Situbondo Banjir : Rendam 5 Kecamatan Hingga Pantura

Berita, Daerah, Jatim191 Dilihat

Situbondo, Berita Nusantara 89. Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, menyebabkan banjir di lima kecamatan dan mengakibatkan jalur Pantura ikut tergenang. Peristiwa ini terjadi setelah curah hujan tinggi berlangsung sejak siang hingga malam hari, sehingga debit air sungai meningkat dan meluap ke permukiman warga serta ruas jalan utama.

Lima kecamatan yang terdampak banjir meliputi Banyuglugur, Besuki, Mlandingan, Bungatan, dan Kendit. Di sejumlah titik, air masuk ke rumah warga dengan ketinggian bervariasi, mulai dari puluhan sentimeter hingga mendekati satu meter. Warga terpaksa mengamankan barang-barang berharga dan sebagian memilih bertahan di tempat yang lebih tinggi.

Petugas kepolisian bersama instansi terkait langsung turun ke lokasi untuk mengatur arus lalu lintas dan membantu pengendara. Pengguna jalan agar meningkatkan kewaspadaan, mengurangi kecepatan, serta memperhatikan kondisi jalan yang licin dan tertutup air.

Kasatlantas Polres Situbondo, AKP Nanang Hendra Irawan, telah menurunkan anggotanya untuk rekayasa lalu lintas. “Anggota sudah di lapangan,” ungkapnya, Rabu (21/01/2026).

Genangan air juga meluas ke jalur Pantura, jalur nasional yang menjadi akses utama penghubung wilayah di Pulau Jawa. Akibatnya, arus lalu lintas sempat tersendat karena kendaraan harus melintas secara perlahan. Di beberapa titik, genangan air cukup dalam sehingga kendaraan kecil mengalami kesulitan melintas.

BPBD Situbondo : Curah Hujan Tinggi Hingga Tanggul Jebol

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Situbondo menyatakan banjir oleh tingginya curah hujan yang menyebabkan sungai tidak mampu menampung debit air. Selain merendam rumah warga, banjir juga berdampak pada lahan pertanian serta fasilitas umum di wilayah terdampak.

Pusdalops BPBD Situbondo, Puriyono, menyatakan jebolnya tanggul ikut memperparah kondisi banjir dan menutup akses jalur Pantura. “Tanggul jebol, ada material batu dan pasir,” ujarnya.

Tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, dan relawan terus melakukan pemantauan di lapangan. Petugas juga bersiaga untuk mengantisipasi kemungkinan banjir susulan, terutama jika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi. Warga yang tinggal di daerah rawan agar tetap waspada dan siap melakukan evakuasi jika kondisi memburuk.

Hingga saat ini, belum ada laporan adanya korban jiwa akibat banjir tersebut. Namun, aktivitas warga terganggu dan kerugian material cukup signifikan. Pemerintah daerah tengah melakukan pendataan terhadap rumah dan fasilitas yang terdampak untuk menentukan langkah penanganan lanjutan.

Banjir yang melanda Situbondo ini menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem, khususnya di musim hujan. Masyarakat agar terus memantau informasi cuaca dan mengikuti arahan petugas demi keselamatan bersama.

Tinggalkan Balasan