Jakarta, Berita Nusantara 89. Pemerintah tengah menyiapkan program besar untuk memperluas akses pemasaran pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Melalui Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat, pemerintah merancang pembentukan 1.001 Pasar Malam yang nantinya akan menjadi ruang promosi dan transaksi bagi pelaku UMKM di berbagai daerah. Program ini agar menjadi terobosan baru dalam mengatasi keterbatasan ruang usaha dan memperluas jangkauan pasar pelaku UMKM.
Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat dan Perlindungan Pekerja Migran, Leontinus Alpha Edison, menyampaikan bahwa banyak UMKM belum mampu bersaing karena minimnya akses pemasaran. Selain itu, tantangan seperti pola pikir kewirausahaan yang belum berkembang, kurangnya inovasi, serta keterbatasan pemahaman pemasaran digital membuat produk UMKM sulit menembus pasar yang lebih luas. Melalui program 1.001 Pasar Malam, pemerintah berupaya menjawab persoalan tersebut secara langsung.
“Tantangan UMKM sangat kompleks, dari problem dasar mindset dan inovasi. Hingga masalah jangkauan pasar. Banyak yang belum mampu tembus batas digital, apalagi bersaing di pasar ekspor. Literasi pemasaran kurang dan ekosistem digital tidak memadai,” ujarnya, Sabtu (22/11/2025).
Pemanfaatan Aset Negara Untuk Pasar Malam UMKM
Program ini juga akan memanfaatkan aset-aset milik negara yang selama ini belum optimal. Aset yang “tidur” itu berada di lokasi strategis namun belum termanfaatkan untuk kepentingan publik. Pemerintah ingin mengubah area tersebut menjadi ruang usaha baru yang lebih terstruktur bagi pelaku UMKM. Dengan penyediaan akses lahan yang mudah, pelaku UMKM dapat mempromosikan produknya tanpa beban biaya sewa yang tinggi.
Asisten Deputi Pemasaran Usaha Masyarakat, Abdul Muslim, menambahkan program untuk UMKM ini. ” Kemenko merancang 1011 Pasar malam. Memanfaatkan aset pemerintah yang belum optimal sebagai ruang promosi UMKM,” ujarnya.
Kebijakan ini juga sejalan dengan aturan yang mewajibkan kementerian, BUMN, BUMD, dan sektor swasta menyediakan sebagian ruang publik mereka sebagai tempat promosi UMKM. Pemerintah menilai bahwa implementasi aturan tersebut belum optimal sehingga perlu langkah konkret yang lebih terarah. Program 1.001 Pasar Malam menjadi salah satu strategi agar aturan tersebut benar-benar berjalan di lapangan.
Dalam forum konsultasi publik mengenai transformasi pemasaran UMKM, pemerintah menekankan perlunya kolaborasi lintas sektor. Pelibatan kementerian, lembaga pemerintah, dunia usaha, hingga masyarakat sangat penting agar program ini berjalan efektif dan memberikan dampak jangka panjang. Leontinus juga menyebut bahwa intervensi pemerintah harus menyentuh akar permasalahan UMKM, tidak hanya sekadar menyediakan fasilitas.
Program 1.001 Pasar Malam akan menjadi proyek percontohan di sejumlah daerah sebelum pengembangan secara nasional. Pemerintah berharap inisiatif ini akan menjadi ekosistem berkelanjutan yang mampu memperkuat fondasi ekonomi rakyat. Jika berjalan sesuai rencana, pasar-pasar malam tersebut dapat menjadi solusi konkret bagi UMKM yang selama ini kesulitan mendapatkan ruang usaha, sekaligus mendorong meningkatnya transaksi serta eksposur produk lokal.









