Kota Madiun, Berita Nusantara 89. Parluh PSHT merupakan kegiatan musyawarah mufakat besar dan tertinggi lima tahunan di organisasi Persaudaran Setia Hati Terate (PSHT). Kegiatan untuk merumuskan arah kebijakan organisasi pada tingkat nasional. Selain itu, kegiatan tersebut juga untuk memilih ketua umum PSHT. Semangat kembali ke jati diri organisasi melalui pelaksanaan Parapatan Luhur 2026, Sabtu (7/2/2026).
Penyelenggaraan Parluh PSHT 2026 di Padepokan Agung PSHT (PAM), jl. Merak no. 10 & 17 Kota Madiun tanggal 6-8 februari 2026. Dengan 375 cabang se Indonesia dan 35 cabang khusus luar negri. Dan melibatkan 1500 personil gabungan TNI/Polri yang bersinergi dengan 107 personil gabungan paguyuban silat Madiun (Sentot Prawirodirdjo).
Hadir dalam pembukaan Parluh ini, Ketua Umum PSHT (Drs. R Moerdjoko HW), Ketua Dewan Pusat PSHT (H Issoebiantoro, SH). Turut hadir, Wakil Gubernur Jawa Timur (Emil Elestianto Dardak) dan Menko PMK (Pratikno). Selanjutnya Forkopimda Kota Madiun, Ketua Umum yang tergabung dalam paguyuban silat Madiun.
Pembukaan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya selanjutnyaMars dan pembacaan Mukadimah Setia Hati Terate.

Parluh PSHT 2026 : Membangun Persaudaraan dan Keluhuran Budi
Dalam sambutannya Ketua Umum PSHT menyampaikan, “Bahwa dalam keluarga besar Setia Hati Terate kita membangun persaudaraan dan keluhuran budi. Persaudaraan yang tumbuh dari hati ke hati yang ikhlas. Tanpa mengenal ras, suku dan agama”.
Selanjutnya Ketua Dewan Pusat PSHT mengatakan, “Pada dasarnya manusia hidup itu untuk selalu menjaga kedamaian, kenyamanan, ketentraman dalam kehidupan masyarakat. Hal ini sejalan dengan tema Parluh 2026 “Meneguhkan Jati Diri SH Terate untuk Memperkokoh Solidaritas Organisasi dan Memperkuat Jiwa Nasionalisme”.
“Persaudaraan SH Terate sebuah paguron (perguruan) yang tidak secara organisasi, terwujudkan dengan 9 dewan pusat sebagai lembaga tertinggi atau ajaran. Ketua umum sebagai pimpinan pengurus pusat organisasi yang berdasarkan mengedepankan jati diri persaudaraan. Juga keteladanan, pengabdian menjadi salah satu penjuru dalam pengembangan organisasi. Dengan dasar tersebut maka, tujuan organisasi akan tercapai apabila kita saling bergandeng tangan, jujur, loyal, disiplin, guyub rukun, golong gemolong. Hal ini harus menyatu dalam internal khususnya dan eksternal umumnya dengan filosofi “Urip Iku Urub” pungkasnya.
Emil Dardak menutup sambutan dan meresmikan pembukaan Parluh 2026 dengan kekagumannya pada Mukadimah SH Terate. “Ini falsafah luar biasa, jika tertanamkan akan melahirkan generasi penerus bangsa yang mampu menjaga martabat Bangsa dan Negara di dunia”.
“Selama matahari masih terbit dari timur, selama bumi masih ada manusia. Selama itu pula Persaudaraan Setia Hati Terate akan tetap jaya abadi selamanya”









