Bandung, Berita Nusantara 89. Kementerian Sosial (Kemensos) Republik Indonesia mengumumkan pengerahan dana bantuan darurat sebesar Rp9,6 miliar. Alokasi cepat untuk penanganan korban bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah Utara dan Barat Sumatera.
Dukungan masif ini menjadi bagian integral dari respons cepat pemerintah pusat di bawah komando langsung Presiden Prabowo Subianto.
Menteri Sosial, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, menegaskan bahwa dana ini untuk mendukung kebutuhan logistik dan perlindungan darurat. Seluruhnya untuk di tiga provinsi terdampak parah: Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar).
“Sekarang [seluruh instansi] sedang bekerja. Semua instansi ya itu sedang bekerja di bawah arahan langsung dari Bapak Presiden yang memimpin. Tentu ada Kepala BNPB beserta TNI, Polri, Basarnas, dan pemerintah daerah.” Ujar Gus Ipul di Bandung, Jumat (28/11/2025), menggarisbawahi upaya penanganan yang bersifat terpadu dan serentak.
Strategi Penyaluran Cepat Kemensos Melalui Jaringan Lumbung Sosial
Dalam operasi penanggulangan bencana alam ini, Kemensos mengambil peran krusial pada sektor penyediaan logistik dan fasilitas perlindungan sementara (shelter).
Untuk menjamin kecepatan dan ketepatan distribusi, Kemensos memanfaatkan jaringan gudang dan lumbung sosial. Fasilitas ini telah tersebar hingga ke tingkat kecamatan dan kelurahan di area rawan bencana.
Gus Ipul menyebutkan bahwa sedikitnya 700 lebih lumbung sosial di kawasan tersebut aktif penuh untuk memasok kebutuhan darurat. Kemudian memastikan bantuan dapat menjangkau titik-titik terdalam yang terisolasi.
Strategi ini menjadi kunci mengingat banyak wilayah yang terputus akses daratnya akibat longsor dan banjir bandang. “Kita biasanya mengirim beberapa logistik yang ada di gudang-gudang kami atau di lumbung-lumbung sosial. Jadi kami punya gudang di provinsi, kami punya gudang di kabupaten/kota. Juga punya lumbung-lumbung sosial yang biasa kita tempatkan di kecamatan maupun di kelurahan-kelurahan yang rawan bencana,” jelasnya.
Bantuan melalui sistem logistik berjenjang ini sangat beragam dan sesuai dengan kebutuhan mendesak korban di pengungsian. Di antaranya mencakup tenda pengungsian yang kokoh, family kit (perlengkapan keluarga), matras atau kasur lipat. Selanjutnya selimut, pakaian (terutama untuk bayi dan ibu-ibu), makanan siap saji, hingga obat-obatan esensial.
Anggaran Bantuan Bencana Sumatera
Rincian Anggaran Awal dan Komitmen Tambahan DanaGus Ipul merinci bagaimana alokasi senilai Rp9,6 miliar. Pendistribusian pada tahap awal ini, berdasarkan hasil asesmen cepat di lapangan:
Sumatera Utara (Sumut): Menerima dukungan terbesar awal, yakni lebih dari Rp6 Miliar. Jumlah ini mencerminkan tingkat kerusakan dan populasi korban terdampak yang tinggi di wilayah tersebut.
Aceh : Alokasi dukungan senilai lebih dari Rp3 Miliar untuk penanganan evakuasi dan logistik.
Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) : Mendapatkan dukungan awal lebih dari Rp600 Juta dan nilai ini masih terus bergerak seiring perkembangan data.
Meskipun total dana awal sudah mencapai Rp9,6 miliar, Gus Ipul menegaskan bahwa angka ini bersifat dinamis dan dapat bertambah. “Semuanya sudah salur, dan juga terus berproses untuk melihat kebutuhan-kebutuhannya. Kalau memang perlu tambahan kita dorong terus,” tegasnya.
Nilai tersebut bahkan belum termasuk biaya operasional untuk pendirian dapur umum dan kebutuhan rehabilitasi lanjutan. Selain logistik, Kemensos juga menggerakkan seluruh sumber daya manusianya.
Tim Taruna Siaga Bencana (Tagana) dan relawan Kemensos lainnya telah berada di titik-titik bencana. Mereka akan membantu proses evakuasi korban, mengelola dapur umum di tempat pengungsian. Selanjutnya memastikan ketersediaan sarana prasarana air bersih untuk mencegah timbulnya penyakit pascabencana. Seluruh upaya ini merupakan wujud nyata kepedulian negara.











