Doa Polres Magetan dan Komunitas Ojol untuk Affan Kurniawan

Berita, Daerah, Jatim211 Dilihat
banner 468x60

Magetan, Berita Nusantara 89. – Suasana haru menyelimuti Masjid Shirat al-Mustaqim Polres Magetan pada Jumat (29/8/2025) sore. Ratusan jamaah yang terdiri dari jajaran kepolisian, anggota Bhayangkari, dan komunitas ojek online (ojol) berkumpul untuk menggelar salat ghaib bagi almarhum Affan Kurniawan.

Affan meninggal dunia setelah terlibat insiden dengan kendaraan taktis (rantis) Brimob di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, Kamis (28/8) malam. Kepergian pemuda itu sontak menimbulkan duka mendalam, tak hanya bagi keluarga, tetapi juga masyarakat luas. Dukungan dan doa pun terus mengalir, salah satunya dari Polres Magetan yang menginisiasi kegiatan ibadah bersama tersebut.

Salat ghaib berlangsung dengan penuh kekhusyukan. Imam memimpin doa-doa khusus untuk almarhum, memohonkan ampunan, rahmat, serta tempat terbaik di sisi Allah SWT. Para jamaah larut dalam suasana hening, menandai rasa kehilangan dan kepedulian yang tulus.

Kapolres Magetan, AKBP Raden Erik Bangun Prakasa, menyampaikan belasungkawa mendalam atas wafatnya Affan. Ia menekankan bahwa doa bersama ini merupakan wujud empati dan solidaritas dari jajaran kepolisian Magetan terhadap keluarga korban.

“Polres Magetan mengucapkan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas wafatnya saudara kita, Affan Kurniawan. Semoga almarhum husnul khotimah, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan,” ungkapnya.

Solidaritas Polres Magetan dan Komunitas Ojol

Selain jajaran kepolisian, komunitas ojol Magetan juga hadir dalam barisan saf salat. Kehadiran mereka mencerminkan solidaritas dan rasa persaudaraan. Sejumlah pengemudi ojol menyampaikan apresiasi atas langkah Polres Magetan yang mau membuka ruang kebersamaan dalam suasana duka.

Bagi komunitas ojol, kegiatan ini tidak hanya sebatas doa bersama, melainkan juga bentuk nyata kepedulian sosial dari aparat kepolisian. Mereka berharap kegiatan serupa dapat terus mempererat hubungan antara polisi dan masyarakat.

Insiden yang menimpa Affan kini mendapat sorotan luas di tingkat nasional. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah menyampaikan permintaan maaf secara langsung kepada keluarga korban. Ia berjanji mengusut kasus ini secara transparan dan memastikan penegakan hukum berjalan adil.

Sementara itu, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan bahwa kejadian tersebut harus mendapat penanganan serius. Kepala negara menekankan, siapa pun yang terbukti bersalah wajib menerima sanksi seberat-beratnya. Hal ini untuk menjaga kepercayaan publik terhadap institusi hukum dan memastikan tidak ada pelanggaran yang dibiarkan.

Refleksi dan Harapan

Kegiatan salat ghaib di Magetan ini tidak hanya sebatas ritual doa, tetapi juga momentum refleksi. Kapolres Magetan berharap kegiatan tersebut menjadi pengingat pentingnya menjunjung nilai kemanusiaan, menjaga ketertiban, dan mempererat ikatan antara aparat dan masyarakat.

“Semoga doa ini menjadi penghibur bagi keluarga, sekaligus pengingat bagi kita semua agar senantiasa menjunjung tinggi kemanusiaan dan keadilan,” kata Kapolres menambahkan.

Bagi masyarakat Magetan, doa tulus yang dipanjatkan di Masjid Shirat al-Mustaqim merupakan tanda bahwa kepedulian tidak mengenal batas wilayah. Meski insiden terjadi di Jakarta, rasa kehilangan dan solidaritas sampai hingga daerah.

Dengan suasana yang penuh keharuan, salat ghaib dengan doa penutup. Para jamaah tampak meninggalkan masjid dengan wajah sendu, sembari berharap almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT, dan keluarga senantiasa mendapat kekuatan menghadapi cobaan.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan