Semeru Erupsi Lagi : Luncuran Awan Panas Hingga 5,5 Kilometer

Berita, Daerah, Jatim260 Dilihat

Lumajang, Berita Nusantara 89. Gunung Semeru Erupsi kembali setelah menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik pada Rabu (19/11/2025) dengan memuntahkan awan panas guguran yang meluncur hingga sejauh 5,5 kilometer ke arah Besuk Kobokan.

Erupsi ini memicu kepanikan warga yang tinggal di wilayah lereng, sekaligus mendorong Badan Meteorologi dan Geologi menaikkan status gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut menjadi Level IV atau Awas.

Letusan tercatat berlangsung cukup kuat. Menurut laporan petugas pos pengamatan, kolom abu terlihat berwarna kelabu pekat dengan intensitas tebal. Arah sebaran condong ke barat laut hingga utara.

Erupsi juga terekam seismograf dengan amplitudo maksimum 40 mm dan durasi lebih dari 16 menit. Aktivitas ini mengindikasikan adanya suplai energi yang besar dari perut gunung. Sumber visual dari lapangan memperlihatkan awan panas meluncur deras menuruni lereng Semeru.

Sebagian warga di kawasan yang terdampak langsung melaporkan suara gemuruh dengan getaran saat awan panas bergerak. Beberapa saksi menyebut jarak luncur bahkan sempat mencapai lebih dari 5,5 kilometer, mendekati permukiman yang berada di sektor tenggara.

Status Naik ke Level Awas

Bersamaan dengan meningkatnya aktivitas vulkanik, Badan Geologi resmi menaikkan status Gunung Semeru dari Level III (Siaga) ke Level IV (Awas). Peningkatan status ini setelah evaluasi menyeluruh terhadap aktivitas kegempaan, pengamatan visual, dan potensi bahaya sekunder.

Dengan naiknya status ke level tertinggi, masyarakat agar mematuhi seluruh rekomendasi resmi. Area dalam radius 8 kilometer dari puncak Semeru, terutama sektor selatan dan tenggara, sebagai zona terlarang untuk aktivitas apa pun.

Pemerintah daerah telah bersiaga menyiapkan jalur evakuasi serta pos pengungsian jika situasi memburuk. Selain awan panas dan guguran lava, potensi bahaya lain yang perlu kewaspadaan adalah lahar, terutama jika hujan turun di area puncak.

Aliran lahar dapat bergerak mengikuti sungai dan lembah yang berhulu di Semeru, sehingga warga agar waspada terhadap pergerakan material vulkanik di jalur Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan sekitarnya.

Warga Mengungsi dan Aparat Bersiaga

Kepanikan sempat terjadi saat letusan besar berlangsung. Sejumlah warga di permukiman bawah lereng terlihat berlarian menyelamatkan diri. Aparat gabungan dari BPBD, TNI, dan Polri bergerak cepat mengarahkan warga menuju titik yang lebih aman.Hingga saat ini belum ada laporan korban jiwa. Namun, beberapa desa mulai melakukan evakuasi mandiri untuk menghindari risiko lanjutan. Pemerintah Kabupaten Lumajang juga telah mengimbau warga agar tidak mendekati sungai-sungai yang berpotensi dari aliran awan panas maupun lahar.

Hingga berita ini turun, aktivitas erupsi Gunung Semeru masih berlangsung dan berpotensi meningkat. Petugas pos pengamatan terus memonitor perkembangan secara real-time. Masyarakat tetap tenang tetapi waspada, serta hanya mengikuti informasi resmi dari PVMBG dan BPBD.Dengan status Awas, semua pihak diminta meningkatkan kewaspadaan. Peningkatan aktivitas Semeru menjadi pengingat bahwa daerah rawan bencana harus selalu siap menghadapi perubahan mendadak dari gunung api aktif.

Tinggalkan Balasan