Surabaya, Berita Nusantara 89. Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jawa Timur menyelenggarakan kegiatan unik dalam rangka Operasi Zebra Semeru 2025. “Ngopi bareng” dengan warga setempat. Acara santai ini bukan sekadar temu ramah, tetapi juga menjadi sarana edukasi tertib berlalu lintas dan kampanye keselamatan jalan.
Dalam momen tersebut, petugas lalu lintas berbincang langsung dengan warga terkait aturan berkendara yang aman dan disiplin. Pendekatan ngobrol santai sambil ngopi membantu mencairkan suasana, sehingga pesan-pesan keselamatan bisa tersampaikan. Slenjutnya pendekatan humanis dengan lebih ramah dan menerima baik oleh masyarakat. Cara ini agar membangun kesadaran kolektif bahwa tertib berlalu lintas bukan semata soal penindakan, melainkan tanggung jawab bersama.
Pendekatan Humanis Ditlantas Polda Jatim
Kasubdit Keamanan dan Keselamatan Direktorat Lalu Lintas Polda Jatim menyatakan bahwa pendekatan edukatif seperti ini sangat penting. Karena banyak pelanggaran lalu lintas terjadi bukan hanya akibat ketidaktahuan, tetapi juga karena kurangnya pemahaman soal konsekuensi. Melalui dialog langsung, polisi ingin menjelaskan risiko berkendara sembarangan dan mengajak pengendara untuk lebih disiplin.
Salah satu poin utama sosialisasi adalah imbauan terhadap pelanggaran umum yang menjadi prioritas Operasi Zebra Semeru. Petugas menyoroti penggunaan helm standar, kelengkapan surat kendaraan seperti SIM dan STNK. Kemudian serta perilaku berbahaya seperti melewati batas kecepatan atau menggunakan ponsel saat berkendara. Kesadaran akan hal-hal ini krusial untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas di wilayah Jawa Timur.
Tidak hanya itu, polisi juga menyampaikan bahwa Operasi Zebra Semeru tidak hanya akan berfokus pada penindakan. Kemudian juga memberi apresiasi kepada pengendara yang tertib. Sistem “hunting” akan menggunakan kamera untuk mengidentifikasi pengendara patuh, dan akan mendapatkan hadiah berupa sebagai bentuk penghargaan atas kedisiplinan.
Sosialisasi Tertib Lalu Lintas dengan Komukasi Efektif
Melalui pendekatan “ngopi bareng”, Ditlantas Polda Jatim berhasil menjembatani komunikasi antara polisi dan masyarakat. Komunikasi dengan cara yang lebih hangat dan bersahabat. Warga merasa lebih dekat dengan petugas, sekaligus mendapat pemahaman bahwa polisi tidak hanya bertindak sebagai penegak hukum. Juga sebagai mitra dalam menciptakan keselamatan berkendara.
Kegiatan ini juga relevan dengan strategi humanis dalam operasi lalu lintas. Pendekatan persuasif dan edukatif di titik-titik kerawanan pelanggaran dapat menjadi bagian penting dari upaya penurunan insiden kecelakaan. Dengan memberikan ruang dialog, polisi membuka kesempatan warga untuk bertanya, menyampaikan keluhan, dan memahami aturan lalu lintas secara lebih mendalam.
Operasi Zebra Semeru adalah momentum untuk meningkatkan kepatuhan dan karakter berkendara di masyarakat. Melalui komunikasi yang bersahabat dan pendekatan apresiatif, kesadaran berlalu lintas yang baik bisa tumbuh dari akar. Bukan sekadar karena takut tilang, tetapi karena pemahaman dan tanggung jawab sosial.
Secara keseluruhan, strategi “ngopi bareng” ini menjadi salah satu inovasi penting dalam kampanye keselamatan jalan. Jika berkelanjutan, pendekatan semacam ini bisa memperkuat hubungan polisi dan masyarakat sekaligus memperkuat budaya tertib berkendara.













