Squad Nusantara Inisiasi Gerakan 1.000 Pohon di Lawu

Upaya Kolektif Squad Nusantara Magetan Jaga Sumber Daya Air

Berita356 Dilihat

Magetan, Berita Nusantara 89. Squad Nusantara Magetan menginisiasi upaya pelestarian lingkungan di Kabupaten Magetan. Lebih jauh, kegiatan ini memiliki tajuk “Saatnya Menanam Kebaikan di Gunung Lawu“. Upaya ini merupakan memperkuat konservasi Gunung Lawu sebagai sumber utama ketersediaan air di Magetan.

Ketua DPC Squad Nusantara Magetan, Prasetyo Andi Wibowo, menyampaikan bahwa ia mengajak komunitas pelestari lingkungan Magetan. Kemudian sepakat untuk melaksanakan salah satu program yaitu penanaman 1000 pohon di Gunung Lawu. Kegiatan ini akan berlangsung pada 30 November 2025, tepatnya nanti di Bukit Kempong, Desa Geni Langit.

“Kami inisiasi dengan melibatkan komunitas pelestari lingkungan di Magetan. Kemudian sepakat dengan penanaman 100 pohon di Gunung Lawu,” kata Andi kepada redaksi, Rabu (26/11/2025)

Squad Nusantara Magetan : Investasi 20-30 Tahun Ke Depan

Konservasi Lingkungan dengan penanaman pohon sendiri merupakan program jangka panjang. Selanjutnya kegiatan ini merupakan bagian dari investasi lingkungan dan ketersediaan air bersih. Kemudian yang akan menuai adalah generasi mendatang, setelah 20-30 tahun lagi.

“Investasi sekaligus pencegahan defisit air di Magetan. Kita tahu, bahwa pertumbuhan penduduk cukup tinggi, sawah, lahan kosong dan hutan juga semakin minim. Dengan kondisi ini artinya kebutuhan air bersih juga meningkat, sedangkan ketersediaan stagnan,” kata Andi.

Lebih jauh, ketersediaan air bersih di Magetan mengalami stagnansi. Kemudian dari hal inilah komunitas pelestari lingkungan mencari jalan yang masif untuk mengatasi masalah ini. Mencari solusi efektif untuk mencegah defisit air bersih di masa depan.

“Debit air di Magetan dari tahun ke tahun terus menurun. Bahkan beberapa waktu lalu sempat ada pembatasan penggunaan air. Jika ini berlanjut, dampaknya langsung terasa pada pertanian dan kebutuhan masyarakat,” jelas Andi.

“Kalau tidak bergerak sekarang, ke depan kita akan kekurangan air,” pungkasnya.

Donasi Bibit Untuk Lawu

Kegiatan ini juga membuka partisipasi masyarakat untuk menyumbangkann bibit. Anton Suseno, Aktivis Bank Sampah Magetan, yang juga berkolaborasi dalam kegiatan ini menegaskan perlunya partisipasi bersama. “Kami membuka donasi bibit. Alhamdulillah, ini sudah beberapa mulai dropping,” ujar Anton.

Menurutnya, bibit yang perlu seperti beringin, sengon, aren, dan lainnya. Lebih jauh, pohon beringin memiliki kemampuan mengikat air. Hal ini sangat bermanfaat untuk menumbuhkan sumber air baru yang akan menjadi penopang kebutuhan air di sekitar Lawu.

Namun, ia tidak membatasi jenis bibit, menurutnya bibit tanaman buah juga dapat berguna untuk kelestarian fauna di hutan Lawu. “Kami juga buka untuk tanaman lain, misalnya buah. Bibit ini bagus untuk kelestarian kera dan monyet atau binatang lain di sekitar lokasi konservasi,” tambah Anton.

Kemudian, ia menyoroti kondisi Gunung Lawu yang tampak hijau namun sebenarnya banyak tertutup tanaman perdu. Selanjutnya, saat musim hujan akan hijau, namun akan mengering saat kemarau. Tanaman jenis ini tidak mampu menyimpan air, sehingga perlu pohon berakar kuat seperti beringin untuk menjaga cadangan air bawah tanah.

Ia menegaskan bahwa pohon beringin dan aren menjadi prioritas karena kemampuannya menyerap dan menyimpan air. Penanaman bukan hanya untuk menjaga lingkungan, tetapi juga mencegah bencana seperti longsor dan kekeringan. Menurutnya, Gunung Lawu merupakan benteng utama sumber air di wilayah Magetan, sehingga pelestariannya adalah tanggung jawab bersama.

Selanjutnya, persiapan sudah dalam tahap pematangan detail rencana. Kemudian juga ada koordinasi dengan pihak-pihak terkait termasuk Pemerintah Daerah.

“Pematangan rencana dan aksi. Koordinasi Perhutani, CDK, LMDH yang terkait lahan konservasi. Desa dan Pemda serta aparat keamanan juga sudah. Bismillah, tinggal jalan,” pungkasnya.

Squad Nusantara Magetan : Open Donasi Bibit

Gerakan penanaman ini terbuka untuk umum. Siapa pun dapat menyumbangkan bibit pohon, baik perorangan maupun lembaga. Jenis tanaman sesuai dengan rekomendasi Perhutani, CKDK, dan LMDH agar sesuai dengan kebutuhan lahan konservasi.

Tanaman buah juga bisa karena dapat menjadi pakan satwa liar seperti monyet, sehingga membantu menekan konflik satwa dengan petani. Tidak ada batasan ukuran bibit, bibit siap tanam akan langsung masuk daftar tanam. Sementara yang kecil akan ada penyimpanan terlebih dahulu hingga waktunya siap tanam.

Program ini adalah gerakan berkelanjutan. Para penggerak menegaskan bahwa tujuan mereka adalah memastikan pohon benar-benar hidup dan memberi dampak jangka panjang.

Penanaman pohon sebagai investasi masa depan, sekaligus amal jariah yang manfaatnya untuk generasi berikutnya. Kegiatan penanaman pohon di Gunung Lawu berlangsung secara bertahap, dengan harapan mampu memperkuat cadangan air dan menjaga kelestarian ekosistem di wilayah Magetan.

DONASI BIBIT

Saatnya Menanam Kebaikan di Gunung Lawu

Tinggalkan Balasan