Koperasi Desa Merah Putih : 16 770 Telah Dibangun

Berita, Ekonomi88 Dilihat

Jakarta, Berita Nusantara 89. Program pembangunan Koperasi Desa Merah Putih terus menunjukkan perkembangan signifikan. Pemerintah mengumumkan bahwa sebanyak 16.770 unit koperasi telah berhasil terbangun di berbagai wilayah Indonesia. Langkah ini menjadi bagian dari strategi nasional untuk memperkuat ekonomi desa, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memperbaiki rantai distribusi komoditas pangan dan hasil pertanian.

Direktur Utama PT. Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, mengungkap perkambangan ini di Istana Negara, Rabu (26/11/2025). Sementara target dari Presiden untuk meraslisasikan sebanyak 83.752 Koperasi Desa Merah Putih. “Sudah realisasi 16.752 lokasi terbangun, baru 20 hari,” ungkapnya.

Lebih jauh, realisasi tersebut baru mencapai 20% dari target. Selanjutnya optimismenya hingga akhir tahun realisasi pembangunan akan menyentuh angka 50%.

“Sudah realisasi 50% minimal akhir tahun. Sekarang 20%, lebih susah di awalnya. kalau sudah berjalan sudah gampang,” ujarnya.

210 Trilyun Anggaran Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih

Kemudian Joao menyebutkan angka 210 Trilyun untuk seluruh anggaran pembangunan Koperasi Desa Merah Putih. “210 trilyun, sudah tandatangan, tinggal perlu pakai saja,” ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Purbaya telah meminta bank BUMN atau Himbara untuk memberikan pinjaman kepada PT Agrinas Pangan Nusantara. Kemudian dari pinjaman ini Agrinas akan membangun seluruh Koperasi.

Lebih jauh, total pinjaman tersebut sebesar 240 trilyun untuk pembangunan total 80 ribu Koperasi. “Agrinas akan pinjam ke Himbara. Tiap tahun pemerintah cicil 40 trilyun atau lebih selama 6 tahun pembayaran,” uajr Purbaya, Minggu (16/11/2025).

“Pinjamannya secure. Perbankan nggak mendapat resiko signifikan, karena terjamin,” pungkas Purbaya.

Koperasi Desa Merah Putih sebagai pusat layanan ekonomi terpadu di tingkat pedesaan. Keberadaannya akan menjadi solusi atas berbagai persoalan klasik petani. Lebih jauh, seperti harga jual hasil panen yang tidak stabil, dominasi tengkulak, serta terbatasnya akses terhadap pasar dan lembaga keuangan. Pemerintah menilai koperasi modern ini dapat memperpendek rantai pasok, sehingga harga menjadi lebih adil bagi petani sekaligus terjangkau bagi konsumen.

Setiap koperasi dengan struktur fasilitas yang seragam. Fasilitas tersebut meliputi area penyimpanan, ruang pemasaran, hingga infrastruktur pendukung seperti ruang operasional dan sarana logistik. Untuk desa yang membutuhkan, koperasi juga dengan fasilitas cold storage agar komoditas pertanian tetap terjaga kualitasnya. Pemerintah menegaskan bahwa pengelolaan seluruh koperasi akan secara profesional dengan standar manajemen yang sama di seluruh daerah.

Presiden Luncurkan Juli 2025

Sebelumnya, Presiden Prabowo telah menluncurkan Koperasi Desa Merah Putih bulan Juli 2025 di Klaten, Jawa Tengah. “Bismillahirrahmanirrahim pada siang ini. Senin 21 Juli 2025, saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia meluncurkan kelembagaan Koperasi Desa Merah Putih, terimakasih.” Ujar Prabowo saat peresmian.

Turut mendampingi Presiden saat itu, Menko Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Desa Yandri Susanto. Kemudian Menteri Koperasi Budi Arie dan Mendagri Tito Karnavian. Juga hadir Ketua DPR RI Puan Maharani, Wakil Ketua MPR Bambang Wuryanto. Juga hadir Ketua DPD Sultan Bachtiar Najamudin dan beberap Ketua Komisi DPR RI.

Peluncuran kelembagaan Koperasi Desa Merah Putih menjadi tonggak penting dalam kemandirian ekonomi rakyat. Sebuah inisiatif besar dengan inisiasi langsung Presiden Prabowo Subianto. Kemudian adanya Dukungan dari seluruh Kementerian dan Badan serta Pemerintah Daerah di seluruh Indonesia.

Sinergitas koperasi juga terjadi dengan beberapa perusahaan BUMN di berbagai sektor. Lebih jauh sinergi ini akan memberikan kemudahan untuk Koperasi Desa Merah Putih dalam menjalankan operasionalnya.

Pupuk Indonesia, Pertamina, Bank Mandiri, BRI, BTN dan Bank Syariah Indonesia. Selanjutnya POS Indonesia, Telkom, InJourney, ID Food, Bulog dan PTPN III Holdings. Juga ada PLN, Biofarma, Kimia Farma dan Dekopin.

Selain memperkuat distribusi hasil pertanian, koperasi ini juga untuk membuka lapangan kerja baru di desa. Pemerintah berharap keberadaan unit-unit koperasi tersebut dapat menumbuhkan kegiatan ekonomi turunan, seperti usaha mikro, perdagangan lokal, hingga penyediaan jasa berbasis komunitas. Dengan demikian, perputaran ekonomi desa tidak hanya bertumpu pada sektor pertanian, tetapi juga berkembang menjadi ekosistem ekonomi yang lebih beragam.

Dengan 16.770 koperasi yang sudah berdiri, pemerintah optimistis program ini akan menjadi fondasi penting dalam mendorong kemandirian desa. Penguatan ekonomi pedesaan melalui koperasi mampu memperbaiki kesejahteraan masyarakat sekaligus menciptakan struktur ekonomi yang lebih berkeadilan.

Tinggalkan Balasan