Laboratorium Sabu Digerebek Personel Gabungan Di Sunter

Berita371 Dilihat

Jakarta, Berita Nusantara 89. Operasi gabungan Polri dan Bea Cukai gerebek lab sabu Sunter berhasil mengungkap pabrik narkotika tersembunyi di kawasan Jakarta Utara. Penggerebekan setelah aparat menerima informasi intelijen terkait aktivitas mencurigakan di sebuah bangunan sebagai lokasi produksi sabu. Dari operasi tersebut, petugas mengamankan sejumlah barang bukti dan beberapa orang yang terlibat dalam jaringan peredaran narkoba.

Tindakan tegas ini merupakan hasil sinergi antara Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dan Kepolisian Republik Indonesia dalam memberantas peredaran narkotika. Aparat menegaskan bahwa pengungkapan kasus ini menjadi bukti komitmen negara dalam memerangi kejahatan narkoba.

Direktur Interdiksi Narkotika Bea Cukai, R. Syarif Hidayat dalam keterangannya operasi gabungan selama tiga hari. Selanjutnya personel gabungan berhasil mengamankan 13 kilogram sabu.

“Pengungkapan kasus ini rangkaian pengawasan barang kiriman internasional dan pengembangan informasi. Berlangsung selama tiga hari, Jumat-Minggu, 13-15 Februari 2026. Operasi gabungan di beberapa lokasi, yakni apartemen di kawasan Pluit dan Sunter, serta sebuah rumah makan di Jakarta Timur,” ungkap R. Syarif Hidayat, Rabu (18/2/2026).

Kronologi Penggerebekan Lab Sabu di Sunter

Operasi penindakan setelah tim gabungan melakukan penyelidikan mendalam. Informasi awal mengarah pada dugaan adanya aktivitas produksi sabu di sebuah rumah di wilayah Sunter, Jakarta Utara. Petugas kemudian melakukan pengintaian untuk memastikan kebenaran informasi tersebut.

Lebih lanjut, Syarif mengungkapkan kecurigaan tersebut bermula saat pemeriksaan barang kiriman pos asal Iran. Lebih jauh, petugas pemindai X-Ray mencurigai barang kiriman tersebut, Kamis (12/2/2026).

Kemudian petugas menemukan kristal biru di dinding kemasan peti kulit. Selanjutnya setelah pengecekan mendalam, terbukti mengandung narkotika golongan I jenis sabu seberat 11,56 kilogram. Kemudian petugas menyerahkan barang bukti tersebut ke Subdit V Ditnarkoba Bareskrim Polri.

Lebih lanjut, petugas melakukan pengembangan kasus ini dan berhasil mengamankan seorang warga negara Iran berinisial KKF. Petugas mengamankan KKF sebagai penerima paket tersebut di sebuah apartemen di Pluit, Jumat (13/2/2026).

Pengembangan petugas gabungan berlanjut hingga Sabtu, (14/2/2026). Selanjutnya petugas kembali berhasil mengamankan tersangka SB sebagai peracik sabu. Lebih jauh, warga negara Iran ini tertangkap di apartemen di Sunter yang juga sebagai laoratorium sabu.

Di lokasi, petugas mengamankan peralatan laboratorium dan bahan kimia untuk memproduksi sabu. Selain itu, petugas juga menyita sejumlah barang bukti berupa narkotika siap edar sejumlah 1,683 gram.

“Jaringan ini berperan sebagai penerima sekaligus memproduksi ulang narkotika,” ujarnya. Syarif juga menegaskan bahwa pengungkapan ini memiliki makna penting bagi keselamatan publik.

“Penindakan ini menjadi bentuk nyata perlindungan terhadap masyarakat. Pengamanan setiap gram narkotika berarti kita mencegah potensi kerusakan ribuan generasi muda. Serta menjaga ketahanan sosial keluarga Indonesia,” tegasnya.

Sinergi Bea Cukai dan Polri

Pengungkapan lab sabu di Sunter ini menunjukkan pentingnya kolaborasi antarinstansi. Bea Cukai berperan dalam pengawasan peredaran barang, termasuk bahan penyalahgunaan kimia prekursor. Sementara itu, Polri melakukan penegakan hukum terhadap pelaku yang terlibat.

Kerja sama tersebut efektif dalam menekan peredaran narkotika, terutama di dalam negeri. Aparat juga mengingatkan bahwa peredaran narkoba tidak hanya merusak generasi muda, tetapi juga mengancam stabilitas sosial.

Keberadaan laboratorium narkotika di kawasan hunian padat penduduk menimbulkan risiko besar, seperti penyalahgunaan obat terlarang serta potensi bahaya kebakaran dan paparan bahan kimia beracun.

Dengan terbongkarnya laboratorium ini, aparat berharap dapat memutus rantai produksi dan distribusi sabu di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Penindakan terhadap laboratorium narkotika penting karena mampu menekan suplai di tingkat sumber.

Selain proses hukum terhadap para tersangka, penyidik juga menelusuri kemungkinan jaringan internasional yang terlibat. Pengawasan terhadap peredaran bahan kimia akan semakin ketat untuk mencegah kasus serupa terulang.

Keberhasilan Bea Cukai dan Polri gerebek lab sabu Sunter menjadi langkah signifikan dalam pemberantasan narkotika. Sinergi antarinstansi terbukti efektif membongkar praktik produksi ilegal. Aparat memastikan komitmen untuk terus memperkuat pengawasan dan penindakan guna melindungi masyarakat dari ancaman narkoba.

“Sinergi lintas instansi ini akan terus mempersempit ruang gerak peredaran narkotika sekaligus memastikan masyarakat memperoleh lingkungan yang lebih aman, sehat, dan produktif,” pungkas Syarif.

Tinggalkan Balasan