Jakarta, Berita Nusantara 89. Bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatera telah menimbulkan kerugian jiwa yang sangat besar. Data terbaru dari otoritas penanggulangan bencana menunjukkan bahwa sebanyak 174 orang meninggal dunia. Sementara dampak kemanusiaan oleh 12.546 keluarga yang terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Bencana ini terjadi akibat intensitas hujan ekstrem yang memicu longsor di wilayah perbukitan dan menyebabkan luapan air sungai yang merendam kawasan permukiman. Skala bencana ini telah menarik perhatian nasional, mendorong mobilisasi besar-besaran bantuan dari pemerintah pusat dan daerah.
Bencana Sumatera : Sumut Paling Banyak Korban Jiwa
Kepal BNPB, Suharyanto, menjelaskan angka 174 korban jiwa yang terkonfirmasi menjadi indikasi betapa parahnya bencana yang melanda Sumatera kali ini. Tim gabungan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), BASARNAS (Badan SAR Nasional), TNI, dan Polri masih terus bekerja tanpa henti di lokasi terdampak. Fokus utama operasi saat ini adalah pencarian dan penyelamatan korban yang mungkin masih tertimbun material longsor atau hilang terbawa arus.
Selanjutnya korban tertinggi ada di Sumatera Utara, tercatat 116 orang meninggal dan 42 masih dalam pencarian. “Sumatera Utara per sore ini, data korban meninggal 116 jiwa. 42 orang masih dalam pencarian,” ujar Suharyanto, Jumat (28/11/2025).
Selanjutnya ia menjelaskan beberapa titik belum bisa terakses akibat longsor, sehingga masih ada kemungkinan koraban bertambah. “Perkembangan akan terus kami sampaikan. Ada titik yang belum tertembus,” ujarnya.
Selain korban meninggal, sejumlah korban mengalami luka-luka dan saat ini menjalani perawatan intensif di fasilitas kesehatan setempat. Kesulitan akses menuju beberapa lokasi terpencil menjadi tantangan utama bagi tim penyelamat dalam mengevakuasi korban dan mendistribusikan bantuan medis.
Menurut Suharyanto, hingga sore ini warga di pengungsian mencapai 3.840 KK di Sumut saja.
Aceh
Kemudian melanjutkan data untuk Aceh, BNPB mendata 35 orang meninggal. Kemudian ada 25 orang yang masih belum ketemu dan 8 warga luka-luka. ” Aceh 35 meninggalm 25 hilang dan 8 luka,” kata Suharyanto.
Selanjutnya, BNPB masih kesulitan menembus beberapa wilayah yang masih terisolir. Pendataan belum bisa menyeluruh. “Beberapa kabupaten masih terisolir, belum tembus semua di Aceh,” jelasnya. Lebih jauh, ia menjelaskan terdapat 4.846 Keluarga yang ada di pengungsian.
Sumatera Barat
Sementara korban di Sumatera Barat tercatat 23 orang meninggal dunia, 12 orang hilang dan 4 orang luka-luka. Suharyanto menambahkan bahwa meski terlihat kecil, tetapi dampak di Sumbar juga masih dan besar. Selain itu, juga masih ada beberapa lokasi yang terisolir sehingga data belum utuh tercatat.
“Pengungsi 3.900 KK, Padang Pariaman yang paling parah. Namun seluruh data masih bersifat dinamin,” tambahnya.
Tim Gabungan TNI, Polri, Basarnas
Dampak non-fisik juga terasa masif. Sebanyak 12.546 keluarga, yang mewakili puluhan ribu jiwa, kini harus menghuni posko-posko pengungsian sementara. Kebutuhan mendesak di lokasi pengungsian meliputi tenda, makanan siap saji, air bersih, selimut, obat-obatan, dan kebutuhan bayi.
Pemerintah melalui Kementerian Sosial dan BNPB telah mendirikan dapur umum dan posko kesehatan di beberapa titik pengungsian terpadat. Selain memenuhi kebutuhan fisik, penanganan trauma (trauma healing) juga perlu segera berjalan. Khususnya bagi anak-anak yang kehilangan tempat tinggal atau anggota keluarga akibat bencana ini.
Sebelumnya, Presiden Prabowo menyampaikan bahwa penangan cepat skala besar sudah mulai sejak hari pertama. Kemudian empat pesawat angkut telah berangkat kembali menuju lokasi bencana.
“Tadi pagi kita telah berangkatkan 3 pesawat Hercules C-130 dan 1 pesawat A400 untuk kesekian kalinya. Kita kirim bantuan dan terus-menerus kebutuhan mereka di lapangan, kita dukung. ” Lanjut Prabowo, menandakan bahwa penerbangan logistik akan terus tanpa henti sesuai kebutuhan di posko-posko pengungsian.
Sementara Kemensos telah menggelontorkan Dana Bantuan sebesar 9,6 Milyar untuk daerah terdampak di Sumatra. Menteri Sosial hari ini (28/11/2025) menegaskan ahwa dana ini untuk mendukung kebutuhan logistik dan perlindungan darurat. Seluruhnya untuk di tiga provinsi terdampak parah: Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar).
Pihak berwenang mengimbau masyarakat di wilayah rawan bencana di Sumatera untuk tetap waspada, mengingat kondisi cuaca yang masih tidak menentu. Pemerintah menjanjikan percepatan bantuan logistik dan dukungan pemulihan pasca-bencana untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak.













