Jakarta, Berita Nusantara 89. Sidang Isbat Kementerian Agama dalam penetepan 1 Ramadan 1447 masih berlangsung. Lebih jauh, pemaparan resmi saat ini sedang berlangsung. Anggota Tim Rukyatul Hilal Kemenag, Cecep Nurwendya, memaparkan pemantauan hilal. Pemaparan ini bukan keputusan resmi penetapan awal Ramadan 1447.
“Wilayah Indonesia tidak memenuhi kriteria awal bulan. Sehingga tanggal 1 Ramadan 1447 H secara hisab imkanur rukyat MABIMS jatuh pada hari Kamis Pahing, 19 Februari 2026 M,” ujar Cecep Nurwendaya, Selasa (17/2/2026). Pemaparan seminar sidang isbat bisa kita ikuti juga lewat YouTube Kemenag RI.
Sidang Isbat Mengacu Kriteria MABIMS
Cecep menjelaskan bahwa kriteria hilal mengikuti kriteria MABIMS (Brunei, Indonesia, Malaysia dan Siangapura). Lebih jauh, posisi hilal saat ini belum memenuhi kriteria tersebut.
“Mengacu kriteria MABIMS, pada 17 Februari 2026 M, posisi hilal di wilayah Indonesia juga tidak memenuhi. Tinggi hilal minimum dan elongasi minimum. Karenanya, 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026,” paparnya.

Lebih lanjut dia menguraikan, kelaziman penentuan awal bulan Ramadan, Syawal dan Zulhijah di Indonesia menggunakan metode rukyat dan hisab. Hisab sifatnya informatif dan kedudukan rukyat sebagai konfirmasi dari hisab.
“Pada hari rukyat tanggal 17 Februari 2026 M, tinggi hilal di wilayah Indonesia antara -2 derajat 24′ 43” (-2,41 derajat) sampai dengan -0 derajat 55′ 41” (-0,93 derajat) dan elongasi antara 0 derajat 56′ 23” (0,94 derajat) sampai dengan 1 derajat 53′ 36” (1,89 derajat),” sambung Cecep.
Dia menegaskan, di seluruh wilayah Indonesia tidak ada yang memenuhi kriteria visibilitas hilal atau imkanur rukyat MABIMS. “Di seluruh wialyah Indonesia tidak memenuhi kriteria visibilitas hilal atau imkanur rukyat MABIMS (3-6,4). Oleh karenanya hilal awal Ramadan 1447 H pada hari rukyat ini secara teoritis mustahil rukyat,” tambah Cecep.
Pernyataan tersebut melalui acara pemaparan posisi hilal di Indonesia yang termasuk sebagai rangkaian sidang isbat awal Ramadan 2026. Malam ini, pemerintah akan melakukan penetapan awal Ramadan 2026 secara resmi dengan konferensi pers oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar ba’da Maghrib malam ini (17/2/2026).












