Jogjakarta, Berita Nusantara 89. Dalam peringatan Milad ke-113 Muhammadiyah pada tahun 2025, Pimpinan Pusat Muhammadiyah resmi memperkenalkan logo dan pedoman identitas visual terbaru. Peluncuran ini menjadi penanda konsistensi persyarikatan dalam memperkuat citra dakwah modern dan profesionalitas organisasi di era digital. Logo resmi tersebut untuk memastikan keseragaman penggunaan di seluruh kegiatan milad, baik di lingkungan pusat maupun daerah.
Logo Milad ke-113 tersedia dalam berbagai format digital sehingga dapat bisa aplikasi pada media publikasi daring, cetak, maupun perangkat promosi lainnya. Muhammadiyah juga menyiapkan panduan lengkap mengenai penggunaan warna, komposisi desain, tata letak, hingga ukuran ideal agar seluruh elemen persyarikatan memiliki standar visual yang sama. Langkah ini penting untuk menjaga kualitas komunikasi publik Muhammadiyah yang selama ini rapi, terstruktur, dan berorientasi pada dakwah pencerahan.
Makna Filosofis Logo Milad ke-113
Logo Milad ke-113 tidak hanya tampil sebagai simbol ulang tahun semata, tetapi juga memuat makna mendalam tentang perjalanan panjang Muhammadiyah. Angka “113” pada logo mencerminkan usia organisasi yang lebih dari satu abad, sekaligus menandai konsistensi perjuangan Muhammadiyah sejak tahun 1912. Desain angka tersebut dinamis untuk menggambarkan semangat gerakan modern, progresif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Salah satu elemen yang paling menonjol adalah bentuk pita yang mengalir tanpa putus. Pita tersebut menyimbolkan kesinambungan dakwah dari generasi ke generasi serta hubungan kuat antara nilai-nilai Islam berkemajuan dengan tantangan sosial di masa kini. Selain itu, terdapat visual Gedung Sate yang secara khusus sebagai ikon lokasi peringatan resepsi milad tingkat pusat pada tahun ini. Kehadiran siluet tersebut memberi pesan bahwa Muhammadiyah selalu dekat dengan identitas kebangsaan.
Logo ini tetap mempertahankan simbol matahari bersinar, ikon khas Muhammadiyah yang menandakan pencerahan, harapan, dan pengabdian kepada umat. Elemen itu sekaligus menjadi pengingat akan semangat mendidik, membangun, dan memberdayakan masyarakat yang menjadi karakter utama Muhammadiyah sejak awal berdiri.
Tema Milad: Memajukan Kesejahteraan Bangsa
Peringatan Milad ke-113 tahun ini mengangkat tema “Memajukan Kesejahteraan Bangsa”. Tema tersebut merefleksikan komitmen Muhammadiyah dalam mewujudkan kesejahteraan yang bersifat menyeluruh, mencakup aspek spiritual, moral, pendidikan, ekonomi, dan sosial. Di tengah dinamika nasional dan global, Muhammadiyah menegaskan perannya sebagai kekuatan civil society yang aktif memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa.
Pimpinan Pusat Muhammadiyah menegaskan bahwa tema ini juga sejalan dengan amanat konstitusi mengenai keadilan sosial. Melalui lembaga pendidikan, rumah sakit, program sosial, serta berbagai amal usaha lainnya, Muhammadiyah ingin memperkuat perannya dalam menciptakan masyarakat yang lebih sejahtera dan berkeadilan.
Untuk mendukung rangkaian acara milad, PP Muhammadiyah mengeluarkan edaran resmi yang mengatur tata pelaksanaan kegiatan. Seluruh tingkatan organisasi—mulai dari pusat, wilayah, daerah, cabang, hingga ranting—menyelenggarakan peringatan milad secara tertib, sederhana, efektif, dan tetap mencerminkan nilai dakwah berkemajuan. Penggunaan logo dan tema resmi wajib dalam seluruh publikasi agar pesan organisasi tersampaikan dengan baik dan konsisten.
Peringatan Milad ke-113 bukan sekadar seremoni, melainkan momentum untuk memperteguh jati diri Muhammadiyah sebagai gerakan pembaruan Islam. Di usia lebih dari satu abad, Muhammadiyah berharap identitas visual baru dan tema besar yang dapat menjadi penggerak untuk memperkuat program pemberdayaan, pendidikan, serta dakwah pencerahan bagi umat dan bangsa.











