HUT ke 1 Kemenimipas : Komitmen Layanan Humanis

Berita134 Dilihat

Jakarta, Berita Nusantara 89. Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) merayakan hari jadinya yang pertama. Menandai satu tahun perjalanan institusi di bawah kepemimpinan Menteri Agus Andrianto.

Dalam sambutannya Agus Andrianto menegaskan komitmen Kemenimipas. “Satu tahun perjalanan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan menjadi momentum untuk meneguhkan komitmen pelayanan yang lebih dekat, cepat, dan transparan, ” ujarnya .

” Melalui IMIFEST dan IMIPAS RUN, kami ingin menunjukkan bahwa pelayanan publik bisa hadir dengan humanis, partisipatif, dan menyenangkan bagi masyarakat.” Ujar Agus Andrianto, Minggu (16/11/2025).

Rangkaian Perayaan HUT ke 1 Kemenimipas

Pada momen penting ini, Menteri Agus menegaskan kembali tekadnya menghadirkan layanan publik yang transparan dan humanis. Perayaan juga dengan penyelenggaraan IMIFEST 2025, sebuah festival imigrasi oleh Direktorat Jenderal Imigrasi sebagai bagian dari peringatan Hari Bakti Kemenimipas. Festival ini tidak hanya bersifat seremoni, tetapi juga interaktif dan melibatkan masyarakat luas.

Ada pula IMIPAS RUN dengan rute 5K dan 10K dengan ribuan peserta dari publik, sebagai simbol kedekatan kementerian dengan warga. Dalam sambutannya, Menteri Agus menyatakan bahwa usia satu tahun bagi Kemenimipas bukan sekadar peringatan historis. Tetapi juga momentum untuk meneguhkan prinsip-prinsip pelayanan publik. Ia menekankan pentingnya pelayanan yang “lebih dekat, cepat, dan transparan”. Sekaligus menonjolkan karakter “humanis, partisipatif, dan menyenangkan” dalam interaksi dengan masyarakat.

Sebagai wujud komitmen tersebut, dalam IMIFEST disediakan layanan pembuatan paspor untuk 1.000 pemohon. Hal ini menunjukkan bahwa Kemenimipas tidak ingin hanya “merayakan” ulang tahun, tetapi sekaligus memberi. Menteri Agus juga menyampaikan bahwa Kemenimipas berdiri dengan semangat menjawab kebutuhan publik akan reformasi birokrasi.

Di usianya yang masih muda, kementerian ini menjadi lembaga yang adaptif dan inovatif. Menurut Agus, kehadiran Kemenimipas adalah wujud konkret dari upaya memperkuat aparatur negara. Upaya agar melayani publik dengan lebih baik — bukan hanya dari sisi efisiensi, tapi juga dari sisi kedekatan dan kepercayaan. Slogan “layanan transparan-humanis” menjadi fondasi etos kerja Kemenimipas.

Komitmen Transparasi dan Layanan Humanis

Transparansi diwujudkan melalui proses yang terbuka, mekanisme layanan publik yang dapat diakses, dan penyederhanaan prosedur agar publik tidak merasa terhambat. Sementara itu, pendekatan humanis berarti setiap interaksi dengan keramahan, empati, dan perhatian terhadap kebutuhan masyarakat.

Menteri Agus menyatakan bahwa pelayanan publik seharusnya bukan sekadar administratif, tetapi sebuah pengalaman yang menyentuh dan memberi nilai positif bagi warga.Lebih jauh, ia menegaskan bahwa reformasi bukan hanya terjadi di pusat, tetapi juga sampai ke unit-unit layanan imigrasi di seluruh negeri. Menurutnya, pegawai Kemenimipas perlu terus menumbuhkan profesionalisme yang berpadu dengan kepekaan sosial, sehingga pelayanan sebagai pelayanan — bukan sebagai beban birokrasi.

Agus mengajak seluruh staf kementerian untuk menjaga integritas, responsif terhadap kritik publik, serta selalu terbuka terhadap umpan balik agar layanan bisa terus berkembang.

Mengenai masa depan, Kemenimipas bercita-cita menjadi institusi yang makin mengakar di masyarakat sebagai “pelayan negara” sejati. Semangat mendasar pembentukan kementerian ini, menurut Agus, adalah menghadirkan sebuah wadah birokrasi yang modern dan berorientasi pada rakyat, bukan hanya sebagai pengelola imigrasi dan pemasyarakatan, tetapi sebagai mitra publik yang solutif.

Dia berharap bahwa dengan semangat itu, Kemenimipas dapat terus tumbuh dan memberi manfaat nyata bagi bangsa dan negara.

Secara keseluruhan, perayaan HUT ke-1 Kemenimipas menjadi lebih dari sekadar momentum simbolis: ini adalah deklarasi komitmen panjang untuk menjaga pelayanan yang transparan, cepat, dan bersahabat.

Menteri Agus pun menyampaikan optimisme bahwa dengan prinsip-prinsip tersebut, Kemenimipas akan terus memperkuat perannya sebagai institusi publik yang modern dan pro-rata terhadap kebutuhan masyarakat.

Tinggalkan Balasan