Tangerang, Berita Nusantara 89. Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) terus menunjukkan langkah nyata dalam mengembangkan program pembinaan warga binaan. Salah satu inovasi terbaru hadir melalui produk paving block dan batako ramah lingkungan. Produk hasil karya warga binaan di Lapas Kelas I Tangerang. Produk “Jawara Beton”, yang kini menjadi industri baru dengan daya saing di pasar konstruksi.
Menteri Imipas, Agus Andrianto, melakukan kunjungan kerja di Lapas Tangerang meninjau langsung produksi paving block berbahan Fly Ash Bottom Ash. Menurutnya, produk ini tidak hanya inovatif, tetapi juga menjawab tantangan pemanfaatan limbah industri. FABA yang sebelumnya kerap sebagai material buangan kini berhasil mengolahnya menjadi material konstruksi dengan standar kekuatan K100. Artinya, produk paving block tersebut memiliki tingkat ketahanan tekan yang baik. Paving ini setara dengan material beton ringan yang biasa dalam pembangunan jalan lingkungan maupun infrastruktur kecil.
Jawara Beton : Kualitas Standard Industri Dengan Semangat Industri Hijau
“Produk ini sangat potensial untuk dipasarkan, baik di lingkungan internal pemerintahan maupun ke sektor swasta. Kualitasnya sudah sesuai standar industri,” ujar Agus. Ia menambahkan bahwa keberadaan “Jawara Beton” sejalan dengan semangat green industry. Hal ini sekaligus menjadi bukti bahwa lapas dapat berperan dalam mendukung program pembangunan berkelanjutan.
Selain aspek lingkungan, program ini juga membawa dampak positif bagi pemberdayaan warga binaan. Melalui kegiatan produksi, mereka mendapatkan pelatihan kerja, keterampilan teknis, serta pengalaman industri yang bermanfaat setelah bebas nanti. Dengan program ini, bukan sekadar menghasilkan produk, melainkan bagian dari strategi reintegrasi sosial agar warga binaan memiliki bekal kemandirian ekonomi.
Direktorat Jenderal Pemasyarakatan menekankan bahwa “Jawara Beton” berpotensi menjadi salah satu unit usaha lapas yang mandiri dan berkelanjutan. Ke depan, akan memasarkan produk secara luas melalui kerja sama. Program kerjasama dengan pemerintah daerah, BUMN, maupun pihak swasta yang membutuhkan material konstruksi ramah lingkungan.
Selain itu, pemanfaatan FABA sebagai bahan baku juga berkontribusi dalam pengurangan dampak lingkungan. Limbah yang sebelumnya tidak berharga kini menjadi produk bernilai ekonomis. Hal ini sejalan dengan kebijakan pemerintah untuk mendorong circular economy. Model ekonomi yang berbasis daur ulang dan pemanfaatan kembali sumber daya.
Dengan semua keunggulan tersebut, Menimipas optimistis bahwa “Jawara Beton” akan menjadi cikal bakal industri baru berbasis lapas. Langkah ini agar bisa menjadi inspirasi bagi lembaga pemasyarakatan lain di Indonesia untuk mengembangkan produk serupa sesuai potensi masing-masing.
Inovasi ini membuktikan bahwa lapas bukan hanya tempat pembinaan, tetapi juga sentra produktivitas. Melalui kombinasi antara pembinaan, keterampilan, dan inovasi lingkungan, “Jawara Beton” dari Lapas Tangerang siap bersaing. Produk ini sebagai produk unggulan industri yang ramah lingkungan sekaligus mengangkat harkat warga binaan.