Jakarta, Berita Nusantara 89. Pelaksanaan Ramadan di Masjid Istiqlal kembali menghadirkan rangkaian ibadah dan layanan sosial bagi jamaah. Pengurus masjid memastikan salat tarawih sebanyak 20 rakaat setiap malam. Selain itu, ribuan porsi takjil untuk berbuka puasa bersama. Program ini menjadi bagian dari upaya memakmurkan masjid sekaligus melayani umat selama bulan suci.
Setiap hari, sekitar 5.000 porsi makanan berbuka kepada jamaah yang hadir. Antusiasme masyarakat akan meningkat, terutama pada akhir pekan dan sepuluh hari terakhir Ramadan.
Rangkaian Ibadah Ramadan di Masjid Istiqlal
Tahun ini, Masjid Istiqlal mengusung ” Ramadan Hijau Ramadan Bersama ” dengan dua program Ubudiyah dan pendukung. Selanjutnya rangkaian program ini akan berlangsung selama Ramadan 1447 Hijriyah.
Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar, menjelaskan rangkaian kegiatan khusus di Istiqlal. ” Tarawih 20 rakaat, tambah witir jadi 23 rakaat,” ungkapnya.
“Rangkaian selanjutnya kultum dari penceramah dari berbagai latar belakang. Populer keilmuan, tokoh publik atau artis religius dan da’i kondang,” tambahnya.
Selain salat tarawih, kegiatan lain seperti tadarus Al-Qur’an, kajian keislaman, serta iktikaf pada sepuluh malam terakhir. Pengurus juga menyiapkan sistem pengaturan jamaah agar ibadah berlangsung tertib dan nyaman.
Untuk mendukung kelancaran kegiatan, koordinasi dengan aparat keamanan dan relawan. Langkah ini bertujuan menjaga ketertiban serta memastikan akses masuk dan keluar jamaah berjalan lancar.

Masjid Istiqlal : Penyediaan Ribuan Porsi Takjil
Dalam rangka menyemarakkan Ramadan di Masjid Istiqlal, panitia menyediakan ribuan porsi takjil setiap hari. Makanan berbuka tersebut gratis kepada masyarakat yang hadir menjelang magrib.
Kepala Sekretariat Masjid Istiqlal, Eneng Fatimah, mengungkapkan setiap hari ada 2.000 – 5.000 takjil untuk jamaah. ” Takjil 2.000. weekend 5.000. Jamaah di dalam, nanti ada petugas yang membagikan,” jelasnya.
Penyediaan takjil melibatkan kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk donatur dan lembaga sosial. Menu higienis dan memenuhi standar kelayakan konsumsi. Jamaah agar mengikuti arahan petugas saat pengambilan makanan agar pembagian berlangsung tertib.
Iktikaf dan Sahur
Tak hanya itu, pada 10 malam terakhir Ramadan, Masjid Istiqlal juga membuka pintu untuk jemaah yang ingin melakukan iktikaf. “Ada makan sahur untuk jemaah iktikaf namun terbatas sekitar 400. Harus mendaftar dahulu,” lanjut Fatimah.
Sejumlah fasilitas di Masjid Istiqlal juga telah siap maksimal. Sistem keamanan hingga fasilitas toilet maksimal demi kenyamanan jemaah.
“Toilet sudah tambah dan tersedia bagi jemaah disabilitas. Sistem keamanan juga, kami menggandeng Kapolri, satpam kemanan di masjid. CCTV masjid sudah jadi kalau ada kejahatan bisa terlacak,” jelas Nasaruddin Umar.
Sebagai penutup, Nasaruddin Umar mengatakan masjid terbesar di Asia Tenggara dengan kapasitas lebih dari 200 ribu jemaah ini agar bisa menjadi rumah bagi siapapun, bukan hanya umat Islam.
Program berbagi ini menjadi salah satu daya tarik utama. Banyak warga dari berbagai daerah datang untuk merasakan suasana berbuka di masjid terbesar di Asia Tenggara tersebut.
Setiap Ramadan, Masjid Istiqlal selalu menjadi pusat kegiatan keagamaan berskala nasional. Kehadiran ribuan jamaah setiap malam menunjukkan tingginya semangat beribadah masyarakat.
Pengurus berharap rangkaian kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kualitas ibadah, tetapi juga memperkuat kebersamaan. Suasana khusyuk dan tertib tetap terjaga hingga akhir bulan suci.
Pelaksanaan Ramadan di Masjid Istiqlal dengan tarawih 20 rakaat dan pembagian 5.000 porsi takjil mencerminkan komitmen pelayanan umat. Program ibadah dan sosial ini memberi kenyamanan sekaligus mempererat solidaritas antarjamaah sepanjang bulan Ramadan.













