Bogor, Berita Nusantara 89. Kepala Divisi Humas (Kadiv Humas) Polri menegaskan pentingnya memperkuat strategi komunikasi publik di seluruh jajaran kepolisian. Lebih jauh mulai dari tingkat Polda hingga Polres. Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., menyampaikan dalam Apel Kasatwil 2025 di Mako Satuan latihan Brimob, Cikeas, Bogor, Selasa (25/11/2025).
Kegiatan yang mengusung tema ” Transformasi Polri yang Profesional untuk Masyarakat”, berlangsung 24-26 November 2025. Hadir dalam acara 36 Kapolda dan Karoops Polda serta 508 Kapolres dari seluruh Indonesia.
Kadiv Humas Polri : Transparansi Jadi Standar Era Modern
Dalam arahannya, Kadiv Humas menekankan bahwa transparansi bukan sekadar tuntutan publik, tetapi telah menjadi standar yang harus di era modern dan digital. Menurutnya, perkembangan teknologi informasi menuntut kepolisian untuk menyampaikan informasi yang akurat, cepat, dan kemudahan akses. Karena itu, setiap satuan kewilayahan agar lebih proaktif dalam memberikan penjelasan terkait kinerja, program, maupun penanganan kasus.
“Jangan tutupi kebaikan. Apa yang anggota kerjakan setiap hari, harus sampai ke publik. Itu bukti Polri hadir dan bekerja untuk masyarakat,” ujarnya.
Selanjutnya, Sandi menegaskan agar kinerja kepolisian dapat terdokumentasi melalui kanal resmi. Kemudian ini akan memberikan kemudahan akses informasi untuk masyarakat. Selanjutnya sorotan mengenai penguatan dan profesionalisme layanan innformasi publik, PPID. “Setiap Polda dan Polres harus memberikan layanan informasi publik, terbuka dan tertib. Bukan hanya wajib, tetapi pmenghormati hak masyarakat untuk tahu,” tambahnya.
Kadiv Humas juga menyoroti pentingnya menyampaikan informasi dengan bahasa yang mudah masyarakat pahami. Ia menegaskan bahwa kepolisian harus dapat menjangkau berbagai lapisan, mulai dari masyarakat umum hingga kelompok yang aktif mengonsumsi informasi digital. Penggunaan berbagai platform media sosial dan kanal resmi juga menjadi sorotan, mengingat arus informasi kini bergerak sangat cepat dan masif.
Sinergi Polri dan Media Massa
Dalam pertemuan tersebut, para Kapolda dan Kapolres untuk memperkuat sinergi dengan media massa. Menurut Kadiv Humas, hubungan baik antara Polri dan media sangat menentukan keterbukaan informasi yang sehat dan bertanggung jawab. Media memiliki peran strategis dalam menyampaikan perkembangan situasi kamtibmas, penindakan kejahatan, hingga capaian Polri yang berkaitan langsung dengan pelayanan publik.
Tak hanya itu, Kadiv Humas mengingatkan bahwa setiap pimpinan wilayah harus mendukung anggota di lapangan agar lebih siap menghadapi dinamika komunikasi publik. Ia menekankan perlunya meningkatkan kapasitas personel humas melalui pelatihan, workshop, hingga pemanfaatan teknologi terbaru untuk menunjang tugas-tugas kehumasan.
Dalam kesempatan tersebut, sejumlah isu strategis, termasuk pentingnya menjaga konsistensi dalam memberikan informasi, penguatan narasi positif. Kemudian upaya meminimalkan potensi kesalahpahaman di ruang publik. Kadiv Humas menegaskan bahwa penyampaian informasi yang keliru atau terlambat dapat memicu spekulasi dan mengurangi kepercayaan masyarakat.
Para pimpinan wilayah dari berbagai daerah juga menyampaikan pandangan terkait situasi keamanan serta tantangan komunikasi publik di sektor masing-masing. Mereka menyoroti meningkatnya aktivitas informasi digital, peredaran hoaks, serta tuntutan masyarakat terhadap keterbukaan dalam penanganan kasus tertentu. Kadiv Humas menanggapi bahwa Polri harus tetap adaptif dan responsif terhadap dinamika tersebut.
Pertemuan itu menjadi momentum untuk memperkuat komitmen transparansi. Tuntutan publik terhadap profesionalisme dan akuntabilitas institusi menigkat. Sehingga, Polri perlu menjaga kualitas komunikasi agar tetap selaras dengan nilai-nilai reformasi birokrasi yang sedang berjalan.
Di akhir sesi, Kadiv Humas kembali menekankan bahwa seluruh langkah komunikasi publik harus berorientasi pada kepercayaan masyarakat. Ia berharap setiap Kapolda dan Kapolres dapat mengimplementasikan strategi komunikasi yang lebih terbuka, modern, dan humanis. Selanjutnya untuk mendapatkan kepercayaan masyarakat.













