Jakarta, Berita Nusantara 89. Petugas Lapas Narkotika Kelas IIA Jakarta berhasil menggagalkan dua upaya penyelundupan narkoba ke dalam lapas, selasa (11/112025). Total barang bukti narkoba jenis sabu mencapai 32,7 gram. menunjukkan kewaspadaan tinggi petugas dalam menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan pemasyarakatan.
Dalam kasus pertama, petugas perempuan yang bertugas di pos pemeriksaan mencurigai gerak-gerik salah satu pengunjung wanita. Setelah pemeriksaan lebih lanjut, petugas menemukan dua bungkus kecil sabu seberat 9,2 gram dalam pembalut wanita. Upaya penyelundupan narkoba di Lapas Narkotika Jakarta ini menjadi bukti bahwa pelaku kian berani menggunakan berbagai cara untuk mengelabui pengawasan petugas.
Kemudian, petugas kembali menggagalkan percobaan penyelundupan serupa. Pengunjung lain mencoba membawa sabu seberat 23,5 gram dengan modus yang sama—menyembunyikan barang haram tersebut dalam pembalut. Dengan demikian, total sabu yang berhasil petugas amankan dari dua kejadian tersebut mencapai 32,7 gram. Tindakan cepat petugas membuat penyelundupan narkoba di Lapas Narkotika Jakarta gagal.
Apresiasi Petugas Yang Gagalkan Penyelundupan Narkoba
Sementara itu, Kepala Lapas Narkotika Jakarta, Syarpani, menyampaikan apresiasi kepada petugas yang telah sigap dan profesional. Ia menegaskan bahwa lapas bukan tempat peredaran narkoba, melainkan ruang pembinaan bagi warga binaan.
“Saya memberikan apresiasi kepada petugas yang telah bekerja cermat dan penuh tanggung jawab. Ini bukti kami tidak pernah lengah dalam menjalankan tugas menjaga keamanan dan ketertiban di Lapas,” tegasnya.
Menurutnya, kejadian ini memperkuat komitmen pihaknya untuk terus memperketat pemeriksaan terhadap setiap pengunjung dan barang bawaan. Pengawasan juga melalui penggunaan teknologi pendeteksi, termasuk X-ray dan CCTV di setiap area rawan.
Di sisi lain, seluruh barang bukti dan para pelaku telah kepada pihak kepolisian untuk penyelidikan lebih lanjut. Petugas Lapas Narkotika Jakarta berkoordinasi dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) guna menelusuri jaringan yang terlibat. Sinergi antar lembaga ini akan mampu menutup celah peredaran narkoba di lingkungan pemasyarakatan.
Selain itu, Syarpani menambahkan bahwa pihaknya juga melakukan evaluasi internal agar kejadian serupa tidak terulang. Pemeriksaan terhadap petugas, narapidana, hingga pengunjung akan lebih ketat sesuai prosedur keamanan tinggi. Program pembinaan dan sosialisasi bahaya narkoba juga gencar untuk seluruh warga binaan, sebagai bagian dari komitmen “Zero Tolerance” terhadap narkotika di Lapas Narkotika Jakarta.
Dengan dua upaya penyelundupan narkoba yang berhasil gagal dalam satu hari, pihak Lapas menegaskan tekad menjaga integritas dan keamanan. Keberhasilan ini menunjukkan dedikasi petugas dalam menjalankan tugas, sekaligus memperkuat kepercayaan publik bahwa Lapas Narkotika Jakarta berkomitmen penuh dalam perang melawan peredaran narkoba.









