Polri : Maksimalkan Operasi SAR dan Bantuan

Berita56 Dilihat

Jakarta, Berita Nusantara 89. Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menunjukkan respons cepat dan masif terhadap bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatera. Bencana alam terjadi di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar).

Lebih jauh, bencana ini terjadi secara masif dan bersamaan di 3 provinsi ini. Total data hingga saat ini, terdapat 311 kejadian bencana di 3 provinsi tersebut. Korban jiwa mencapai 174 jiwa dengan 12 ribu lebih KK yang mengungsi.

Polri : 28 Dapur Bantuan dari 22 Polda

Menurut Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko, dapur lapangan merupakan unsur krusial. Dalam penanganan bencana menyediakan makanan cepat saji bagi para pengungsi dan warga yang rumahnya terdampak banjir, longsor, dan kerusakan infrastruktur.

Kehadiran dapur lapangan ini komitmen Polri untuk memberikan pelayanan terbaik dan memastikan bahwa kebutuhan pangan dasar korban terpenuhi tanpa terkendala. Dalam upaya memastikan kebutuhan dasar korban terpenuhi, Polri telah menyiapkan sarana vital berupa 28 dapur lapangan. Yang beraasal dari 22 Polda di seluruh Indonesia, siap memobilasi ke zona terdampak.

“Dapur lapangan dari 22 Polda, total 28 dapur untuk pengungsi,” kata Brigjen Trunoyudo, Sabtu (29/11/2025). Ini akan mendukung distribusi makanan untuk pengungsi.

Pengerahan Logistik dan Dukungan Udara

Selain makanan, Polri juga mengerahkan bantuan logistik dalam skala besar ke tiga wilayah terdampak. Bantuan ini meliputi kebutuhan esensial seperti obat-obatan, kebutuhan ibu dan anak, tenda pengungsian dan kasur lipat.

Selanjutnya perahu karet dan pelampung evakuasi, hingga gergaji mesin untuk membuka akses jalan yang terputus di wilayah Sumbar.

Proses distribusi bantuan logistik ini menggunakan dukungan udara, yaitu helikopter milik Polisi Udara (Poludara) Baharkam Polri. Pengiriman via udara ini penting untuk mempercepat penyaluran logistik, terutama ke daerah-daerah yang akses daratnya terputus akibat dampak bencana. Penerbangan bantuan ini serentak menuju Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Kekuatan Personel dan Tim Khusus

Komitmen Polri dalam penanganan bencana ini tidak hanya terbatas pada logistik. Polri mengerahkan seluruh satuannya, termasuk melibatkan personel dalam jumlah besar untuk operasi kemanusiaan ini.

Brigjen Trunoyudo merinci bahwa total kekuatan personel Polri yang telah siaga. Polri telah menurunkan 97.924 personel. Khusus di wilayah terdampak, pengerahan personel telah secara spesifik. Polda Sumut menyiagakan 1.754 personel, sementara Polda Sumbar menyiapkan 2.743 personel.

Polri juga menyiapkan tim khusus, termasuk Tim K9 SAR dari Mabes Polri dan Polda jajaran. Tim ini untuk membantu operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) korban yang hilang akibat bencana. Pelibatan Tim K9 SAR ini akan berdasarkan analisis di lapangan. Mencakup kesaksian mengenai titik terakhir korban terlihat dan kondisi geografis serta cuaca di lokasi kejadian.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebelumnya telah menginstruksikan seluruh jajaran untuk selalu hadir di tengah masyarakat saat terjadi bencana. Bantuan langsung mulai dari evakuasi, pendirian posko pengungsian, hingga penanganan trauma (trauma healing).

Polri menyampaikan dukacita yang mendalam atas bencana yang terjadi dan menegaskan bahwa seluruh unsur kepolisian akan hadir memberikan pelayanan maksimal bagi masyarakat yang terdampak, menunjukkan kesiapsiagaan penuh dalam tugas kemanusiaan dan penanggulangan bencana.

Tinggalkan Balasan