Lamongan, Berita Nusantara 89. Squad Nusantara Lamongan dan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Diskopum) bekerjasama mendorong UMKM Naik Kelas. Gelaran acara Baking Demo sebagai upaya nyata mendorong pelaku UMKM naik kelas dan berdaya saing tinggi.
Gelaran acara di Gedung Disnaker Kabupaten Lamongan, Sabtu 11 Oktober 2025. Antusiasme pelaku UMKM dari berbagai sektor, terutama kuliner terlihat dalam acara ini. Lebih jauh dengan tingginya partisipasi pelaku usaha hingga mencapai 150 orang.
Acara tersebut menjadi momentum penting bagi pelaku usaha untuk memperluas wawasan, meningkatkan kualitas produk, dan memperkuat jaringan bisnis lokal.
Squad Nusantara Lamongan : Baking Demo UMKM
Melalui kegiatan Baking Demo, para peserta mendapatkan pelatihan langsung mengenai teknik pengolahan, inovasi rasa, hingga strategi pengemasan dan pemasaran produk. Tujuannya agar pelaku usaha kuliner di Lamongan tidak hanya unggul dari sisi cita rasa, tetapi juga memiliki kemasan yang menarik dan sesuai standar pasar modern.
Ketua Bidang UMKM Squad Nusantara Lamongan, Devi Dwi Oktavia, SH. Menuturkan bahwa pelatihan ini menjadi wadah pengembangan keterampilan dan inspirasi bagi pelaku usaha. Kemudian ia mengharapkan agar mereka untuk terus berinovasi dan beradaptasi dengan tren pasar.
“Kegiatan ini agar pelaku UMKM tidak hanya terampil dalam produksi, tetapi juga berinovasi dan menyesuaikan diri dengan selera konsumen. Agar produk lokal Lamongan memiliki ciri khas, kualitas, dan daya tarik yang bisa bersaing secara profesional,” ungkap Devi. “Seluruh peserta akan memperoleh sertifikat,” imbuhnya.
Lebih jauh, sertifikat ini sebagai apresiasi untuk komitmen mereka dalam meningkatkan mutu produk olahan pangan.
Fasilitasi Perizinan Pelaku UMKM : 100 persen Sertifikasi Halal 2026
Selain pelatihan, Diskopum Lamongan menghadirkan program pendampingan legalitas usaha. Fasilitasi pelaku UMKM untuk mengurus Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikat halal, dan izin Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT). Langkah ini agar dapat meningkatkan kepercayaan konsumen sekaligus membuka peluang produk UMKM masuk ke pasar ritel nasional.
Herlina Dwi Astuti, Diskopum Lamongan bidang Pengembangan, menjelaskan bahwa kendala utama pelaku UMKM adalah keterbatasan akses terhadap proses legalisasi usaha. Dengan adanya pendampingan langsung dan sistem yang terintegrasi, hambatan tersebut kini dapat teratasi.
“Hanya 25-50 persen pelaku UMKM Lamongan memiliki legalitas. NIB, Sertifikat Halal, PIRT. Kami terus melakukan pendekatan dan fasilitasi melalui program Gerebek Tiga Perizinan,” jelasnya.
Lebih lanjut, target Diskopum hingga 2026 adalah sertifikasi halal seluruh UMKM di Lamongan. Menurutnya legalitas halal bukan hanya administratif, tapi jaminan kualitas dan kepercayaan konsumen.
Squad Nusantara Lamongan : Akan Gelar Acara Serupa Secara Berkala
Para pelaku UMKM yang mengikuti kegiatan ini mengaku sangat terbantu. Mereka tidak hanya mendapatkan ilmu baru tentang pengolahan bahan baku lokal menjadi produk bernilai jual tinggi, tetapi juga memperoleh panduan lengkap mengenai tata kelola usaha yang berkelanjutan.
Devi menegaskan bahwa kegiatan seperti ini akan terus berjalan secara berkala agar pelaku UMKM semakin adaptif terhadap perkembangan pasar dan teknologi. Pemerintah daerah berkomitmen mendukung penuh upaya pemberdayaan ekonomi kerakyatan melalui pelatihan, promosi, serta pendampingan perizinan usaha.
Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, Kabupaten Lamongan menegaskan komitmennya menjadi salah satu daerah dengan sektor UMKM paling tangguh di Jawa Timur. Kegiatan Baking Demo menjadi bukti nyata bahwa UMKM Lamongan siap naik kelas — tidak hanya berproduksi dalam skala kecil, tetapi juga siap menembus pasar nasional dengan produk yang berkualitas dan berdaya saing tinggi.dvi













