Ekstasi 75.000 Butir di Laka Lantas Tol Lampung

Berita, Daerah, Lampung97 Dilihat

Lampung, Berita Nusantara 89. Sebuah kecelakaan tunggal melibatkan mobil SUV di Tol Bakauheni–Terbanggi Besar (Tol Lampung), Jumat (21/11/2025). Hal ini justru mengungkap salah satu kasus narkoba terbesar dalam beberapa tahun terakhir. Petugas temukan puluhan ribu butir pil ekstasi di sekitar lokasi kecelakaan, tersebar dalam beberapa tas di dekat jembatan tol.

Kecelakaan terjadi pada pagi hari di kilometer 136 jalan tol tersebut. Mobil jenis Nissan X-Trail bernomor polisi D-1160-UN mengalami kerusakan parah di bagian depan. Anehnya, pengemudi dan penumpang mobil tidak ada di lokasi setelah kecelakaan, memicu kecurigaan bahwa ada niat untuk melarikan diri. Saat petugas dari TNI dan kepolisian memeriksa area, menemukan enam tas di bawah jembatan dekat lokasi kecelakaan.

Kronologi Penemuan Ekstasi

Anggota Koramil 411-11/Terbanggi Besar, Sertu Eko Wahyudi, menyaksikan langsung kecelakaan tersebut. Kemudian Serda Juntak, Anggota Korem 043/Gatam melintas, mereka kemudian memeriksa kondisi kendaraan tersebut.

Selanjutnya keduanya melakukan penyisiran area sekitar lokasi kecelakaan dan menemukan 6 tas di bawah jembatan tol. Kemudian mereka melaporkan penemuan tas mencurigakan tersebut ke Danramil 11/TB dan Dandim 0411/KM.

Tas-tas mencurigakan tersebut ternyata berisi 34 paket plastik hitam yang masing-masing berisi pil ekstasi berwarna merah, oranye, dan merah muda. Perhitungan awal aparat menyebut jumlahnya mencapai 75 ribu butir. Selanjutnya petugas melaporkan penemuan ini langsung ke Direktorat Narkoba Polda Lampung untuk pengembangan kasus lebih lanjut.

Kepala Biro Humas Polda Lampung kemudian mengonfirmasi bahwa narkoba tersebut telah ada di Direktorat Narkoba. Dia menjelaskan penyelidikan masih terus berjalan, termasuk pengejaran terhadap pemilik mobil yang kabur setelah kecelakaan. “Tim masih menyelidiki siapa yang bertanggung jawab atas ekstasi dalam jumlah besar ini,” ujarnya.

Komandan Kodim, Letkol Inf. Noval Darmawan, turut hadir di lokasi bersama jajaran Polri dalam menindaklanjuti penemuan tersebut. Ia menyatakan apresiasi kepada anggota Babinsa dan Koramil yang cepat melaporkan temuan narkoba sebelum tersebar lebih luas. Petugas kemudian mengevakuasi seluruh tas dan membawanya sebagai barang bukti.

“Saya berterima kasih atas kepekaan anggota lapor cepat, sehingga bisa menjadi dasar bagi Kepolisian dalam mengusut kasus penemuan narkoba ini,” kata Noval.

Penemuan Lencana Polri Dalam Mobil

Selain ekstasi, di dalam mobil juga ada lencana Polri yang memicu kecurigaan publik dan aparat. Lencana tersebut sempat menjadi sorotan karena bisa memberi kesan bahwa mobil tersebut memiliki keterkaitan dengan oknum aparat, meskipun belum ada konfirmasi resmi bahwa mobil tersebut milik polisi. Penemuan lencana ini menjadi salah satu titik penting penyelidikan, karena bisa membuka hipotesis keterlibatan oknum tertentu.

Lencana Polri dalam Mobil Ekstasi di Lampung
Lencana Polri dalam Mobil Ekstasi di Lampung

Belum jelas motif utama kecelakaan tersebut — apakah murni kecelakaan atau sengaja agar bisa membuang barang bukti narkoba bisa sebelum pemeriksaan polisi tiba. Namun, polisi dan militer setempat memastikan bahwa proses verifikasi dokumen kendaraan, identitas pemilik, dan jaringan pengedar ekstasi berlanjut.

Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Yuni Iswandari, menegaskan petugas masih melakukan penyelidikan dan mencari pemilik mobil. “Masih dalam penyelidikan. Masih berupaya melakukan pengejaran pemilik kendaraan tersebut dan pemilik barang tersebut,” katanya.

Kemudian terkait lencana anggota Polri di kursi pengemudi, Yuni menyebutkan jika lencana itu dapat dari mana saja. “Di mana aja kita bisa beli, di Jakarta Blok M, di Bandung juga kita bisa beli itu, semua orang bisa beli,” pungkasnya.

“Saat ini telah menyerahkan barang bukti ke Direktorat Narkoba Polda Lampung. Kami juga sedang melakukan pengejaran terhadap pihak yang bertanggung jawab atas upaya penyelundupan narkotika itu,” kata Kombes Yuni.

Polda Lampung berjanji akan menindaklanjuti semua fakta yang muncul, mengusut sedalam mungkin siapa dalang di balik pengiriman narkoba dalam jumlah besar itu. Penanganan kasus ini menjadi salah satu tolok ukur efektivitas kerja aparat gabungan dalam memberantas narkoba lintas provinsi melalui jalur tol.

Tinggalkan Balasan