Surabaya, Berita Nusantara 89. Operasi Keselamatan Semeru 2026 resmi mulai di daerah Polda Jawa Timur. Sebagai langkah strategis menekan angka kecelakaan lalu lintas. Operasi ini melibatkan 5.020 personel gabungan yang tersebar di seluruh wilayah Jawa Timur. Pelaksanaan operasi bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas sekaligus menciptakan kondisi jalan yang aman dan tertib.
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen kepolisian dalam menjaga keselamatan pengguna jalan. Selain penegakan hukum, operasi juga mengedepankan pendekatan edukatif dan preventif agar pesan keselamatan dapat tersampaikan dengan baik oleh masyarakat.
Fokus Operasi Keselamatan Semeru 2026
Dalam pelaksanaan Operasi Keselamatan Semeru 2026, Polda Jawa Timur menitikberatkan pada pencegahan pelanggaran yang berpotensi menyebabkan kecelakaan. Sasaran operasi meliputi pengendara yang tidak mematuhi aturan lalu lintas, seperti tidak menggunakan helm, melawan arus, melebihi batas kecepatan, serta penggunaan ponsel saat berkendara.
Selain itu, pemeriksaan kelengkapan kendaraan dan administrasi pengemudi juga menjadi perhatian utama. Langkah ini agar dapat menekan potensi kecelakaan akibat faktor teknis maupun kelalaian manusia.
Sebanyak 5.020 personel gabungan terlibat dalam operasi ini. Mereka terdiri dari anggota kepolisian, TNI, serta instansi terkait lainnya. Personel di titik-titik rawan kecelakaan dan kawasan dengan kepadatan lalu lintas tinggi.
Keberadaan petugas di lapangan tidak hanya berfungsi melakukan penindakan. Mereka juga memberikan imbauan langsung kepada pengguna jalan. Edukasi keselamatan menjadi bagian penting agar masyarakat memahami risiko pelanggaran lalu lintas.
Pendekatan Edukatif dan Humanis
Berbeda dengan operasi penegakan hukum semata, Operasi Keselamatan Semeru 2026 mengedepankan pendekatan humanis. Petugas memberikan sosialisasi mengenai pentingnya keselamatan berkendara, terutama kepada pengendara roda dua dan angkutan umum.
Melalui pendekatan ini, masyarakat tidak hanya patuh karena takut sanksi, tetapi juga memiliki kesadaran pribadi akan pentingnya keselamatan di jalan raya. Keselamatan tidak hanya melindungi diri sendiri, tetapi juga pengguna jalan lainnya.
Pelaksanaan operasi ini mampu menurunkan angka kecelakaan lalu lintas di Jawa Timur. Selain itu, budaya tertib berlalu lintas semakin terbentuk di tengah masyarakat.
Polda Jawa Timur mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk mendukung Operasi Keselamatan Semeru 2026 dengan mematuhi peraturan lalu lintas. Kerja sama antara petugas dan pengguna jalan menjadi kunci terciptanya keamanan dan keselamatan bersama.
Sebagai penutup, Operasi Keselamatan Semeru 2026 tidak hanya menjadi kegiatan rutin tahunan, tetapi juga momentum meningkatkan kesadaran kolektif akan pentingnya keselamatan berlalu lintas di Jawa Timur.









