Jakarta, Berita Nusantara 89. Sekretaris Jenderal PBNU, Gus Ipul, menyerukan agar seluruh pengurus dan warga Nahdlatul Ulama tetap tenang dan menjaga suasana tetap kondusif. Seruan ini di tengah riuhnya kabar internal tentang desakan agar Ketua Umum PBNU Gus Yahya, mundur, Jumat (21/11/2025). Pernyataan ini menjadi upaya untuk meredam spekulasi dan menjaga persatuan di tubuh organisasi islam terbesar di Indonesia.
Sorotan terhadap Ketum PBNU bermula dari risalah Rapat Harian Syuriyah yang tersebar. Lebih jauh, adanya terdapat desakan agar Yahya mundur karena beberapa poin evaluasi serius. Salah satu poin kuat adalah isu terkait undangan narasumber dengan jaringan internasional. Lebih jauh, narasumber terkait dengan jaringan zionisme internasional dalam AKN NU. Hal ini yang melanggar nilai organisasi. Selain itu, terdapat indikasi persoalan tata kelola keuangan yang tidak sesuai prinsip internal.
Musyawarah tersebut memutuskan Ketua Umum PBNU harus mengundurkan diri dari jabatannya. Selanjutnya, apabila dalam waktu tiga hari tidak mundur, maka akan memberhentikan Ketua Umum PBNU. Lebih jauh, Rais Aam PBNU, Miftachul Akhyar, menandatangni risalah rapat harian tersebut.
Namun, Gus Yahya sendiri menolak desakan tersebut dan menilai bahwa keputusan untuk mundur adalah sepihak. Ia menyatakan bahwa klarifikasi terbuka belum ada dan menginginkan dialog yang adil sebagai bagian dari penyelesaian persoalan.
Seruan Gus Ipul Jaga Kondusifitas Warga NU
Gus Ipul menegaskan bahwa yang terjadi ini merupakan dinamika organisasi dan sesuai mekanisme internal oleh struktur tertinggi NU. Selanjutnya ia meminta para pengurus di semua tingkatan — mulai dari PBNU, PWNU, hingga ranting kecil. Kemudian agar tidak terprovokasi oleh informasi yang beredar secara resmi. “Saya minta semua pengurus dan warga NU tetap tenang, tidak terbawa arus berita yang menyesatkan, dan tidak memperbesar kesalahpahaman,” ujarnya.
Menurut Gus Ipul, risalah rapat Syuriyah PBNU terkait desakan mundur terhadap Ketum PBNU adalah masalah organisasi melalui jalur resmi. Ia menegaskan bahwa semua perkembangan sebaiknya mengikuti saluran resmi dan melalui Syuriah yang merupakan pemegang otoritas tertinggi NU. “Ikuti seluruh perkembangan hanya melalui informasi resmi yang jajaran Syuriah PBNU. Jangan terpengaruh kabar yang tidak jelas sumbernya,” tutur Gus Ipul.
Ia juga menyerukan agar warga NU memperkuat ukhuwah dan solidaritas di tengah gejolak informasi. Menurutnya, bukan saatnya saling menjatuhkan atau menebar fitnah. Tetapi saat untuk memperkuat persatuan agar NU tetap solid dalam menghadapi berbagai isu. “Kita serahkan sepenuhnya kepada Rais Aam dan wakil-wakilnya. Insya Allah semua akan selesai dengan baik, proporsional, dan sesuai adab organisasi,” katanya.
Gus Ipul juga mengajak warga NU memperbanyak sholawat dan menjaga keteduhan hati sebagai refleksi semangat ukhuwah yang menjadi fondasi organisasi. Dia memandang bahwa keteduhan adalah nilai penting dalam menyikapi gejolak internal agar tidak menimbulkan perpecahan. “Mari tetap menjaga suasana teduh. Perbanyak sholawat, jangan ikut menyebarkan kabar yang tidak pasti,” lanjutnya.
Sebagai figur sentral, pernyataan Gus Ipul menjadi penting untuk meredam kegaduhan dan memastikan bahwa penanganan berada dalam jalur sah.











