Squad Nusantara Jatim Berikan Peluang dan Pembinaan Juri Kicau

Berita, Daerah, Jatim174 Dilihat

Surabaya, Berita Nusantara 89. Squad Nusantara Jatim terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program pemberdayaan. Salah satu langkah adalah juri kicau yang selama ini menjadi bagian penting dari berbagai ajang lomba burung. Melalui program tersebut, organisasi ini berharap dapat memberikan peluang pendapatan yang lebih stabil dan profesional.

Inisiatif ini oleh Humas Squad Nusantara Jatim, Siswayono, usai mengikuti Rapat Kerja Nasional (Rakernas) yang hadir juga pembina Squad Nusantara, Agus Andrianto. Sosok yang sebelumnya menjabat Wakapolri dan kini mengemban amanah sebagai Menteri Imigrasi dan Kemasyarakatan. Beliau menegaskan bahwa kreativitas dan karya menjadi fondasi penting dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat. Pesan tersebut menjadi penguat bagi Squad Nusantara Jatim untuk memperluas gerakan pemberdayaan di daerah.

Squad Nusantara Jatim : Juri Kicau Profesional

Menurut Siswayono, pembinaan terhadap juri berkicau bukan hanya bentuk perhatian terhadap komunitas, namun juga upaya nyata membuka lapangan pekerjaan baru. Selama ini, profesi juri berkicau kerap berjalan tanpa standar yang jelas, sehingga pendapatan para juri pun tidak stabil. Dengan adanya program ini, Squad Nusantara Jatim berupaya menghadirkan sistem pembinaan yang lebih tertata, profesional, dan mampu memberikan penghasilan yang layak bagi para juri.

Dengan semangat tersebut, Siswayono dan tim Squad Nusantara Jatim berupaya menciptakan lapangan pekerjaan bagi juri kicau profesional. “Kami ingin memberikan kesempatan bagi juri berkicau untuk mengembangkan kemampuan mereka dan mendapatkan penghasilan yang layak,” ujar Siswayono.

Juri Kicau Squad Nusantara jatim
Juri Kicau Squad Nusantara Jatim

Perkembangan Komunitas Kicau Mania di Jatim

Komunitas pecinta burung berkicau atau kicau mania di Jawa Timur terus menunjukkan perkembangan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Sejumlah kota besar seperti Surabaya, Malang, Sidoarjo, Kediri, Jember, hingga Banyuwangi menjadi pusat aktifitas para penghobi burung, mulai dari latihan bersama, forum diskusi, hingga lomba berkala.

Berbagai komunitas berdasarkan jenis burung, antara lain komunitas murai batu, perkutut, tledekan, lovebird, dan cucak hijau, yang menjadikan Jatim sebagai salah satu daerah dengan pertumbuhan komunitas kicau yang siginifikan.

Kepadatan komunitas ini turut berpengaruh pada semakin banyaknya event lomba burung berkicau. Penyelenggaraan lomba mulai dari skala kecamatan, kabupaten, hingga tingkat regional menjadi agenda rutin.

Kegiatan tersebut yang banyak menarik minta peserta lomba. Bahkan di beberapa kota, gelaran besar seperti cup event atau regional open mampu menarik peserta dari luar Jawa Timur. Para peserta tidak hanya membawa burung andalan, tetapi juga menjadikan ajang tersebut sebagai ruang silaturahmi antar komunitas.

Keberadaan komunitas yang semakin solid juga mendorong terbentuknya struktur organisasi yang lebih terarah. Di berbagai wilayah, telah berdiri paguyuban lokal yang bertugas mengoordinasikan event, membina juri berkicau, hingga menyusun aturan standar perlombaan.

Para juri yang tergabung dalam komunitas juga mendapatkan pembinaan untuk meningkatkan kredibilitas penilaian, terutama dalam lomba yang menghadirkan ratusan peserta. Pembinaan ini bertujuan menjaga profesionalitas dan menghindari kontroversi yang kerap terjadi dalam penjurian.

Squad Nusantara Jatim : Bermanfaat dan Berdampak Ekonomi

Selain berperan sebagai wadah hobi, komunitas kicau di Jatim juga memiliki dampak ekonomi yang cukup besar. Perputaran transaksi burung, sangkar, pakan, vitamin, hingga pelatihan harian menjadi sektor ekonomi tersendiri yang menyerap banyak pelaku usaha mikro.

Beberapa komunitas bahkan rutin menggelar bazar peralatan kicau dan kelas pelatihan perawatan burung, yang diikuti para penghobi pemula. Aktivitas ini memberikan peluang pendapatan bagi banyak pihak sekaligus menjaga keberlangsungan ekosistem kicau di daerah tersebut.

Dengan ekosistem komunitas yang semakin berkembang, Jawa Timur akan tetap menjadi salah satu pusat kicau di Indonesia. Kolaborasi antar komunitas, juri, penyelenggara lomba, serta dukungan dari pemerintah daerah dinilai dapat memperkuat potensi ini. Para pelaku komunitas berharap kegiatan kicau tidak hanya menjadi wadah hobi, tetapi juga mendorong nilai sosial dan ekonomi sekaligus menjaga kelestarian burung di masa mendatang.

Siswayono menambahkan bahwa pengembangan potensi lokal menjadi kunci penting dalam menggerakkan roda ekonomi daerah. Kehadiran Squad Nusantara di Jawa Timur mampu menjadi wadah kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan pelaku usaha. Squad Nusantara Jatim agar bisa memberi manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat melalui karya nyata. Program pemberdayaan ini akan terus kami tingkatkan agar dampaknya semakin luas.

Dengan berbagai program yang tengah berjalan, Squad Nusantara DPW Jatim optimistis dapat berkontribusi dalam memperluas kesempatan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Juri berkicau yang dulu dipandang sebagai profesi sampingan kini memiliki ruang untuk berkembang secara profesional, sementara UMKM didorong untuk terus tumbuh melalui ekosistem yang lebih mendukung.

Upaya berkelanjutan ini menunjukkan komitmen Squad Nusantara untuk terlibat langsung dalam pembangunan ekonomi kerakyatan di Jawa Timur. Melalui pendampingan, pelatihan, dan kolaborasi, organisasi ini berharap semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaat dari gerakan pemberdayaan tersebut.

Tinggalkan Balasan