Jakarta, Berita Nusantara 89. Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (KemenImipas) menggelar peringatan Hari Bakti pertama dengan penuh refleksi atas perjalanan satu tahun pembentukan lembaga tersebut. Acara puncak berlangsung di lapangan Lapas Narkotika Kelas IIA Cipinang, Jakarta Timur, Rabu (19/11/2025).
Menteri Imigrasi dan Permasyarakatan, Agus Andrianto memimpin lansung kegiatan ini. Momentum ini menjadi ajang konsolidasi sekaligus penegasan arah kerja kementerian di tahun-tahun mendatang.
Peringatan Hari Bakti tahun ini mengangkat tema “Satu Langkah, Satu Semangat, Satu Pengabdian untuk Bangsa”. Hal ini menggambarkan komitmen seluruh jajaran KemenImipas dalam memperkuat sinergi dan pelayanan publik.
Menteri Imipas : PRIMA sebagai Fondasi Dasar Membangun Pelayanan
Dalam sambutannya, Agus Andrianto menegaskan pentingnya menjadikan nilai PRIMA sebagai identitas utama institusi. Kelima nilai tersebut—Profesional, Responsif, Integritas, Modern, dan Akuntabel—sebagai fondasi dasar untuk membangun pelayanan yang berkualitas untuk masyarakat. Menurutnya, PRIMA tidak boleh berhenti sebagai slogan, tetapi harus menjadi karakter seluruh pegawai.
“Usia satu tahun, perlu memperkuat identitas kelembagaan melalui internalisasi nilai PRIMA. Bukan sekedar slogan, tetapi juga DNA organisasi. Karakter setiap insan imigrasi dan pemasyarakatan dalam menangani tugas,” tegas Menteri Agus Andrianto.
Agus juga menyoroti perjalanan setahun KemenImipas, yang bukan proses yang mudah. Sejak resmi berpisah dari Kementerian Hukum dan HAM, kementerian baru ini menghadapi masa transisi yang membutuhkan penyesuaian. Lebih jauh dalam struktur, pembentukan sistem baru, serta penyelarasan visi seluruh pegawai. Ia menekankan bahwa proses penyatuan langkah dan penyusunan pondasi menjadi kunci agar KemenImipas memiliki arah jelas dan kokoh menjalankan tugas.
Dalam arahannya, Menteri Agus mendorong seluruh jajaran untuk meningkatkan kecepatan dan ketepatan kerja. Ia memperkenalkan prinsip “gerak cepat, kerja cermat, dan berdampak luas” sebagai landasan operasional yang harus ada di setiap unit. Prinsip ini relevan untuk mendukung misi jangka panjang menuju Indonesia Emas 2045. Terutama dalam mewujudkan pelayanan publik yang modern, efektif, dan memberikan hasil nyata. Menteri Agus juga mengajak pegawai untuk mengembangkan budaya kerja adaptif. Kemudian juga memperkuat kolaborasi, serta mengakselerasi transformasi digital agar pelayanan semakin mudah dan berkualitas.
Hari Bakti Pertama Kemenimipas : Seremoni Hingga Kegiatan Sosial
Selain seremonial, peringatan Hari Bakti pertama juga dengan sejumlah kegiatan sosial. Sekretaris Jenderal Imipas, Asep Kurnia, menyerahkan 200 paket bantuan sosial kepada masyarakat di Cilegon sebagai bentuk kepedulian kementerian. Pada kesempatan yang sama, ia meresmikan Musala Al-Ikhlas yang telah selesai renovasi. Rangkaian acara semakin meriah dengan penyelenggaraan “Imipas Run” dengan sekitar 2.500 peserta. Direktorat Jenderal Imigrasi juga membuka layanan paspor khusus bagi 1.000 pemohon sebagai bentuk pelayanan langsung kepada masyarakat.
Melalui peringatan ini, KemenImipas kembali menegaskan komitmen untuk memperkuat budaya kelembagaan yang berintegritas. Selanjutnya meningkatkan kualitas pelayanan, dan memperluas dampak sosial bagi masyarakat.
Menteri Agus menyebut bahwa Hari Bakti pertama bukan penanda usia, tetapi titik awal untuk memperkokoh nilai PRIMA sebagai DNA organisasi. Ia berharap KemenImipas terus berkembang menjadi institusi yang profesional, modern, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi bangsa.













