Distribusi MBG Saat Lebaran 2026, Ini Skemanya

Berita648 Dilihat

Jakarta, Berita Nusantara 89. Badan Gizi Nasional. BGN atur skema distribusi MBG saat Lebaran dengan sistem paket bundling maksimal tiga hari. Kebijakan ini agar program Makan Bergizi Gratis tetap berjalan meski memasuki masa libur Idulfitri. Penyesuaian untuk menjaga kelangsungan pemenuhan gizi penerima manfaat. Distribusi tidak seperti hari biasa, melainkan pengemasan dalam paket khusus.

BGN menetapkan mekanisme khusus distribusi MBG selama periode libur Idul Fitri. Mekanisme di dalam Surat Edaran (SE) Nomor 3 Tahun 2026. Kepala BGN, Dadan Hindayana mengatakan, pada 18-24 Maret, tidak ada penyaluran MBG bagi seluruh sasaran penerima manfaat. Lebih jauh, untuk peserta didik maupun non-peserta didik, distribusi lebih awal.

“Pendistribusiannya pada hari terakhir pendistribusian sebelumnya yaitu pada hari Selasa, 17 Maret 2026. Berupa satu paket kemasan makanan sehat tiga paket bundling kemasan sehat untuk MBG. Alokasi hari Rabu, 18 Maret 2026 sampai Jumat, 20 Maret 2026,” jelasnya, Jakarta, Sabtu (14/2).

Distribusi MBG : Paket Bundling Maksimal Tiga Hari

Dalam skema ini, Badan Gizi Nasional (BGN) menyalurkan MBG dalam bentuk paket bundling. Setiap paket mencakup kebutuhan makanan hingga tiga hari.

Langkah tersebut untuk mengantisipasi keterbatasan operasional selama libur Lebaran. Dengan sistem ini, penerima manfaat tetap memperoleh asupan gizi tanpa terganggu jadwal libur. Paket yang dengan standar kualitas dan keamanan pangan. Menu agar tahan simpan dan tetap layak konsumsi.

Ia menjelaskan bahwa paket bundling merupakan penggabungan paket makanan kemasan sehat MBG untuk konsumsi beberapa hari sekaligus. Namun demikian, BGN menekankan batas maksimal makanan hanya bertahan untuk tiga hari.

“SPPG wajib menyampaikan edukasi singkat mengenai cara penyimpanan dan konsumsi bertahap paket bundling maksimal tiga hari, serta penegasan bahwa paket adalah khusus untuk sasaran penerima manfaat MBG,” ujar Dadan.

Sebelumnya, BGN memastikan pelayanan program pemenuhan gizi nasional ini tetap berjalan selama Ramadan, libur dan cuti bersama lebaran, serta Tahun Baru Imlek.

Penyesuaian Distribusi di Daerah

BGN juga mempertimbangkan kondisi tiap daerah dalam pelaksanaan distribusi. Mekanisme penyaluran dapat dengan kesiapan satuan layanan dan mitra penyedia makanan.

Pengawasan tetap untuk memastikan paket tepat sasaran. Koordinasi dengan pihak sekolah dan pemerintah daerah menjadi bagian penting dalam pelaksanaan kebijakan ini. Selain itu, BGN menegaskan bahwa prinsip transparansi dan akuntabilitas tetap terjaga selama proses distribusi.

Untuk kelompok rentan, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita usia 6–59 bulan, pelayanan MBG tetap berjalan penuh selama periode tersebut.

Sementara itu, di wilayah dengan mayoritas penerima manfaat yang tidak menjalankan ibadah puasa, pendistribusian MBG tetap mengikuti jadwal normal seperti hari biasa dengan menu siap santap.

Pada periode cuti bersama dan libur Tahun Baru Imlek, yakni 16-17 Februari 2026, tidak ada distribusi MBG. Memasuki awal Ramadan, yakni 18 hingga 22 Februari, pemberian makanan bergizi tersebut juga berhenti sementara. Distribusi MBG baru akan kembali pada 23 Februari 2026.

Kebijakan BGN atur skema distribusi MBG saat Lebaran mencerminkan komitmen menjaga keberlanjutan program gizi nasional. Meskipun masa libur, kebutuhan nutrisi penerima manfaat tetap menjadi prioritas.

Melalui paket bundling maksimal tiga hari, distribusi MBG agar tetap efektif dan efisien. Dengan demikian, pemenuhan gizi masyarakat tetap terjaga selama periode libur Idulfitri.

Tinggalkan Balasan