DVI Polri : Tahap Awal Identifikasi Korban Pesawat ATR

Berita, Makassar50 Dilihat

Makassar, Berita Nusantara 89. DVI Polri mulai melakukan tahapan awal identifikasi terhadap 10 korban kecelakaan pesawat ATR 42-500. Sebelumnya pesawat ini mengalami musibah di wilayah Sulawesi Selatan. Proses identifikasi ini menjadi prioritas utama aparat kepolisian guna memastikan kepastian identitas para korban sebelum penyerahan kepada pihak keluarga.

Penanganan identifikasi korban dengan melibatkan Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Sulawesi Selatan, Pusdokkes Polri, serta unsur Bareskrim Polri. Sejak laporan kecelakaan, tim DVI langsung menangani jenazah korban yang berhasil terevakuasi tim SAR gabungan dari lokasi kejadian.

Tahap awal identifikasi dengan mengumpulkan data antemortem dari keluarga korban. Data tersebut meliputi informasi medis, ciri fisik, data gigi, catatan kesehatan, hingga sampel DNA dari anggota keluarga inti. Hingga saat ini, sebagian besar data antemortem telah terkumpul, sementara sisanya masih dalam proses pengambilan. Juga dengan melengkapi seluruh data manifest penumpang dan kru pesawat.

DVI Polri : Korban Kecelakaan Pesawat 10 Orang

Tim DVI menjelaskan bahwa metode identifikasi ilmiah dan berlapis mencocokkan data antemortem keluarga korban dengan data post mortem dari jenazah. Proses ini mencakup pemeriksaan forensik, analisis DNA, serta pencocokan karakteristik biologis lainnya. Langkah tersebut penting untuk memastikan identitas korban secara akurat, terutama mengingat kondisi jenazah yang mengalami kerusakan akibat kecelakaan.

Berdasarkan data sementara, jumlah korban dalam kecelakaan pesawat ATR 42-500 ini sebanyak 10 orang. Terdiri dari kru pesawat dan penumpang sesuai dengan manifest penerbangan. Tim DVI menegaskan bahwa tidak akan tergesa-gesa, melainkan melalui prosedur ketat sesuai standar internasional agar tidak terjadi kesalahan identifikasi.

Proses evakuasi korban di lokasi kecelakaan masih berlangsung oleh tim SAR gabungan yang melibatkan TNI, Polri, Basarnas, serta relawan. Tim DVI menyatakan akan menunggu seluruh proses evakuasi selesai sebelum mengumumkan identitas korban secara resmi kepada publik. Hal ini untuk memastikan seluruh data post mortem telah terkumpul dan membandingkan secara menyeluruh dengan data antemortem.

Selain melibatkan tim di Sulawesi Selatan, proses identifikasi juga dari tim DVI dari sejumlah daerah lain. Pengambilan sampel DNA dari keluarga korban di wilayah asal masing-masing guna mempercepat proses pencocokan data. Koordinasi lintas daerah ini dapat mempercepat kepastian identitas korban sehingga keluarga dapat segera menerima jenazah untuk dimakamkan.

Pihak kepolisian menegaskan bahwa seluruh proses identifikasi secara profesional, transparan, dan mengedepankan prinsip kemanusiaan. Kepastian identitas korban tidak hanya penting bagi keluarga, tetapi juga menjadi dasar administratif untuk keperluan hukum, asuransi, serta pemakaman. Tragedi ini menjadi duka mendalam bagi keluarga korban dan seluruh pihak yang terlibat dalam dunia penerbangan nasional.

Tinggalkan Balasan