Sidang Isbat Malam Ini, Penentuan Awal Ramadan 2026

Berita799 Dilihat

Jakarta, Berita Nusantara 89. Penetapan awal puasa 2026 akan pemerintah umumkan melalui sidang isbat Kementerian Agama. Lebih jauh, keputusan ini menjadi acuan umat Islam di Indonesia untuk memulai ibadah Ramadan tahun ini. Selanjutnya penyampaian hasil sidang tersebut setelah melalui rangkaian pemantauan hilal dan pembahasan bersama para ahli serta perwakilan organisasi keagamaan.

Sebelumnya, melansir akun instagram resmi Kementerian Agama, pengumuman penetapan awal puasa pada hari ini, Senin (17/2/2026) Pukul 19.05 WIB.

Sidang Isbat dan Proses Penentuan

Sidang isbat berlangsung dengan melibatkan sejumlah pihak. Hadir perwakilan organisasi masyarakat Islam, pakar astronomi, serta instansi terkait.

Lebih jauh, kegiatan dengan pemaparan posisi hilal berdasarkan perhitungan astronomi atau hisab. Kemudian pada tahap ini tim ahli akan memaparkan data posisi hilal atau sabit muda berdasarkan perhitungan astronomi.

Selanjutnya, tim melakukan verifikasi hasil rukyatul hilal dari berbagai titik pemantauan di Indonesia. Kemudian pembahasan data tersebut kemudian secara tertutup sebelum penetapan keputusan final.

Berdasarkan hasil sidang, pemerintah akan menetapkan 1 Ramadan 1447 Hijriah. Pengumuman resmi ini melalui akun Youtube Kementerian Agama dan Bimas Islam TV.

Agenda : Sidang Isbat Penentuan 1 Ramadhan 1447 H, Selasa, 17 Februari 2026 Pukul 16.30-19.05 WIB

Rincian Tahapan Sidang Isbat

Seminar Posisi Hilal – 16.30 WIB.
Pelaksanaan Sidang Isbat – 18.30 WIB.
Konferensi Pers Penetapan 1 Ramadhan 1447 H – 19.05 WIB.
Lokasi: Hotel Borobudur, Jakarta Pusat.

Sidang Isbat

Peserta Sidang Isbat penetapan awal Ramadan dari berbagai unsur penting, yakni:

  • Perwakilan organisasi masyarakat Islam
  • Majelis Ulama Indonesia (MUI)
  • Perwakilan duta besar negara-negara Islam Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)
  • Ahli falak (astronomi)
  • Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)
  • Perwakilan Mahkamah Agung

Keterlibatan berbagai elemen tersebut agar menghasilkan keputusan yang akurat dan objektif baik secara ilmiah maupun syar’i. Lebih jauh, sidang isbat mengacu pada fatwa MUI mengenai penetapan awal bulan Hijriah dalam menentukan awal Ramadan.

Metode Penentuan

Penetapan awal puasa 2026 berdasarkan pada dua metode utama, yakni hisab dan rukyat. Metode hisab menggunakan perhitungan astronomi untuk menentukan posisi bulan. Sementara rukyat dengan pengamatan langsung hilal di lapangan.

Pemerintah mengacu kesepakatan pada kriteria bersama negara-negara anggota MABIMS. Kriteria ini mempertimbangkan tinggi hilal dan sudut elongasi tertentu sebagai syarat visibilitas bulan sabit.

Apabila hilal memenuhi kriteria tersebut dan teramati, maka awal Ramadan adalah keesokan harinya. Sebaliknya, jika belum memenuhi syarat, menggenapkan bulan Syaban menjadi 30 hari.

Imbauan Pemerintah kepada Masyarakat

Setelah penetapan awal puasa 2026 resmi, pemerintah mengimbau masyarakat untuk menjaga persatuan. Perbedaan metode penentuan awal Ramadan tidak menimbulkan perpecahan.

Kementerian Agama juga mengajak umat Islam menyambut Ramadan dengan penuh kesiapan. Ibadah puasa bukan hanya menahan lapar dan dahaga. Ramadan menjadi momentum meningkatkan ketakwaan dan kepedulian sosial.

Selain itu, masyarakat agar mengikuti keputusan resmi sebagai pedoman bersama. Dengan begitu, pelaksanaan ibadah dapat berjalan tertib dan harmonis di seluruh wilayah Indonesia. Keputusan ini memberi kepastian jadwal bagi masyarakat. Berbagai persiapan, mulai dari kegiatan keagamaan hingga pengaturan aktivitas kerja dan sekolah.

Pelaku usaha juga biasanya menyesuaikan jam operasional selama Ramadan. Pemerintah daerah pun bersiap mengatur kegiatan sosial dan keagamaan agar berlangsung kondusif. Dengan adanya kepastian tanggal, umat Islam dapat menjalankan ibadah dengan tenang. Momentum Ramadan membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat.

Secara keseluruhan, penetapan awal puasa 2026 melalui sidang isbat menjadi pedoman resmi bagi umat Islam di Indonesia. Keputusan ini berdasarkan hisab dan rukyat sesuai kriteria yang berlaku. Pemerintah pun mengajak masyarakat menjaga persatuan dan menyambut Ramadan dengan semangat kebersamaan.

Tinggalkan Balasan