Kapten Eko Ungkap Pendaratan Darurat Pesawat

Berita75 Dilihat

Karawang, Berita Nusantara 89. Pilot Kapten Eko Agus Nugroho, yang menerbangkan pesawat latih jenis ringan, akhirnya buka suara mengenai alasan di balik keputusan krusialnya melakukan pendaratan darurat di area persawahan Karawang, Jawa Barat.

Insiden terjadi ketika pesawat mengalami kendala teknis serius saat berada di ketinggian ribuan kaki, memaksa pilot memilih opsi pendaratan paling aman di luar landasan resmi. Pesawat berjenis GA28 ini take off dari Bandara Budiarto, Curug menuju Bandara Cakrabhuwana, Cirebon.

Kapten Eko : Pesawat Loss Power di 5.500 Kaki

Menurut penuturan Kapten Eko, pesawat mengalami kondisi “loss power” atau hilangnya tenaga mesin secara tiba-tiba ketika 10 menit mengudara. Mesin pesawat yang semula berfungsi normal mendadak kehilangan tenaga dorong, membuat pesawat tidak mampu mempertahankan ketinggian. Dalam hitungan detik, pesawat turun signifikan dari ketinggian sekitar 5.500 kaki. Kondisi itu membuat pilot harus segera mengambil keputusan agar pesawat tidak jatuh bebas secara tidak terkendali.

“Engine hidup, parameter masih oke. Tapi thrust tidak ada daya dorong.” ujar Eko saat ada di Kantor Desa Kertawaluya, Karawang, Jumat (21/11/2025).

Di tengah kondisi darurat tersebut, bandara terdekat untuk mendarat adalah Halim Perdana Kusuma. Namun lokasi tersebut tidak memungkinkan pendaratan darurat. Lebih jauh, mengingat wilayah itu padat penduduk dan jarak mencapai 35 mil.

Selanjutnya Kapten Eko menilai bahwa area persawahan yang membentang luas merupakan lokasi paling aman untuk pendaratan darurat. Menurutnya, lahan pertanian tersebut memiliki permukaan terbuka, minim hambatan, dan jauh dari permukiman penduduk. Hal itu menjadi pertimbangan utama agar pesawat tidak menabrak rumah warga atau menyebabkan korban jiwa. Ia juga menyebut bahwa sawah tersebut baru panen, sehingga tanah cenderung lebih lunak dan mampu mengurangi dampak benturan pesawat ketika mendarat.

Lima Kru dan Awak Pesawat Selamat

Pesawat lima orang penumpang itu berhasil menyentuh tanah secara terkendali meski mengalami guncangan cukup keras. Seluruh awak pesawat, termasuk co-pilot, teknisi, dan satu kru cadangan, selamat tanpa mengalami cedera serius. Setelah mengevakuasi diri, para kru langsung mendapatkan pemeriksaan medis untuk memastikan kondisi keselamatan mereka.

“Saya amankan kru dan awak. Alhamdulillah semua selamat, ujar Kapten Eko.

Kapten Eko menegaskan bahwa keputusan yang ia ambil merupakan bagian dari prosedur standar keselamatan penerbangan. Dalam situasi darurat, ia menempatkan keselamatan awak sebagai prioritas utama. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada warga lokal yang sigap membantu dan aparat keamanan yang cepat mengamankan lokasi.

Warga sekitar yang melihat kejadian tersebut sempat panik ketika mendapati pesawat melintas sangat rendah dan terdengar suara mesin yang tidak stabil. Beberapa saksi mata mengatakan pesawat tampak oleng sebelum akhirnya menukik perlahan menuju area persawahan. Tidak lama setelah mendarat, warga bersama aparat kepolisian mendekati lokasi untuk memastikan keselamatan awak dan membantu pengamanan area.

Pihak kepolisian kemudian memasang garis pengamanan di sekitar bangkai pesawat untuk mencegah warga mendekat terlalu dekat. Hal ini dilakukan sambil menunggu tim teknis dan otoritas penerbangan untuk melakukan investigasi lebih lanjut. Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dijadwalkan melakukan penyelidikan mendalam terkait penyebab hilangnya tenaga mesin, termasuk memeriksa kondisi pesawat, logbook perawatan, hingga rekaman komunikasi sebelum insiden.

Insiden ini menjadi pengingat pentingnya prosedur keselamatan dalam penerbangan, termasuk kesiapan pilot untuk mengambil keputusan cepat dan tepat dalam keadaan kritis. Meski mendarat darurat, keberhasilan pilot menjaga pesawat tetap terkendali dianggap sebagai langkah heroik yang mencegah terjadinya korban jiwa maupun kerusakan lebih besar.

Tinggalkan Balasan