Jakarta, Berita Nusantara 89. Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto merombak sejumlah jabatan strategis di Kopassus. Langkah ini setelah validasi organisasi TNI resmi berjalan pada Agustus 2025.
Sebanyak enam perwira mendapat penugasan baru di satuan elite tersebut. Perombakan ini untuk memperkuat struktur komando dan meningkatkan efektivitas operasi.
Brigjen TNI Ferdial Lubis, yang sebelumnya menjabat Wakil Komandan Jenderal, kini menjadi Wakil Panglima Kopassus. Posisi ini penting karena akan membantu Panglima dalam mengoordinasikan seluruh unsur pasukan.
Sementara itu, Brigjen TNI Putra Widastawa yang sebelumnya bertugas sebagai Staf Khusus KSAD, kini menduduki jabatan Inspektur Jenderal Kopassus. Jabatan ini berperan besar dalam pengawasan internal organisasi.
Brigjen TNI Yuri Elias Mamahi, yang semula mengisi kursi Inspektur Jenderal, kini menjadi Wakil Inspektur Jenderal Kopassus. Pergeseran ini menunjukkan adanya penyegaran dalam jajaran pengawas internal pasukan elite TNI.
Mutasi juga menyentuh perwira menengah. Kolonel Inf Donny Ismuali Bainuri, yang sebelumnya menjabat Paban I/Ren Sops TNI, kini sebagai Asisten Perencanaan Kopassus. Jabatan ini fokus pada strategi pengembangan organisasi.
Selain itu, Kolonel Inf Hendriyadi yang sebelumnya bertugas di Badan Intelijen Negara sebagai Agen Intelijen Ahli Madya, kini mengisi jabatan Asisten Intelijen Kopassus. Peran ini sangat vital dalam mendukung operasi khusus yang pasukan.
Perombakan terakhir melibatkan Kolonel Inf I Gede Putra Yasa. Perwira ini sebelumnya menjabat Inspektur Paspampres, kini menjadi Asisten Operasi Kopassus. Jabatan strategis tersebut memiliki peran langsung dalam kesiapan tempur.
Restrukturisasi Kopassus
Mutasi dan rotasi enam perwira tersebut merupakan bagian dari validasi organisasi TNI sejak beberapa bulan terakhir. Tujuannya adalah memperkuat jajarannya agar semakin responsif menghadapi berbagai ancaman.
Restrukturisasi ini juga menegaskan komitmen TNI dalam menyiapkan struktur pasukan elite yang lebih modern dan efektif. Dengan adanya penguatan jabatan strategis, agar mampu meningkatkan kemampuan koordinasi, perencanaan, hingga eksekusi operasi di lapangan.
Perombakan jabatan ini sekaligus menjadi bentuk adaptasi TNI terhadap perkembangan dinamika keamanan regional maupun global. Sebagai pasukan khusus, mereka memiliki peran vital dalam menjaga kedaulatan negara serta menghadapi ancaman non-konvensional.
Penataan ulang organisasi dapat memperjelas rantai komando di tubuh Kopassus. Dengan demikian, koordinasi antara pimpinan dan satuan pelaksana di lapangan bisa berjalan lebih cepat dan efisien.
Rotasi jabatan juga memberi ruang regenerasi kepemimpinan dalam tubuh pasukan elite. Para perwira yang kini menduduki posisi penting agar mampu menghadirkan inovasi baru untuk menjawab tantangan pertahanan masa depan.
Langkah Panglima TNI merombak enam jabatan strategis di Kopassus menegaskan bahwa modernisasi struktur militer menjadi kebutuhan mendesak. Kopassus yang memiliki reputasi tinggi di dalam maupun luar negeri harus terus memperkuat agar mampu menjalankan setiap misi dengan optimal.