Surabaya, Berita Nusantara 89. Derby Jatim dalam laga klasik Persebaya Surabaya dan Arema FC di Super League 2025-2026 berakhir imbang 1-1. Laga di Stadion Gelora Bung Tomo ini tidak hanya menyajikan persaingan sengit, tetapi juga momen dramatis, Sabtu (22/11/2025).
Dengan hasil ini, Persebaya dan Arema sama-sama memiliki poin 16 di klasemen Super League. Lebih jauh, Persebaya unggul satu peringkat di atas Arema.
Derby Jatim : 2 Gol dan 1 Kartu Merah
Babak pertama berlangsung tanpa gol, meski kedua tim sama-sama menciptakan peluang. Persebaya sebagai tuan rumah menguasai bola lebih banyak dan menekan sejak menit awal, namun pertahanan Arema berhasil menahan gempuran. Arema sendiri mencoba beberapa serangan balik dengan pemain sayap cepat, tetapi belum berhasil menembus pertahanan lawan.
Memasuki babak kedua, situasi berubah cepat. Pada menit ke-63, terjadi gol bunuh diri yang memecah kebuntuan. Bek Persebaya, Dime Dimov, secara tidak sengaja mengubah arah tendangan silang pemain Arema. Kemudian bola meluncur ke gawang sendiri. Arema pun unggul 1-0.
Namun kegembiraan tim tamu tidak berlangsung lama. Hanya dua menit kemudian, Arema harus bermain dengan 10 orang setelah Matheus Blade menerima kartu kuning kedua. Dengan keunggulan jumlah pemain, Persebaya semakin mengambil inisiatif menyerang.
Keunggulan pemain tersebut langsung tuan rumah manfaatkan. Pada menit ke-73, Persebaya berhasil menyamakan skor melalui serangan balik cepat. Bruno Moreira berhasil membobol pertahanan Arema yang bermain dengan tekanan.
Skor 1-1 menjadi hasil akhir setelah kedua tim menjalankan sisa waktu dengan penuh intensitas, namun tanpa tambahan gol.
Hasil ini memberikan satu poin bagi masing-masing tim. Persebaya kini mengoleksi poin sama dengan Arema dalam klasemen. Bagi Arema, hasil imbang ini terasa seperti kehilangan kesempatan, karena bermain dengan satu pemain lebih sedikit namun tetap gagal mencuri kemenangan di markas rival.
Pelatih Persebaya memuji mental timnya yang mampu bangkit setelah momen tertinggal dan memanfaatkan keunggulan jumlah pemain. Ia menegaskan bahwa hasil ini harus menjadi pelajaran bahwa peluang kemenangan harus dimanfaatkan sejak awal.
Sementara pelatih Arema menilai bahwa laga ini adalah ujian karakter timnya. “Kami bermain dengan 10 orang namun tetap mampu menahan laju tuan rumah,” katanya, “tetapi tentu hasilnya tidak memuaskan.”
Dari sisi suporter, Derbi Jawa Timur kali ini kembali memperlihatkan atmosfer tinggi: ribuan suporter hadir dengan sorak sorai, lagu-lagu khas, serta koreografi di tribun. Kedua kelompok suporter menunjukkan rivalitas yang kuat, namun pertandingan berjalan aman dan tertib berkat pengamanan yang baik.
Ke depan, hasil imbang ini memberi tekanan bagi kedua klub. Persebaya merasa harus segera meraih kemenangan untuk masuk ke zona atas klasemen. Arema pula harus mengevaluasi lini belakang dan kedisplinan pemain agar tidak kembali kehilangan pemain karena kartu dalam laga krusial.









