Barcelona Cetak Rekor Saat Kalah Dari Chelsea

Berita, Olahraga723 Dilihat

Jakarta, Berita Nusantara 89. FC Barcelona tetap mampu mencatatkan tonggak penting dalam sejarah klub Catalan itu. Rekor meskipun harus menelan kekalahan 0–3 saat bertandang ke markas Chelsea dalam lanjutan Liga Champions 2025/2026.

Terlepas hasil tersebut yang menjadi pukulan tersendiri, namun tidak memadamkan fakta rekor impresif ini. Sebelum laga itu Barcelona telah melalui perjalanan luar biasa dengan selalu mencetak gol dalam 53 pertandingan berturut-turut di semua kompetisi resmi.

FC Barcelona Pecahkan Rekor yang Bertahan Hampir 80 Tahun

Catatan impresif ini sekaligus memecahkan rekor lama Barcelona yang bertahan sejak 1944. Ketika mereka mencetak gol dalam 44 pertandingan beruntun. Rekor tersebut kini terlampaui dengan selisih yang sangat jauh. Hal ini menunjukkan betapa agresif dan konsisten lini serang Barcelona dalam hampir satu tahun terakhir.

Rangkaian itu setelah mereka gagal mencetak gol pada 15 Desember 2024 melawan Leganés — dan baru berakhir saat bertemu Chelsea. Selama periode 53 pertandingan tersebut, Barcelona tampil dominan. Mereka meraih 39 kemenangan, tujuh hasil imbang, dan hanya tujuh kali kalah.

Kemudian, rekor ini tercatat dalam 33 laga di LaLiga, 12 Liga Champions, 6 Piala Raja dan 2 Piala Super Spanyol.

Total 151 Gol, Lewandowski Top Scorer

Produktivitas gol sangat tinggi, mencapai total 151 gol. Beberapa pemain menjadi motor utama dalam rekor ini. Robert Lewandowski (27), Ferran Torres (23), Raphinha (20), Fermin Lopez (14), dan bintang muda Lamine Yamal (18). Mereka turut mencatatkan kontribusi besar dalam urusan membobol gawang lawan.

Tak hanya mencetak gol secara konsisten, Barcelona juga menghasilkan beberapa kemenangan besar yang menjadi sorotan selama rentang waktu itu. Kemenangan 7–1 atas Valencia pada Januari 2025 menjadi salah satu penampilan paling mencolok. Selain itu, mereka juga meraih kemenangan telak lainnya dengan skor 6–0 dan 6–1, menandai betapa efektifnya skema ofensif pelatih Hansi Flick.

Namun, rangkaian gol yang begitu panjang akhirnya terhenti ketika mereka berhadapan dengan Chelsea. Pertandingan berjalan berat terutama setelah Barcelona harus bermain dengan sepuluh orang menyusul kartu merah Ronald Araujo menjelang akhir babak pertama. Kondisi tersebut membuat Barcelona kesulitan mengembangkan permainan dan membuat mereka tak mampu menembus ketatnya pertahanan tuan rumah.

Pelatih Hansi Flick menilai bahwa pengusiran Araujo benar-benar mengubah jalannya pertandingan. Menurutnya, Barcelona kehilangan momentum dan harus menanggung beban fisik serta mental yang lebih berat karena harus bermain dengan kekurangan pemain di sisa laga. Chelsea memanfaatkan situasi tersebut secara maksimal, menekan Barcelona dan akhirnya mencetak tiga gol yang memastikan kemenangan.

Meskipun rekor itu terhenti, pencapaian 53 pertandingan beruntun dengan gol tetap menjadi prestasi besar. Periode tersebut mencerminkan konsistensi, kreativitas, dan daya serang Barcelona sebagai salah satu klub paling ofensif di Eropa. Rekor ini juga menunjukkan bahwa tim memiliki fondasi kuat yang bisa menjadi modal penting untuk menghadapi sisa musim di kompetisi domestik dan Eropa.

Berakhirnya rekor memang menjadi catatan pahit, tetapi Barcelona tetap memiliki alasan untuk menatap optimistis ke depan. Dengan kualitas tim yang ada, peluang untuk membangun kembali momentum dan mempertahankan dominasi masih sangat terbuka.

Tinggalkan Balasan