Satgas Pangan Polri Turun Jaga Stabilitas Harga Jelang Ramadan

Berita1 Dilihat

Jakarta, Berita Nusantara 89. Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menurunkan Satgas Pangan Polri untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok penting selama bulan Ramadan. Langkah ini sebagai upaya antisipasi lonjakan harga dan kelangkaan pasokan yang kerap terjadi saat permintaan masyarakat meningkat. Kehadiran Satgas Pangan agar mampu memberikan rasa aman serta melindungi daya beli masyarakat.

Penugasan Satgas Pangan tersebut menegaskan komitmen Polri dalam mendukung kebijakan pemerintah menjaga kestabilan ekonomi, khususnya pada sektor pangan. Fokus pengawasan pada distribusi, ketersediaan, serta harga bahan pokok strategis di berbagai daerah.

“Kita sadari tiap mendekati Ramadan ada potensi harga meningkat. Sehingga hal ini menjadi fokus kami.” Ujar Kapolri dalam Rapat Pimpinan Polri 2026 di TMII, Jakarta, Selasa (10/2/2026).

Satgas Pangan Polri : Pengawasan Intensif Distribusi dan Harga Bahan Pokok

Kapolri menegaskan bahwa Satgas Pangan akan melakukan pemantauan langsung di lapangan, mulai dari pasar tradisional, pusat distribusi, hingga gudang penyimpanan. Langkah ini bertujuan memastikan distribusi bahan pokok berjalan lancar dan tidak terjadi praktik penimbunan yang merugikan masyarakat.

“Ramadan seoptimal mungkin jag harga khususnya sembilan bahan pokok. Satgas Pangan, di dalamnya ada sinergi Kementerian terkait,” ujar Kapolri Sigit.

Bahan pokok penting seperti beras, minyak goreng, gula, daging, telur, dan kebutuhan harian lainnya menjadi prioritas pengawasan. Dengan pengawasan yang ketat, Satgas Pangan agar mampu mencegah permainan harga yang dapat memicu keresahan publik selama Ramadan.

Sinergi Polri dengan Kementerian dan Lembaga Terkait

Dalam pelaksanaannya, Satgas Pangan tidak bekerja sendiri. Polri menjalin koordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait, termasuk instansi yang menangani perdagangan, pangan, serta logistik nasional. Sinergi lintas sektor ini penting untuk memastikan kebijakan pengendalian harga berjalan efektif.

Kapolri menekankan bahwa kolaborasi tersebut memungkinkan pemerintah dan aparat penegak hukum bertindak cepat apabila terdapat indikasi pelanggaran. Koordinasi juga untuk memastikan data stok dan distribusi bahan pokok akurat.

Penindakan Tegas terhadap Pelanggaran

Selain pengawasan, Satgas Pangan juga berwenang untuk menindak tegas pelaku usaha yang terbukti melakukan pelanggaran. Termasuk penindakan praktik penimbunan, spekulasi harga, maupun distribusi tidak sesuai aturan akan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Kapolri menegaskan bahwa penegakan hukum bukan untuk menekan pelaku usaha, melainkan untuk menjaga keadilan dan kepentingan masyarakat luas. Dengan langkah tegas ini, agar tercipta iklim usaha yang sehat dan transparan selama Ramadan.

Kehadiran Satgas Pangan di tengah masyarakat memberikan dampak positif, khususnya dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok. Masyarakat dapat memenuhi kebutuhan Ramadan tanpa terbebani lonjakan harga yang tidak wajar.

Di sisi lain, stabilitas harga pangan juga berkontribusi terhadap ketahanan ekonomi nasional. Dengan pasokan yang terjaga dan harga yang terkendali, tekanan inflasi dapat minimal, sehingga stabilitas ekonomi makro tetap terjaga.

Penurunan Satgas Pangan oleh Kapolri menjadi langkah strategis dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok selama Ramadan. Melalui pengawasan ketat, sinergi lintas sektor, serta penegakan hukum yang tegas, pemerintah dan Polri berupaya memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi dengan harga yang wajar. Upaya ini mampu menciptakan Ramadan yang aman, nyaman, dan stabil bagi seluruh lapisan masyarakat.

Tinggalkan Balasan