Anugerah Kehormatan Presiden Untuk Tokoh Gizi Dan Pangan

Berita379 Dilihat

Jakarta, Berita Nusantara 89. Presiden Prabowo anugerahkan tanda kehormatan kepada 70 tokoh yang aktif berkontribusi besar dalam penguatan gizi dan ketahanan pangan nasional. Penganugerahan tersebut menjadi bentuk apresiasi negara terhadap individu dan kelompok yang aktif mendukung program pemenuhan nutrisi serta ketersediaan pangan di Indonesia.

Penyerahan tanda kehormatan ini dalam rangkaian peresmian 1.072 SPPG dan 18 gudang ketahanan pangan. Sekaligus juga groundbreaking 107 SPPG Polri di seluruh Indonesia dengan pusat kegiatan di SPPG Polri Palmerah, Jakarta, Jumat (13/2/2026).

Penghargaan ini sekaligus menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat fondasi kesehatan masyarakat melalui perbaikan gizi dan sistem pangan berkelanjutan.

Presiden Prabowo : Bentuk Penghormatan Negara Atas Kerja Nyata

Dalam acara resmi tersebut, Presiden Prabowo menyampaikan bahwa ketahanan pangan dan perbaikan gizi merupakan prioritas pembangunan nasional. Menurutnya, keberhasilan program tidak lepas dari peran para tokoh di berbagai daerah.

Sebanyak 70 penerima penghargaan berasal dari beragam latar belakang. Mereka terdiri dari tenaga kesehatan, akademisi, penggerak komunitas, hingga pelaku sektor pertanian. Seluruhnya memiliki kontribusi nyata dalam meningkatkan kesadaran gizi masyarakat.

Presiden menegaskan bahwa penghargaan ini bukan sekadar simbol. Pemerintah berharap penghormatan tersebut menjadi motivasi untuk memperluas gerakan perbaikan gizi di seluruh wilayah.

Penerima Tanda Kehormatan : Dari Kepala BGN, Wakapolri Hingga Kapolres dan Tokoh Masyarakat

Presiden Prabowo menyematkan langsung tanda kehormatan kepada perwakilan penerima. Untuk kategori Bintang Jasa Utama, penghargaan kepada Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, atas kepemimpinannya dalam mengakselerasi program prioritas nasional, khususnya Makan Bergizi Gratis (MBG).

Sementara itu, Bintang Jasa Pratama kepada empat penerima, dan penyematan perwakilan kepala Wakapolri Komjen Pol. Dedy Prasetyo dan Wakil Kepala BGN Bidang Operasional Pemenuhan Gizi Irjen Pol. (Purn) Sony Sonjaya. Sedangkan pada kategori Bintang Jasa Nararya, penghargaan kepada lima penerima dan penyematan perwakilan kepada Irwasum Polri Komjen Pol. Wahyu Widada.

Selain itu, Presiden Prabowo juga menganugerahkan Satya Lencana Wira Karya kepada 60 penerima yang terdiri atas para Kapolda, pejabat utama Polri, Kapolres dari berbagai daerah, unsur pengawas internal, hingga tokoh masyarakat dan perwakilan dunia usaha yang berkontribusi dalam penguatan ketahanan pangan. Penyematan penghargaan tersebut perwakilan oleh Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Asep Edi Suheri, Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol. Whisnu Hermawan, serta Tokoh Masyarakat Peduli Ketahanan Pangan Zaini Sidi.

Penguatan Ketahanan Pangan Berkelanjutan

Selain aspek gizi, pemerintah juga menekankan pentingnya ketahanan pangan nasional. Upaya ini mencakup peningkatan produksi, distribusi yang merata, serta penguatan cadangan pangan strategis.

Dalam kesempatan itu, Presiden menyampaikan bahwa ketersediaan pangan yang stabil menjadi fondasi ketahanan negara. Oleh karena itu, kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat harus terus memperkuatnya.

Mendorong program-program berbasis pangan lokal agar mampu menopang kebutuhan gizi masyarakat. Pendekatan tersebut akan lebih adaptif terhadap kondisi wilayah masing-masing.

Penganugerahan tanda kehormatan ini agar mendorong semangat kolektif dalam memperbaiki kualitas sumber daya manusia. Gizi yang baik akan berdampak pada peningkatan kesehatan dan produktivitas masyarakat.

Pemerintah juga mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersama-sama menjaga ketersediaan pangan. Ketahanan pangan yang kuat akan mendukung stabilitas ekonomi nasional.

Tinggalkan Balasan