Lumajang, Berita Nusantara 89. Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) mengerahkan Brimob membantu warga membersihkan endapan lahar dingin Semeru, Senin (24/11/2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari operasi kemanusiaan besar-besaran untuk merespons dampak bencana dan mempercepat pemulihan warga terdampak.
Satuan Brimob Polda Jatim turun langsung ke lokasi pengungsian dan pemukiman terdampak. Mereka terlibat dalam pembersihan material vulkanik—abu, lumpur, dan puing sisa lahar—dari rumah warga. Karena banyak keluarga yang kehilangan tenaga atau tidak memungkinkan membersihkan sendiri. Keterlibatan Brimob sebagai dukungan fisik yang sangat terasa langsung.
Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast, menjelaskan kegiatan operasi ini. “Bantu warga membersihkan material lahar, buka akses jalan,” ujarnya.
Tidak hanya itu, Polda Jatim mendirikan dapur lapangan untuk memenuhi kebutuhan logistik warga. Aktivitas memasak dan pembagian makanan gratis setiap hari bagi pengungsi, tim SAR, dan petugas yang bekerja di zona bencana. Dapur ini menjadi pusat bantuan yang penting, terutama untuk menjaga asupan gizi dan ketersediaan makanan di saat krisis.
Polda Jatim : Dukungan Pemulihan Psikologis
Selain dukungan fisik dan logistik, Brimob juga menjalankan program pemulihan psikologis (trauma healing) di pos pengungsian. Mereka mengajak anak-anak lewat kegiatan edukatif dan kreatif, memberikan ruang bagi korban kecil. Kemudian melepaskan ketegangan mental pascabencana dan mulai pulih dari trauma.
Pendampingan emosional ini penting agar pemulihan traumatis warga lebih menyeluruh. Lebih jauh tidak hanya menumpuk di sisi fisik tapi juga di hati dan pikiran anak-anak.
Kombes Pol Jules Abraham Abast, menegaskan komitmen Polri dalam siaga bencana. Lebih jauh, Polri berkewajiban memberikan perlindungan menyeluruh kepada warga terdampak bencana. Selanjutnya juga meminimalisir resiko bahaya dan memastikan mobilitas warga tetap aman.
Tim memprioritaskan keselamatan warga dan personel, mengatur tugas secara rapi. Sehingga pembersihan rumah serta pendistribusian bantuan berjalan lancar tanpa mengabaikan aspek kemanusiaan. Mereka memastikan bahwa seluruh kegiatan berjalan dengan empati dan rasa peduli yang tinggi.
Dalam proses evakuasi dan pembersihan, polisi tidak hanya fokus pada materi saja. Mereka juga membantu mengangkat barang-barang penting milik warga. Mulai dari dokumen, perabot rumah tangga, dan benda bernilai emosional—ke tempat yang lebih aman. Dengan demikian, warga bisa menyelamatkan harta benda sekaligus memulihkan kehidupan mereka dengan lebih terorganisir.
Polda Jatim membuktikan institusi kepolisian tidak hanya berfungsi sebagai aparat keamanan, tetapi juga sebagai pilar pelayanan publik dalam situasi krisis. Kehadiran mereka di lapangan tidak sekadar simbol, melainkan nyata dalam membantu beban warga, menjaga harapan, dan mendukung proses pemulihan pasca-erupsi.
Secara keseluruhan, langkah Polri melalui Polda Jatim memperkuat kehadiran negara dalam fase pemulihan bencana Semeru. Dengan menggabungkan aksi pembersihan, logistik, dan trauma healing, operasi ini menunjukkan komitmen tinggi untuk mendampingi warga terdampak secara menyeluruh. Warga yang telah kehilangan banyak hal juga merasakan dukungan penuh dari kepolisian. Wujud nyata bahwa dalam bencana. Juga kepedulian dan kerja sama institusi sangat penting untuk membangun kembali kehidupan yang lebih aman dan stabil.













