Longsor Cilacap : Tim SAR Hentikan Pencarian Korban

2 Korban Belum Ditemukan

Berita700 Dilihat

Cilacap, Berita Nusantara 89. Upaya pencarian korban hilang akibat bencana longsor di Desa Citanduy, Kecamatan Dayeuhluhur, Kabupaten Cilacap, secara resmi tim SAR hentikan. Lebih jauh, penghentian operasi setelah sepuluh hari pencarian korban. Meski operasi pencarian telah selesai, dua warga yang sebelumnya hilang masih belum ketemu.

Keputusan penghentian pencarian ini setelah melalui evaluasi menyeluruh terkait kondisi lapangan dan potensi risiko bagi para petugas. Kepala Tim SAR Cilacap, M. Abdullah, menyampaikan permintaan maaf atas kekurangan selama operasi.

“Atas nama Basarnas, kami mohon maaf atas kesalahan selama pelaksanaan operasi pencarian korban, ujarnya, Minggu (23/11/2025).

Evaluasi Menyeluruh Tim SAR

Kepala Kantor SAR Cilacap menjelaskan bahwa keputusan ini bukan tanpa pertimbangan. Selama sepuluh hari operasi berlangsung, seluruh area sudah terpetakan dan tersisir. Lebih jauh dengan berbagai teknik, termasuk pencarian manual, penggunaan alat berat, hingga pemindaian area rawan. Namun upaya tersebut tidak membuahkan hasil.

“Operasi SAR hari kesepuluh selesai. Hasil belum menemukan 2 orang korban di worksite A-1 dan B-1,” ujarnya kepada wartawan.

Hasil penyisiran intensif selama sepekan terakhir belum menunjukkan tanda-tanda keberadaan korban. Kendati demikian, pemerintah daerah memastikan bahwa komunikasi dengan pihak keluarga korban tetap terbuka. Termasuk jika nantinya ada tanda-tanda baru yang memungkinkan upaya pencarian lanjut kembali.

Selain cuaca yang tidak menentu, medan pencarian yang licin dan labil menjadi hambatan besar bagi personel di lapangan. Kondisi tanah yang terus bergerak membuat upaya penggalian dengan alat berat harus secara hati-hati untuk menghindari longsor susulan yang dapat membahayakan tim.

Meskipun operasi berhenti, tim SAR tetap siaga dengan status monitoring. Artinya, apabila ada laporan temuan baru dari warga atau petugas di lokasi, proses pencarian bisa kembali buka sesuai kebutuhan.

Korban Longsor : 2 Korban yang Masih Ketemu

Dua warga yang hilang hingga penutupan operasi masing-masing adalah Maysarah Salsabila (14) di worksote A-1. Selanjutnya Vani Hayati (12) di worksite B-1. Keduanya tertimbun material longsor saat sedang berada di sekitar lokasi kejadian. Pihak keluarga menerima keputusan penghentian operasi ini dengan berat hati, namun memahami pertimbangan keamanan serta kondisi lapangan yang sangat sulit.

Pemerintah kecamatan dan desa setempat memberikan pendampingan psikologis kepada keluarga korban, sambil memastikan kebutuhan dasar mereka tetap terpenuhi. Selain itu, pemerintah daerah juga menegaskan komitmennya untuk memberikan dukungan dalam proses administrasi terkait bencana tersebut.

Pemerintah Daerah Minta Warga Tetap Waspada

Bupati Cilacap mengimbau warga yang tinggal di daerah rawan longsor untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan turun dengan intensitas tinggi. Pemerintah daerah sedang menyiapkan langkah mitigasi lanjutan, termasuk pembuatan jalur evakuasi dan edukasi kebencanaan bagi masyarakat.

Selain itu, Dinas Sosial dan BPBD Cilacap telah menyalurkan bantuan darurat kepada warga terdampak, sambil terus melakukan pendataan kebutuhan jangka panjang

Meski operasi pencarian korban resmi berhenti, pemerintah memastikan bahwa perhatian terhadap keluarga dua korban tetap menjadi prioritas. Monitoring di lokasi bencana akan terus berjalan, dan segala kemungkinan tindak lanjut terkait temuan baru. Bencana ini menjadi pengingat penting mengenai ancaman longsor di daerah perbukitan serta perlunya kesiapsiagaan yang lebih kuat bagi masyarakat maupun pemerintah daerah.

Tinggalkan Balasan