Sibolga, Berita Nusantara 89. Kabar menghebohkan sempat muncul di publik terkait hilangnya Akhmad Syukri Nazri, Wali Kota Sibolga, Sumatera Utara, kini telah menemukan titik terang. Setelah hilang dan memicu kekhawatiran besar, Akhmad ternyata masih selamat.
Kondisi Syukri saat ini baik dan sehat, hanya kelelahan setalah 4 hari berjalan kaki. Suharyanto, Kepala BNPB, menjelaskan sudah melakukan komunikasi. “Sudah komunikasi. Alhamdulillah sehat, sekarang masih kecapekan,” ujar Suharyanto, Jumat (28/11/2025).
Insiden ini terjadi menyusul bencana banjir dan longsor parah yang memutuskan akses di wilayah tersebut, termasuk jalur rombongan Wali Kota.
Komunikasi Dengan Wali Kota Sibolga Terputus di Tengah Bencana
Politisi NasDem ini berjuang sendirian berjalan kaki selama tiga hari menembus jalur yang tertutup longsoran tanah dan lumpur. Ia melewati rute longsor antara Tarutung dan Sibolga. Rute ini saat ini sedang dalam proses pembukaan, Suharyanto menargetkan besok jalur ini sudah tembus.

Ketua DPP Partai NasDem, Bakhtiar Akhmad Sibarani, menyebut terakhir berkomunikasi Selasa (25/11/2025). Bakhtiar menjelaskan bahwa Syukri mengabarkan terjebak banjir dan longsor saat menuju Sibolga. Kemudian setelah ada kabar, ia mengungkapkan rasasyukurnya. “Alhamdulillah beliau sudah sampai Sibolga,” ujar Bakhtiar, melansir dari detikcom, Jumat (28/11/2025).
Ketua NasDem Sumatera Utara, Iskandar ST, menegaskan hal sama, Kamis (27/11/2025). “Memang belum bisa menghubungi, bukan dia saja, semua kader NasDem nggak bisa juga,” ujar Iskandar. Kemudian ia menjelaskan bahwa komunikasi terputus di wilayah terdampak.
Selanjutnya hal ini mempersulit distribusi bantuan untuk korban bencana. “Kita lagi cari jalan, mau beri bantuan. Jalan banyak putus, komunikasi semua putus,” katanya.
Menurut Iskandar, Syukri berangkat dari Medan pada hari Senin (24/11/2025). Syukri memutuskan berangkat setelah menerima laporan meningkatnya curah hujan di Sibolga. Sejak saat itu tidak ada bisa komunikasi lagi dengan Wali Kota.
Jalan Kaki Empat Hari Menembus Longsor
Wali Kota Sibolga dan rombongan hilang kontak setelah melakukan peninjauan ke daerah-daerah terpencil yang terdampak bencana. Terputusnya jaringan komunikasi dan akses jalan akibat longsoran besar membuat tim evakuasi kesulitan melacak keberadaan mereka. Spekulasi dan kekhawatiran masyarakat pun meningkat tajam selama masa hilangnya beliau.
Kepala BNPB, Suharyanto menjelaskan kondisi Wali Kota Sibolga selamat dan baik-baik saja. Selama hilang kontak, walikota harus berjalan empat hari menembus longsor.”Terjebak di rute longsor Sibolga Tarutung. Sekarang masih proses, target besok sudah tembus,” ujarnya. “Ngomong jalan kaki empat hari, terjebak di longsoran,” tambahnya.
Wali Kota Sibolga mengabarkan terjebak di daerah Sitahuis, Tapanuli Tengah. Terjadi longsor saat berusaha menuju Sibolga.
Kisah perjuangan Wali Kota Sibolga yang berjalan kaki menembus longsor selama 72 jam ini menjadi kisah heroik yang menyentuh dan memberikan semangat baru bagi masyarakat dan tim penyelamat yang sedang berjuang memulihkan kondisi wilayah pasca-bencana.












