Sumatera : Akses Jalan Terputus di 3 Provinsi- Bandara Lumpuh !!

Berita1018 Dilihat

Jakarta, Berita Nusantara 89. Sektor transportasi di tiga provinsi di Sumatera mengalami kekacauan parah. Lebih jauh, adanya serangkaian bencana alam dan cuaca ekstrem yang melanda wilayah tersebut baru-baru ini.

Lebih jauh, kejadian ini menimpa provinsi Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat. Sebelumya, banjir bandang dan tanah longsor terjadi di beberapa wilayah di tiga provinsi tersebut. Dampak kerusakan infrastruktur, mulai dari terputusnya jalur darat utama hingga terhambatnya akses menuju bandara, yang mengganggu mobilitas publik dan distribusi logistik.

Tiga Provinsi di Sumatera Dalam Tekanan Bencana

Melansir laporan Kementerian Perhubungan dalam akun instagram @kemenhub151 mengenai kondisi terkini di Sumatera.

Aceh

Di Aceh, dampak dari bencana ini mengakibatkan beberapa hub transportasai mengalami kelumpuhan total.

  1. Dua Terminal bus lumpuh dan komunikasi terputus total. Terminal Bus di Lhokseumawe dan Langsa.
  2. Dua Bandara, Rembele Takengon dan Malikussaleh beroperasi. Namun akses menuju bandara terhambat banjir dan longsor.
  3. Akses Pelabuhan Lhokseumawe lumpuh, sedang dalam pemulihan.
  4. Pembatalan jadwal KA

Sumatera Utara

Sementara di Sumatera Utara, dampak bencana juga menyebabkan beberapa akses transportasi lumpuh total.

  1. Semua Terminal tipe A lumpuh total. Terminal Amplas rusak berat, Sibolga tanpa akses komunikasi dan Tarutung akses tertutup. Sementara Terminal Pinang Baris menjadi tempat pengungsian darurat warga.
  2. Bandara normal tidak terdampak banjir. Hanya Bandara Gunung Sitoli yang sempat terganggu operasional, namun telah normal.
  3. Pelabuhan Sibolag tutup sementara
  4. Stasiun Medan beroperasi dengan arena yang terendam banjir. Jadwal KA yang beroperasi hanya untuk akses ke Bandara saja.
  5. Jalur kereta longsor di Bandar Tinggi – Kuala Tanjung.

Sumatera Barat

Provinsi Sumatera Utara, hampir seluruh operasional layanan transportasi normal, hanya ada gangguan akses jalan saja.

  1. Terminal Bus normal dengan beberapa titik lintas kota dan provinsi banjir.
  2. Bandara beroperasi normal, hanya banjir menghambat akses jalan bandara.
  3. Pelabuhan Teluk Bayur normal tidak terdampak banjir, operasi normal
  4. Kereta Api juga normal, hanya ada genangan di beberapa titik jalur.

Kekacauan transportasi ini oleh berbagai insiden, termasuk tanah longsor dan banjir bandang. Bencana yang secara langsung merusak infrastruktur vital. Laporan menyebutkan bahwa tiga provinsi kini menghadapi tantangan dalam memulihkan konektivitas.

Di beberapa lokasi, jalan raya utama yang menjadi nadi perekonomian lokal mengalami kerusakan total, terbelah, atau tertutup oleh material longsor, membuat jalur distribusi barang dan jasa lumpuh.

Gangguan Logistik dan Mobilitas Publik

Terputusnya koneksi jalan di tiga provinsi tersebut telah menimbulkan efek domino pada sektor logistik. Pengiriman bahan pokok dan kebutuhan mendesial menjadi tertunda, memicu kekhawatiran akan kenaikan harga di pasar lokal. Pemerintah daerah setempat kini harus bekerja keras mencari jalur alternatif darurat untuk memastikan pasokan kebutuhan masyarakat tetap terjaga.

Pihak berwenang dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah dikerahkan ke lokasi untuk melakukan penanganan darurat. Prioritas utama adalah membersihkan material longsor dan membangun jembatan atau jalur sementara agar mobilitas masyarakat dapat segera pulih, sembari melakukan kajian untuk perbaikan permanen.

Insiden ini menjadi pengingat kritis akan kerentanan infrastruktur transportasi Indonesia terhadap kondisi geografis dan perubahan iklim yang ekstrem. Pemerintah didorong untuk mengevaluasi ulang desain dan daya tahan infrastruktur, terutama di wilayah-wilayah yang masuk kategori rawan bencana, demi menjamin konektivitas yang berkelanjutan bagi pertumbuhan ekonomi regional.

Tinggalkan Balasan