Mojokerto, Berita Nusantara 89. SPN Polda Jawa Timur menggelar lomba presentasi hasil program “Live In”. Lebih jauh, lomba bagi 247 siswa Diktukba Polri tahun 2025. Kegiatan ini menjadi bagian dari penilaian akhir setelah para siswa menjalani masa tinggal dan praktik kerja langsung di tengah masyarakat selama hampir satu minggu, tepatnya pada 3–8 November 2025.
Program live in menjadi salah satu metode pembelajaran untuk melatih kepekaan sosial, kemampuan adaptasi, serta pemahaman terhadap dinamika masyarakat yang sesungguhnya. Para siswa turun di sejumlah wilayah kepolisian di Jawa Timur seperti Polres Blitar Kota, Kediri, Nganjuk, Lamongan hingga Gresik. Selama masa penugasan tersebut, mereka tidak hanya terlibat dalam aktivitas kepolisian, tetapi juga ikut merasakan kehidupan masyarakat secara langsung.
Puncaknya, siswa melakukan presentasi beregu selama kegiatan pembelajaran. Setiap regu harus memaparkan hasil observasi melalui data komprehensif, video, slide paparan dan laporan tertulis.
Lebih jauh, SPN menggelar perlombaan ini di Aula Bhayangkara SPN Polda Jatim, Mojokerto, Selasa (25/11/2025). Selanjutnya menjadi tim penilai adalah Kepala SPN Polda Jatim, Kombes Pol Agus Wibowo, Wakil Kepala SPN AKBP Dody Indra Eka Putra. Juga turut dalam tim penilai para pejabat utama, Danyon Pengasuh dan tim PID SPN Polda Jatim.
Presentasi Hasil Program Live In
Sebagai tahap akhir, setiap regu siswa wajib menyusun laporan komprehensif yang berisi temuan lapangan, video dokumenter dan data kegiatan. Sehingga kesimpulan mengenai pembelajaran yang mereka dapatkan. Seluruh laporan itu kemudian mereka presentasikan di hadapan dewan juri.
“Lomba ini mengukur sejauh mana siswa menyerap nilai kehidupan di tengah masyarakat,” kata Kakorsis SPN Polda Jatim, AKBP Agung Setyono.
Agung menyebut bahwa lomba ini tidak hanya bertujuan menilai kemampuan presentasi siswa, tetapi juga untuk mengukur sejauh mana para calon bintara mampu menyerap nilai-nilai kemasyarakatan yang menjadi dasar penting dalam tugas Polri.

Aspek penilaian mencakup kemampuan beradaptasi dengan warga, perilaku selama penugasan, kreativitas, inisiatif sosial, kepemimpinan, hingga kedisiplinan dan kualitas laporan tertulis.
Menurut jajaran pengajar, program live in memberi gambaran nyata mengenai kesiapan siswa untuk menjalankan tugas di lapangan. Mereka harus memahami perilaku masyarakat, merespons persoalan sosial, serta menunjukkan sikap humanis dalam setiap tindakan.
“Polisi modern harus mampu menganalisa masalah sosial. Kemudian bisa menyampaikannya dengan baik,” jelasnya.
SPN Polda Jatim : Tiga Regu Terbaik !
Dari ratusan siswa yang berpartisipasi, tiga regu berhasil meraih nilai tertinggi dan sebagai pemenang lomba presentasi. Ketiganya berasal dari Peleton 2 Kompi A, Peleton 2 Kompi B, dan Peleton 2 Kompi C. Para juara akan menerima penghargaan berupa trofi dan piagam dalam acara Malam Pengantar Tugas pada Desember mendatang.
Selanjutnya Kepala SPN Polda Jatim, Kombes Pol Agus Wibowo, menegaskan dampak pembelajaran Live In. Lebih jauh, ia menilai program ini akan memberikan dampak jangka panjang. Selanjutnya, hal ini akan membentuk karakter polisi yang humanis.
Evaluasi menjadi tolok ukur penting dalam pembinaan karakter calon anggota Polri. Mereka berharap para siswa tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga memiliki empati, kemampuan komunikasi publik, serta sensitivitas terhadap kondisi sosial masyarakat.
“Siswa harus menerapkan komunikasi efektif dan kerja sama tim. Setiap pengambilan keputusan harus berbasis empati moral dan etika profesi. Ini bekal merekananti saat bertugas di masyarakat,” pungkasnya.
Program live in mampu memperluas wawasan siswa mengenai dinamika sehari-hari di tengah warga, sekaligus mengajarkan bahwa tugas polisi bukan hanya menangani pelanggaran hukum, tetapi juga hadir sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.
Membentuk Polisi yang Humanis
Dengan adanya kegiatan ini, SPN Polda Jatim menegaskan komitmennya untuk mencetak generasi baru anggota Polri yang mampu menjawab tuntutan zaman. Pelatihan bukan hanya berfokus pada kemampuan fisik dan teknis kepolisian, tetapi juga pada pembentukan karakter, empati, dan kemampuan memahami kondisi sosial.
Melalui kompetisi presentasi hasil live in, para instruktur berharap siswa mendapatkan pengalaman berharga yang kelak menjadi fondasi ketika mereka mengabdi sebagai anggota Polri di wilayah masing-masing. Program ini menjadi wujud nyata upaya menghadirkan polisi yang dekat dengan masyarakat dan mampu memberikan pelayanan publik yang lebih baik.









