Gresik, Berita Nusantara 89. Satuan Lalu Lintas Polres Gresik memperketat penegakan aturan berkendara selama pelaksanaan Operasi Zebra Semeru 2025. Selanjutnya penggunaan ETLE Incar atau kamera tilang elektronik mobile. Polres gresik menargetkan sejumlah titik rawan pelanggaran dengan tujuan menekan angka kecelakaan dan meningkatkan disiplin pengendara di wilayah Kabupaten Gresik.
Petugas menerjunkan ETLE Incar ke beberapa lokasi dengan tingkat mobilitas tinggi. Kecamatan Manyar dan Bungah menjadi dua titik fokus utama karena memiliki catatan pelanggaran yang cukup dominan. Di wilayah tersebut, polisi menemukan beragam pelanggaran dengan dominasi pengendara sepeda motor yang tidak mengenakan helm standar. Selanjutnya pelanggaran rambu dan marka jalan, hingga pengendara yang tidak membawa kelengkapan surat kendaraan.
Polres Gresik : Operasi Zebra Semeru 2025 Seimbangkan Edukasi dan Penegakan Hukum
Kasat Lantas Polres Gresik, AKP Nur Arifin, menegaskan bahwa Operasi Zebra kali ini seimbang antara edukasi dan penegakan hukum. Ia menekankan bahwa tujuan utama operasi bukan semata memberi sanksi, melainkan mengurangi potensi kecelakaan. Menurutnya, kesadaran masyarakat harus melalui pemahaman bahwa aturan lalu lintas untuk keselamatan bersama.
“Ada penindakan juga terus edukasi masyarakat. Keselatamatan yang utama. Kepatuhan aturan lalu lintas kuncinya,” ujar Nur Arifin, Senin (24/11/2025).
Dalam satu hari operasi, sistem ETLE Incar mencatat sekitar 75 pelanggaran. Data ini menunjukkan bahwa perilaku berkendara masyarakat masih perlu peningkatan. Lebih jauh terutama terkait kepatuhan dasar seperti penggunaan helm yang benar. Meski begitu, polisi tidak hanya mengandalkan penindakan. Pendekatan humanis Polres Gresik tetap menjadi bagian penting dari kegiatan operasi, termasuk pemberian imbauan langsung kepada pengendara yang melintas.
Efisiensi ETLE dengan tilang elektronik, semakin memberikan efek jera ke pelanggar. Juga mengurangi interaksi langsung antara petugas dan masyarakat selama proses penindakan,” pungkasnya.
Penggunaan ETLE Incar juga menjadi strategi penting untuk meminimalkan interaksi langsung antara petugas dan pengendara. Dengan kamera mobile tersebut, setiap pelanggaran dapat terekam, teridentifikasi, dan terproses tanpa melakukan pemberhentian manual. Hal ini membuat operasi lebih efektif sekaligus mengurangi kemungkinan gesekan antara petugas dan masyarakat.
Operasi Zebra Semeru 2025
Operasi Zebra Semeru 2025 berlangsung mulai 17 hingga 30 November 2025. Dalam periode tersebut, Polres Gresik menargetkan terciptanya budaya tertib lalu lintas melalui strategi preemtif, preventif, dan penegakan secara digital.
Sebelum operasi, jajaran Polres Gresik menggelar apel kesiapan yang memuat serangkaian arahan tentang sasaran prioritas penindakan. Beberapa pelanggaran yang menjadi fokus antara lain penggunaan helm tidak sesuai standar, berkendara melawan arus, pengendara di bawah umur, serta pelanggaran dasar lainnya yang berpotensi menimbulkan kecelakaan.
Dengan ETLE Incar pada titik-titik rawan, agar perilaku berkendara yang tidak tertib dapat minimal. Teknologi ini memungkinkan polisi menjangkau lebih banyak lokasi secara bergantian sekaligus mengawasi pelanggaran dengan presisi tinggi. Selain meningkatkan efektivitas, metode ini memberi efek jera tanpa tindakan represif berlebihan.
Secara keseluruhan, Operasi Zebra Semeru 2025 di Polres Gresik menjadi momentum untuk mengoptimalkan teknologi dalam meningkatkan budaya disiplin di jalan raya. Menggabungkan pendekatan edukatif dan penegakan modern, Polres Gresik menegaskan bahwa keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas tertinggi. Harapannya, kehadiran ETLE Incar mampu mendorong perubahan perilaku pengendara sehingga dapat menekan angka kecelakaan.













