Madiun, Berita Nusantara 89. Polres Madiun bersama komunitas ojek online (ojol) di wilayah Madiun melaksanakan salat gaib untuk mendoakan almarhum Affan Kurniawan. Ia adalah driver ojol yang meninggal dunia akibat insiden kecelakaan lalu lintas yang melibatkan kendaraan taktis (rantis) Brimob.
Seusai pelaksanaan salat Ashar, jajaran kepolisian bersama komunitas ojek online (ojol) Madiun menggelar salat gaib untuk mendoakan almarhum Affan Kurniawan, pemuda yang meninggal dunia setelah terlibat insiden dengan kendaraan taktis (rantis) Brimob di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, Kamis (28/8) malam.
Kapolres Madiun AKBP Kemas Indra Natanegara, S.H., S.I.K., M.Si. tampak memimpin barisan saf depan berdampingan dengan perwakilan komunitas ojol. Salat gaib berlangsung khidmat, dengan imam yang memanjatkan doa-doa khusus bagi almarhum, memohonkan ampunan, rahmat, serta tempat terbaik di sisi Allah SWT.
Dalam kesempatan itu, Kapolres Madiun menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas peristiwa duka tersebut. Ia menegaskan bahwa seluruh jajaran kepolisian di Madiun ikut merasakan kehilangan dan berdoa agar keluarga selalu tabah.
“Kami keluarga besar Polres Madiun turut berduka cita yang sedalam-dalamnya. Semoga Allah menerima amal ibadah almarhum dan memberikan kekuatan bagi keluarga,” ucapnya.
Selain sebagai wujud duka cita, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mempererat silaturahmi antara Polri dan masyarakat, khususnya komunitas ojol yang dekat dengan almarhum. Kehadiran mereka bersama-sama di masjid menunjukkan solidaritas dan kepedulian, sekaligus doa bersama agar peristiwa serupa tidak terulang di masa mendatang.
Polres Madiun : Kasus ini Sudah Mendapat Perhatian Kapolri dan Presiden
Tragedi yang menimpa Affan Kurniawan sendiri kini tengah menjadi sorotan nasional. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo secara langsung menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga korban. Ia menegaskan bahwa kasus ini mendapat penanganan secara transparan, profesional, dan tuntas. Kapolri menekankan tidak ada toleransi bagi setiap bentuk pelanggaran hukum, terlebih yang melibatkan aparat kepolisian.
Perhatian serupa juga datang dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Kepala negara menegaskan bahwa insiden tersebut harus selesai dengan adil. Ia meminta agar para pelaku yang terbukti bersalah sanksi seberat-beratnya, sebagai bentuk tanggung jawab negara dalam memberikan keadilan bagi korban dan keluarganya.
“Peristiwa ini tidak boleh kitaa anggap sepele. Harus ada pertanggungjawaban yang jelas agar masyarakat tetap percaya pada institusi hukum,” tegas Presiden dalam keterangannya.
Di Madiun, doa bersama Polres dan komunitas ojol ini sekaligus menjadi bentuk empati nyata atas peristiwa yang menimpa salah satu warga bangsa. Melalui doa, mereka berharap almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, serta keluarga senantiasa kuat dan sabar.
Kegiatan tersebut juga menjadi momentum refleksi bersama, baik bagi aparat maupun masyarakat, untuk terus mengedepankan rasa kemanusiaan, menghormati hak setiap individu, serta memperkuat hubungan harmonis antara kepolisian dan rakyat.
Dengan suasana penuh keharuan, salat gaib di Masjid At Taqwa Polres Madiun berakhir dengan doa penutup. Para jamaah, baik anggota kepolisian maupun komunitas ojol, tampak larut dalam keheningan, menandai solidaritas atas kehilangan bersama.