Jakarta, Berita Nusantara 89. Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, memastikan bahwa pemerintah telah mengaktifkan mode gerak cepat bantuan bencana Sumatera.
Merespons serangkaian musibah alam yang melanda sejumlah wilayah di sana. Komitmen ini dengan pengerahan bantuan logistik secara masif, baik melalui jalur darat maupun udara. Meskipun menghadapi tantangan cuaca ekstrem dan akses yang terputus.
Penegasan mengenai respons cepat ini oleh Presiden Prabowo dalam sambutannya pada Hari Guru Nasional 2025 di Indonesia Arena, kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Jumat (28/11/2025).
Di tengah suasana peringatan yang sakral, Presiden menyempatkan diri untuk menyampaikan rasa duka mendalam atas penderitaan masyarakat di beberapa provinsi.
“Pada saat sekarang kita merasakan bahwa ada saudara-saudara kita yang mengalami duka, musibah akibat bencana alam yang terjadi di beberapa tempat di Nusantara kita ini, yang terakhir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat,” ujar Prabowo, mengajak seluruh elemen bangsa untuk mendoakan perlindungan bagi para korban.
Prabowo : Pengerahan Skala Besar Sejak Hari Pertama
Presiden menekankan bahwa reaksi pemerintah terhadap bencana ini bukanlah respons yang terlambat. Menurutnya, pemerintah sudah mulai bergerak dan bereaksi sejak hari-hari pertama bencana melanda.
Koordinasi penanggulangan bencana alam yang terpusat penuh, melibatkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), TNI, Polri, hingga Kementerian Sosial untuk memastikan gerak cepat bantuan bencana Sumatera tepat sasaran.
Fokus utama adalah memastikan kebutuhan dasar para korban terpenuhi segera. Bantuan yang dikirimkan meliputi makanan siap saji, air bersih, obat-obatan, selimut, tenda pengungsian, dan peralatan medis. Distribusi ini memerlukan strategi khusus mengingat kondisi geografis yang sulit.
Kendala Cuaca dan Akses Memperberat Distribusi Logistik
Prabowo tidak menampik adanya kendala signifikan di lapangan yang memperlambat upaya penjangkauan bantuan. Ia mengungkapkan bahwa kondisi cuaca yang masih tidak menentu dan intensitas curah hujan yang tinggi menjadi tantangan utama.
“Memang kondisinya sangat berat, banyak yang terputus, cuaca juga masih tidak memungkinkan, kadang-kadang juga helikopter dan pesawat kita sulit mendarat,” jelasnya.
Prabowo Perintahkan TNI Kerahkan Pesawat Angkut Berat
Kerusakan infrastruktur jalan dan jembatan akibat banjir dan tanah longsor menyebabkan banyak desa dan kecamatan terisolasi. Situasi ini memaksa pemerintah untuk mengandalkan jalur udara sebagai prioritas utama pengiriman logistik berat dan evakuasi korban. Inilah alasan mengapa pengerahan pesawat angkut militer perlu.
Sebagai bukti nyata dari gerak cepat bantuan bencana Sumatera, Presiden Prabowo mengumumkan bahwa per pagi itu, empat pesawat angkut telah berangkat kembali menuju lokasi bencana.
“Tadi pagi kita telah berangkatkan 3 pesawat Hercules C-130 dan 1 pesawat A400 untuk kesekian kalinya. Kita kirim bantuan dan terus-menerus kebutuhan mereka di lapangan, kita dukung. ” Lanjut Prabowo, menandakan bahwa penerbangan logistik akan terus tanpa henti sesuai kebutuhan di posko-posko pengungsian.
Jenis pesawat C-130 Hercules dan A400 karena kapasitas angkutnya yang besar dan kemampuannya untuk mendarat di landasan yang minim. Langkah ini merupakan prioritas pemerintah untuk memastikan tidak ada korban yang terlewatkan dari jangkauan bantuan.
Pemerintah berjanji tidak hanya fokus pada bantuan darurat, tetapi juga pada tahap rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Seluruh kementerian dan lembaga terkait telah bekerja sama dalam jangka panjang guna memulihkan kembali kehidupan normal masyarakat, membuktikan komitmen penuh pemerintah dalam setiap musibah yang melanda bangsa













