Khofifah Pimpin Penanganan Erupsi Semeru

Berita, Daerah, Jatim140 Dilihat

Lumajang, Berita Nusantara 89. Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, bergerak cepat menangani dampak erupsi Gunung Semeru yang terjadi pada Kamis malam. Khofifah memimpin langsung koordinasi penanganan bersama BPBD, TNI-Polri, relawan. Kemudian pemerintah kabupaten Lumajang untuk memastikan proses evakuasi dan distribusi bantuan berjalan lancar.

Gubernur Khofifah menyampaikan bahwa keselamatan warga menjadi prioritas utama. Ia menegaskan seluruh elemen pemerintah daerah agar meningkatkan kesiapsiagaan mengingat aktivitas vulkanik Semeru masih fluktuatif.

Erupsi sudah berakhir tapi statusnya masih Awas, sehingga kami tetap melakukan kesiapsiagaan. Penanganan bencana dan memastikan warga semua dalam kondisi aman,” katanya di Lumajang.

Khofifah : Siaga Evakuasi dan Layanan Warga Terdampak

Aparat gabungan akan melakukan patroli, memberikan imbauan evakuasi, serta membantu masyarakat yang berada di wilayah rawan bencana. Terutama di Kecamatan Pronojiwo dan Candipuro. “Kami memastikan proses evakuasi berjalan cepat dan tertib. Warga harus berada di titik aman sebelum kondisi memburuk,” ujarnya.

Selain evakuasi, Pemprov Jatim juga memperkuat layanan penanganan darurat bagi warga terdampak. Sejumlah titik pengungsian dengan fasilitas dasar seperti makanan, air bersih, obat-obatan, serta layanan kesehatan. Tim medis dan relawan telah ada di lokasi untuk memberikan penanganan bagi warga yang mengalami gangguan pernapasan akibat paparan abu vulkanik. Khofifah meminta semua kebutuhan pengungsi terpenuhi agar mereka merasa aman dan terlindungi selama berada di tenda-tenda sementara.

BPBD Jawa Timur melaporkan bahwa awan panas guguran meluncur sejauh beberapa kilometer ke arah tenggara, memicu peningkatan aktivitas masyarakat untuk segera mengungsi. Petugas di lapangan terus melakukan pemantauan visual dan analisis data vulkanologi untuk menentukan langkah-langkah mitigasi lanjutan. Pemerintah Kabupaten Lumajang turut mengaktifkan posko informasi agar masyarakat bisa memperoleh data resmi secara cepat dan menghindari penyebaran informasi palsu.

Gubernur Khofifah juga menekankan pentingnya koordinasi lintas instansi dalam menghadapi kondisi ini. Ia menyampaikan apresiasi kepada para relawan yang hadir membantu penanganan di lapangan, mulai dari distribusi logistik hingga pelayanan di posko pengungsian. Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, pusat, dan masyarakat menjadi faktor kunci dalam mempercepat penanganan dampak bencana Semeru.

Dalam beberapa hari ke depan, Pemprov Jatim akan terus memonitor perkembangan aktivitas Gunung Semeru sekaligus menyiapkan langkah pemulihan bagi warga terdampak. Tim teknis akan melakukan asesmen cepat terhadap kerusakan lahan, fasilitas publik, dan rumah warga. Khofifah menegaskan bahwa pemerintah tidak hanya fokus pada penanganan darurat, tetapi juga memastikan proses rehabilitasi dan rekonstruksi berjalan terencana. Dengan langkah terukur ini, Pemprov Jatim berharap masyarakat dapat kembali beraktivitas secara normal setelah kondisi Semeru aman.

Tinggalkan Balasan