Serang, Berita Nusantara 89. Operasi Zebra Maung di wilayah Polda Banten mulai hari ini, Senin, 17 November 2025, dengan melibatkan sekitar 1.200 personel. Kegiatan penertiban lalu lintas ini akan berlangsung hingga 30 November 2025. Kapolda Banten, Irjen Hengki S., memimpin langsung apel kesiapan di Mapolda Banten.
Tujuan utama operasi ini adalah menekan berbagai jenis pelanggaran jalan. Sasaran yang menjadi fokus antara lain pengendara sepeda motor yang tidak memakai helm, penggunaan ponsel saat berkendara, pengendara yang melawan arus, serta pengemudi yang berada di bawah pengaruh alkohol. Selain itu, operasi juga menyoroti kendaraan truk yang melanggar aturan muatan dan jam operasional, serta knalpot yang tidak sesuai standar.
Operasi Zebra Maung : Pendekatan Humanis
Dalam pelaksanaannya, pendekatan pihak kepolisian bersifat edukatif dan persuasif. Petugas tidak semata menindak secara represif, tetapi juga memberikan arahan secara humanis kepada masyarakat. Hal ini sejalan dengan pemikiran bahwa penegakan hukum lalu lintas harus dengan edukasi agar efek positifnya lebih terasa di kalangan pengendara.
“Pendekatam edukatif, persuasif dan humanis. Dukungan untuk tilang E-TLE baik statis maupun mobile, “ujar Kapolda
Salah satu alat bantu operasi adalah sistem tilang elektronik (E-TLE), baik versi statis maupun mobile. Dengan sistem ini, petugas dapat memantau pelanggaran menggunakan kamera yang terpasang di titik-titik strategis. Sistem E-TLE memungkinkan penindakan pelanggaran tanpa harus menghentikan kendaraan langsung, sehingga lebih efisien dan transparan.
Penggunaan E-TLE pun memperkuat integritas operasi, karena hasil tangkapan kamera bisa menjadi bukti digital yang valid. Hal ini akan dapat mengurangi praktik pungutan liar atau intervensi langsung petugas yang bisa dipertanyakan.
Dalam konteks sosial, operasi semacam ini membawa dampak positif. Masyarakat menjadi lebih sadar akan pentingnya taat aturan lalu lintas. Kesadaran tersebut tidak hanya berkaitan dengan potensi denda, tetapi juga keselamatan diri dan orang lain. Dengan pola pendekatan edukatif, polisi berharap perilaku berkendara yang lebih tertib dapat menurun secara jangka panjang, tidak hanya selama masa operasi.
Namun, operasi semacam ini juga mungkin menghadirkan tantangan. Peningkatan pemeriksaan bisa menyebabkan kemacetan di titik-titik rawan. Selain itu, bagi beberapa pengendara, khususnya truk, ada tantangan dalam menyesuaikan muatan dan jadwal operasional agar sesuai aturan. Meski demikian, masalah ini sepadan jika dengan manfaat jangka panjang dari penurunan pelanggaran dan kecelakaan.
Tips Agar Tidak Kena Razia
Bagi pengendara umum yang berkendara di wilayah Banten selama Operasi Zebra Maung, ada beberapa langkah praktis agar tidak terjaring pelanggaran. Pertama, selalu pakai helm saat mengendarai sepeda motor. Kedua, hindari menggunakan ponsel saat berkendara karena risiko tidak hanya dari sisi hukum, tetapi juga keselamatan. Ketiga, patuhi rambu lalu lintas — terutama larangan melawan arus. Keempat, pastikan kendaraan memenuhi standar teknis, misalnya knalpot tidak modifikasi secara berlebihan. Bagi pemilik atau pengemudi truk, penting juga untuk memperhatikan aturan muatan serta jam operasional agar tidak melanggar regulasi.
Secara keseluruhan, Operasi Zebra Maung di Banten menegaskan komitmen aparat kepolisian untuk menegakkan hukum lalu lintas dengan cara yang modern dan edukatif. Dengan dukungan teknologi E-TLE dan pendekatan persuasif, agar pelanggaran umum dapat berkurang drastis dan keselamatan masyarakat meningkat. Operasi ini bukan sekadar penertiban sesaat, melainkan upaya membangun perilaku tertib lalu lintas yang berkelanjutan. Kepada seluruh masyarakat, khususnya pengguna jalan di Banten, operasi ini menjadi pengingat pentingnya taat aturan demi keamanan dan kenyamanan bersama.













