Indomaret di Sibolga Jadi Sasaran Penjarahan

Berita183 Dilihat

Jakarta, Berita Nusantara 89. Indomaret di Sibolga menjadi sasaran penjarahan. Lebih jauh, penjarajan ini di tengah bencana alam di Sumatera. Laporan terbaru mengindikasikan bahwa beberapa gerai minimarket, termasuk Indomaret, menjadi sasaran penjarahan oleh sekelompok oknum masyarakat.

Dugaan kuat, insiden penjarahan ini terjadi sebagai dampak langsung dari terputusnya akses jalan utama untuk pendistribusian paket bantuan kemanusiaan. Banyak jalur darat di Sibolga yang tertimbun material longsor, membuat bantuan resmi dari pemerintah maupun pihak lain belum dapat menjangkau lokasi-lokasi terdampak dengan cepat dan efisien.

Situasi darurat ini, masyarakat kehilangan akses pangan, menciptakan kondisi yang tidak kondusif.

Indomaret Sibolga jadi sasaran penjarahan
Indomaret Sibolga jadi sasaran penjarahan

Konfirmasi dari Pihak Indomaret

Pihak Indomaret membenarkan insiden penjarahan yang terekam dalam video amatir dan beredar di media. Direktur Marcomm Indomaret, Bastari Akmal, mengakui bahwa sulitnya jalur logistik menjadi pemicu utama.

“Ya memang benar, jalur darat banyak jalan yang tertimbun longsoran sehingga bantuan bencana belum ada yang bisa menuju lokasi.” Ungkap Bastari saat konfirmasi pada Sabtu (29/11/2025).

Dalam video, terlihat sekerumunan masyarakat membawa barang-barang keluar dari dalam toko. Meskipun mengalami kerugian materiil akibat penjarahan tersebut, Indomaret memutuskan untuk tidak langsung membawa kasus ini ke ranah hukum.

Prioritas Utama: Kondusivitas dan Bantuan

Bastari Akmal menekankan bahwa prioritas utama perusahaan saat ini adalah memastikan kondusivitas daerah terdampak. Upaya utama harus fokus pada pengiriman bantuan kepada masyarakat terdampak.

“Belum memutuskan ke arah hukum, yang terpenting kondisi daerah tersebut segera dapat kondusif, utamanya segala bentuk bantuan bisa segera sampai di lokasi,” tegasnya.

Indomaret sendiri menyatakan telah berkoordinasi erat dengan pemerintah daerah setempat untuk menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang terdampak bencana alam. Meskipun menjadi korban penjarahan, perusahaan tetap berkomitmen untuk berperan aktif dalam meringankan beban masyarakat.

Kasus penjarahan ini menyoroti kerentanan logistik dan keamanan pangan di zona bencana. Hal ini juga menjadi pengingat bagi pemerintah dan lembaga terkait bahwa kecepatan pemulihan infrastruktur logistik pasca-bencana adalah kunci untuk mencegah potensi kekacauan sosial dan menjamin penanganan krisis berjalan dengan tertib.

Sibolga merupakan salah satu dari beberapa wilayah di Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat. Banjir bandang dan tanah longsor akibat cuaca ekstrem menerjang wilayan ini.

Tinggalkan Balasan