayangkara Mapolres Madiun, Rabu (11/2).

Kegiatan silaturahmi terangkai dengan pengukuhan Pengurus Dai Kamtibmas Polres Madiun Periode 2026–2029. Sebagai bentuk sinergi Polri dengan para tokoh agama dalam menjaga situasi kamtibmas yang aman, sejuk, dan kondusif. Khususnya menjelang dan selama pelaksanaan ibadah di bulan Ramadhan.

Kapolres Madiun : Pesan Kamtibmas Melalui Keagamaan Yang Menyejukkan

Dalam sambutannya, Kapolres Madiun menyampaikan bahwa peran tokoh agama dan dai kamtibmas sangat strategis sebagai mitra Polri. Terutama dalam menyampaikan pesan-pesan kamtibmas kepada masyarakat melalui pendekatan keagamaan yang menyejukkan.

“Menjelang bulan suci Ramadhan, kami mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya para dai kamtibmas. Untuk bersama-sama menjaga situasi yang aman, damai, serta mencegah potensi gangguan kamtibmas melalui dakwah yang menyejukkan dan penuh toleransi.” Ujar AKBP Kemas Indra Natanegara, S.H., S.I.K., M.Si.

Kapolres Madiun kukuhkan dai Kamtibmas
Kapolres Madiun kukuhkan dai Kamtibmas

Kapolres Madiun juga berharap pengurus Dai Kamtibmas yang baru dapat menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab. Lebih jauh, menjadi teladan di tengah masyarakat, serta aktif dalam mencegah paham radikalisme, ujaran kebencian, dan potensi konflik sosial.

Menutup silaturahmi yang berlangsung dengan penuh keakraban dan kekeluargaan dengan doa bersama. Sebagai harapan agar pelaksanaan ibadah Ramadhan 1447 H di wilayah Kabupaten Madiun dapat berjalan dengan aman, tertib,

Kamtibmas yang baru dapat menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, menjadi teladan di tengah masyarakat. Serta aktif membantu Polri dalam mencegah paham radikalisme, ujaran kebencian, dan potensi konflik sosial. Ujar kapolres Madiun

Tinggalkan Balasan