Jakarta, Berita Nusantara 89. KAI klarifikasi isu pemecatan petugas KRL tak terkait dengan kasus yang sebelumnya viral. Sebelumnya Kasus hilangnya tumbler milik seorang penumpang KRL yang sempat viral di media sosial beberapa hari terakhir.
Sebelumnya, kasus tumbler tuku sempat menjadi perbincangan luas ini di media sosial. Heboh postingan Threads @anitadwdl yang mengaku kehilangan tumbler tuku KRL. Kemudian ia menuding petugas tidak bertanggung jawab.
Dalam penjelasannya Anita mengaku lupa hingga tasnya tertinggal di Kereta Commuter Line rute Tanah Abang-Rangkasbitung.
Direktur KAI : Tidak Ada Pemecatan Petugas !!!
Di tengah heboh berita tersebut, jua menyebarnya kabar pemecatan seorang petugas KRL akibat insiden tumbler itu. Direktur Utama KAI, Bobby Rosyidin, menegaskan bahwa informasi itu tidak benar. Ia memastikan tidak ada pemecatan petugas karena tumbler tersebut. “Nggak ada pemecatan.” kata Bobby di Ayana Midplaza, Jakarta, Kamis (27/11/2025).
Bobby menyampaikan bahwa perusahaan telah mengecek ulang seluruh laporan terkait penanganan barang tertinggal. Termasuk kronologi penemuan tas milik penumpang yang sebelumnya hilang.
Dari hasil pemeriksaan, tidak ada indikasi bahwa petugas melakukan pelanggaran berat yang dapat mengakibatkan pemecatan. Karena itu, ia meminta masyarakat tidak mudah percaya pada kabar yang beredar di media sosial sebelum ada pernyataan resmi dari perusahaan.
KAI Commuter sebagai operator layanan KRL juga menegaskan hal serupa. Mereka menyebut kabar pemecatan petugas hanya berasal dari rumor yang berkembang di dunia maya. Hingga saat ini, status petugas yang dikaitkan dengan kasus tersebut masih aman dan tidak ada keputusan penghentian hubungan kerja. Perusahaan menyatakan masih melakukan investigasi internal untuk memastikan prosedur penanganan barang hilang dan tertinggal berjalan sesuai standar.
Layanan Lost And Found
KAI menjelaskan bahwa penanganan barang bawaan sebenarnya tetap menjadi tanggung jawab penumpang. Dalam aturan yang berlaku, petugas tidak memiliki kewajiban menjaga atau menjamin keamanan barang pribadi yang tertinggal di dalam kereta.
Layanan “lost and found” yang tersedia di stasiun hanya berfungsi sebagai bantuan tambahan jika ada penumpang yang melaporkan kehilangan, bukan sebagai fasilitas yang menjamin barang ditemukan kembali dalam kondisi utuh.
Meski begitu, KAI menekankan bahwa tidak ada unsur kesengajaan dalam insiden tumbler hilang tersebut. Perusahaan meminta masyarakat untuk tidak memojokkan petugas yang bekerja di lapangan karena mereka telah menjalankan tugas sesuai aturan. KAI juga mengimbau para pengguna untuk lebih berhati-hati menjaga barang pribadi selama perjalanan.
Atas viralnya kasus ini, perusahaan menyatakan akan memperbaiki lagi prosedur internal sehingga komunikasi antara petugas dan penumpang dapat berlangsung lebih baik. Selain itu, proses evaluasi juga dilakukan untuk melihat apakah ada celah yang perlu dibenahi dalam mekanisme pencatatan serta pelaporan barang tertinggal.
Dengan klarifikasi resmi ini, perusahaan berharap rumor mengenai pemecatan petugas tidak lagi berkembang dan publik dapat memperoleh informasi yang lebih akurat. KAI mengajak masyarakat untuk mengedepankan verifikasi informasi sebelum menyebarkannya, terutama jika berkaitan dengan reputasi seseorang atau institusi.









