Ngawi, Berita Nusantara 89. Dugaan Puluhan santri Ngawi keracunan MBG dan harus menjalani perawatan medis di rumah sakit. Peristiwa ini terjadi setelah para santri mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Sejumlah santri Ponpes Al Hijrah, Karangasri, Ngawi, mengeluhkan mual, muntah, dan pusing tidak lama setelah menyantap hidangan tersebut. Pihak sekolah bersama dinas terkait segera membawa para santri ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan.
Kronologi Dugaan Keracunan MBG
Peristiwa bermula ketika para santri menerima paket makanan dari program MBG, Jumat (13/2/2026). Namun keesokannya pada pukul 03.00 dini hari, sejumlah santri mulai merasakan gejala gangguan pencernaan. Kondisi tersebut kemudian mendapat perhatian pengasuh pondok pesantren.
Selanjutnya, pihak sekolah berkoordinasi dengan petugas kesehatan setempat. Para santri yang mengalami keluhan langsung ke rumah sakit di wilayah Ngawi. Mereka mendapatkan penanganan medis untuk mencegah kondisi memburuk.
Petugas medis menyatakan sebagian besar pasien mengalami gejala ringan hingga sedang. Gejala yang muncul antara lain mual, muntah, diare, serta lemas. Hingga kini, kondisi para santri stabil dan dalam pengawasan tenaga kesehatan.
Penanganan dan Investigasi
Dugaan keracunan MBG ini langsung mendapat perhatian pemerintah daerah. Dinas kesehatan bersama aparat terkait melakukan pemeriksaan terhadap sampel makanan. Langkah ini untuk memastikan penyebab pasti insiden tersebut.
Kapolsek Padas, AKP Sugeng Wahyudi mengonfirmasi kejadian keracunan masal tersebut. Kapolsek juga menyampaikan bahwa perawatan korban di puskesmas dan rumah sakit. ” Dugaan keracunan. Rawat di Puskemas Padas,” ungkapnya.
Hasil penelusuran mengungkapkan perawatan korban keracunan di beberapa lokasi. Lebih jauh, ada di Puskesmas Padas, Kasreman dan Ngawi Purba. Selanjutnya juga ada di RSU Geneng, sementara beberapa korban telah ada yang pulang ke rumah masing-masing.
Selain itu, penghentian distribusi makanan dari penyedia yang sama untuk sementara waktu. Evaluasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang. Pemerintah daerah menegaskan komitmennya untuk menjaga keamanan pangan, terutama dalam program MBG yang menyasar pelajar.
Pihak sekolah juga menyampaikan bahwa keselamatan santri menjadi prioritas utama. Mereka memastikan seluruh siswa yang terdampak memperoleh perawatan optimal hingga pulih sepenuhnya.
Insiden ini memunculkan kekhawatiran di kalangan orang tua. Meski demikian, pemerintah menekankan bahwa program MBG tetap penting untuk mendukung pemenuhan gizi siswa. Kemudian memperketat pengawasan kualitas makanan.
Program Makan Bergizi Gratis untuk membantu pemenuhan nutrisi anak sekolah. Dengan adanya kasus ini, evaluasi sistem distribusi dan standar kebersihan menjadi perhatian utama.
Kasus puluhan santri Ngawi keracunan MBG menjadi pengingat pentingnya pengawasan ketat dalam penyediaan makanan massal. Pemerintah daerah bersama instansi terkait kini terus melakukan investigasi guna memastikan keamanan konsumsi bagi pelajar. Selanjutnya, hasil pemeriksaan dapat segera terbuka dan program MBG tetap berjalan aman dan bermanfaat bagi siswa.












