Air India Temukan Pesawat Yang 13 Tahun”Hilang”

Berita, Internasional265 Dilihat

Jakarta, Berita Nusantara 89. Air India menjadi sorotan setelah sebuah pesawat Boeing 737-200 tua yang tidak tercatat dalam sistem manajemen aset perusahaan. Pesawat itu terparkir di Bandara Kolkata, India. Uniknya, Air India baru sadar memiliki pesawat tersebut baru-baru ini.

“Walaupun membuang pesawat tua bukanlah hal yang luar biasa, yang satu ini berbeda. Pesawat yang bahkan tidak kami ketahui milik kami hingga baru-baru ini!” kata CEO Air India, Campbell Wilson kepada financialexpress, Sabtu (22/11/2025).

“Setelah memverifikasi bahwa pesawat itu memang milik kami, kami pun melakukannya. Dengan begitu kami telah membersihkan satu lagi ‘sarang laba-laba lama’ dari lemari kami,” ujar Wilson.

Pesawat berusia lebih dari 40 tahun ini ternyata telah berada di sudut terpencil area parkir bandara sejak sekitar 2012. Selama bertahun-tahun, pesawat tersebut tidak tercantum dalam daftar aset resmi Air India, tidak masuk dalam laporan depresiasi. Kemudian juga tidak terhitung dalam inventaris saat proses penjualan maskapai kepada perusahaan baru.

Berawal dari Permintaan Bandara Kolkata ke Air India

Situasi ini baru terungkap setelah pihak bandara meminta maskapai tersebut untuk menyingkirkan pesawat yang sudah lama tidak beroperasi itu.

Manajemen Bandara Kolkata meminta Air India untuk memindahkan sebuah pesawat lama yang sudah tidak aktif. Permintaan ini kemudian memicu audit internal Air India, yang mendapati bahwa pesawat tersebut ternyata memang milik perusahaan, namun selama ini tidak termasuk dalam dokumentasi aset resmi. Kondisinya yang lama terbengkalai membuat pesawat kian sulit dan akhirnya tidak sadar keberadaannya.

Audit internal tersebut menyimpulkan bahwa pesawat itu merupakan Boeing 737-200 yang dahulu sebagai pesawat kargo dan bekerja sama dengan layanan pos. Setelah menghentikan operasional sekitar tahun 2012, pesawat ini tidak lagi dalam pengelolaan administratif. Akibatnya, status kepemilikan dan tanggung jawab pemeliharaannya tidak pernah ada dalam database maskapai.

Kasus ini mengungkap kelemahan besar dalam sistem administrasi Air India pada masa lalu. Pesawat yang tidak tercatat berarti tidak masuk dalam perhitungan nilai aset perusahaan saat privatisasi. Hal ini menunjukkan bahwa tata kelola inventaris dan sistem informasi maskapai sebelum pengelolaan oleh pemilik baru masih menyimpan banyak celah.

Di bawah manajemen Tata Group, kini sedang mengimplementasikan pembenahan besar-besaran, termasuk modernisasi data aset, integrasi sistem digital, serta audit menyeluruh terhadap berbagai fasilitas dan armada. Penemuan pesawat yang “hilang” ini memperkuat urgensi perbaikan tersebut dan menjadi bukti bahwa transisi manajemen membutuhkan proses verifikasi yang ketat.

Akhirnya Jual Pesawat “Hilang” Itu

Setelah identitas dan status kepemilikannya jelas, Air India memutuskan untuk menjual pesawat yang telah lama telantar itu. Walaupun rincian pembeli dan nilai transaksi tidak terpublikasi, penjualan tersebut terkonfirmasi pihak manajemen. Keputusan ini sebagai langkah tepat mengingat usia pesawat yang sudah tidak layak terbang serta tidak memiliki nilai operasional bagi maskapai.

Pihak manajemen menyebut kasus ini sebagai kejadian yang sangat tidak lazim. Menemukan pesawat yang tidak tercatat sama sekali dalam dokumen resmi merupakan indikasi betapa kompleksnya tantangan pembenahan administratif.

Air India berkomitmen untuk memperbaiki seluruh aspek pengelolaan aset, mulai dari sistem inventaris hingga tata kelola data. Dengan modernisasi manajemen dan pengawasan ketat, maskapai ini berharap dapat mencegah insiden serupa terulang di masa mendatang.

Penemuan pesawat Boeing 737 yang lama “hilang” ini bukan hanya kejadian unik, tetapi juga menjadi simbol perlunya transformasi menyeluruh dalam operasional Air India agar mampu bersaing sebagai maskapai global.

Tinggalkan Balasan