Dean James Tampil Buruk, Go Ahead Eagles Tumbang

Berita, Olahraga194 Dilihat

Stuttgart, Berita Nusantara 89. Pemain Indonesia, Dean James, mendapata sorotan dalam laga Go Ahead Eagles di kandang VfB Stuttgart, Jumat (28/11/2025). Asa Go Ahead Eagles untuk melangkah lebih jauh di kompetisi Liga Europa musim 2025/2026 harus tertunda secara menyakitkan.

Bertandang ke markas VfB Stuttgart dalam matchday kelima, tim asal Belanda tersebut kalah telak telak 0-4. Dalam pembantaian tersebut, sorotan tajam mengarah kepada bek kiri andalan mereka yang berdarah Indonesia, Dean James. Ia tampil jauh di bawah performa terbaiknya, bahkan ini salah satu penampilan terburuknya musim ini.

Dean James : Momentum yang Gagal

Pertandingan di Mercedes-Benz Arena ini seharusnya menjadi panggung pembuktian bagi Go Ahead Eagles setelah penampilan meyakinkan mereka di beberapa laga sebelumnya, termasuk kemenangan berkat dua assist krusial dari James. Namun, sejak peluit awal, perbedaan kelas antara kedua tim terlihat jelas.

Stuttgart bermain dengan kecepatan tinggi, memanfaatkan setiap celah di lini pertahanan Eagles. Gol pertama tuan rumah datang melalui skema serangan cepat. Kemudian kedua menjelang akhir babak pertama. Keunggulan 2-0 di paruh pertama sudah memberi sinyal buruk bagi tim tamu.

Harapan untuk comeback di babak kedua pun pupus setelah Stuttgart kembali menambah dua gol, menjadikan skor akhir 4-0. Kekalahan ini bukan hanya soal selisih gol, tetapi juga tentang kegagalan tim Belanda itu menunjukkan daya juang di panggung Eropa.

Penurunan Drastis Performa Sang Bek Sayap

Dean James, memiliki kemampuan maju ikut membantu serangan, ketangguhannya di lini belakang, kali ini tampak kesulitan. Menempati posisi bek kiri, ia menghadapi tekanan konstan dari winger lincah Stuttgart. Laporan pertandingan menunjukkan bahwa James kerap terlambat dalam menutup ruang dan kehilangan duel satu lawan satu. Beberapa gol Stuttgart berasal dari area pertahanan tanggung jawab pemain berusia 24 tahun tersebut.

Meski bermain penuh, Sofascore memberikan nilai buruk untuk performa Dean James. Lebih jauh, ia hanya mendapatkan rating 5,4. James hanya mencatatkan satu tekel, 2 intersep dan 2 sapuan. Kemudian hanya memenangkan 1 dari 2 duel. Ia bahkan menerima kartu kunging akibat melakukan pelanggaran yang cukup keras.

Selanjutnya, James juga ikut berkontribusi offensif. Ia tercatat melepaskan 1 tembakan ke gawang Stuttgart. Kemudian juga ada 3 umpang silang yang ia lepaskan, sayangnya umpan ini gagal menemukan sasaran. Sedangkan dari keseluruhan pertandingan ia memiliki akurasi umpan 88 persen (14/16).

Media olahraga Eropa, dalam evaluasi pasca-pertandingan, memberikan rapor merah kepada James, menempatkannya di daftar pemain dengan rating terendah di Go Ahead Eagles. Angka penilaian yang buruk itu kontras sekali dengan pujian yang ia terima saat Go Ahead Eagles meraih kemenangan dramatis atas Panathinaikos beberapa pekan sebelumnya.

Merosot Tajam Di Klasemen Liga Eropa

Kekalahan telak 0-4 ini memiliki dampak signifikan pada klasemen Grup X Liga Europa. Alih-alih mendapatkan poin yang bisa membuka jalan ke babak knockout.

Sebelumnya, Go Ahead Eagles berada di posisi 12 klasemen dengan poin 6. Hasil dari 4 kali main dengan 2 kali menang dan 2 kali kalah dengan selisih gol (-1). Kini Go Ahead Eagles kini harus puas turun keposisi 27 klasemen.

Penampilan James di laga ini menjadi pengingat bahwa meskipun memiliki darah Indonesia dan menunjukkan potensi besar, konsistensi adalah kunci di kancah Benua Biru. Bagi James, laga terakhir di fase grup akan menjadi kesempatan emas untuk menebus kesalahannya, menunjukkan karakter, dan membuktikan bahwa kegagalan di Stuttgart hanyalah sebuah kemunduran sesaat, bukan akhir dari ambisi Eropanya.

Para penggemar Timnas Indonesia, yang selalu menantikan kiprah pemain keturunan di Eropa, berharap James dapat segera bangkit dan kembali menunjukkan kualitasnya sebagai salah satu bek sayap paling menjanjikan.

Tinggalkan Balasan